Si Ninja Misterius Di Dunia One Piece

Si Ninja Misterius Di Dunia One Piece
Mendapatkan Buah Iblis Logia, Api


__ADS_3

Han saat ini terbangun di dalam tenda yang ada di sekitar Bebatuan dan Ini masih pagi hari jam 7 di Wilayah Kerajaan Alabasta. Cuaca hari ini juga masih cukup cerah dengan banyak Burung yang mulai berterbangan di atas Langit.


"*Hoahm~~...*, Tidurku nyenyak sekali".Ujarku yang menguap dan berada di depan Tenda


Aku mulai meminum sebotol Susu Cokelat yang ada di Dimensi Penyimpanan Khusus milikku dan Juga mengeluarkan beberapa makanan ringan.


'Hmm, Kemana lagi ya tujuanku selanjutnya dari Pulau Langit nanti ?!'.Pikirku yang sambil dengan Tenang menikmati suasana di Pagi Hari


Han masih kepikiran dengan siapa ingin belajar 3 Haki di Dunia One Piece ini, Dirinya juga masih belum percaya diri untuk pergi ke Dunia Baru.


"Sial, Ku kira akan menyenangkan berada di dunia yang penuh Lautan ini. Ternyata, aku malah ingin masuk ke Dunia Naruto yang penuh dengan Ninja serta Misi yang Berbahaya!".Tanggapku dengan Bosan dan Menghabiskan Sarapan Pagiku


Aku mulai bersiap-siap untuk berpetualang lagi di Lautan Grand Line ini dengan memanaskan Jet Ski yang ku miliki dan Berangkat di pagi hari yang cerah untuk menuju ke Pulau Jaya.


*Brmmmm*Ngiingg*Whusshh*


Han mulai pergi berlayar dengan Jet Skinya dan Tidak mengetahui bahwa dirinya muncul secara langsung di halaman depan berita koran tentang insiden pembantaian di Pulau Tequila Wolf atau Jembatan milik Pemerintah Dunia yang ada di Wilayah Lautan East Blue sebagai Dalangnya.


/Beberapa Jam Kemudian/


Aku telah tiba di pulau terdekat yang sepertinya di dalam wilayahnya tidak berpenghuni. Lalu ku lihat bahwa Pulau ini penuh dengan buah Nanas dan Ada juga Segerombolan Monyet di Hutan.


"Hmm, Ini pulau yang bagus!".Tanggapku melihat ada banyak sekali Buah Nanas dengan beberapa Monyet memperhatikan ku di atas Pohon


Beberapa hewan monyet mulai menghampiriku dan Ada yang langsung berada di atas kepalaku serta beberapa lagi bergelantungan di tanganku juga nemplok ke punggungku dengan santainya.


"Woyy!!! Monyet Sialan Lepaskan Aku!!!".Pekikku yang dengan kesal karena di keroyok oleh banyak sekali Monyet yang ada di Hutan ini dan Terpaksa aku Menyingkirkan mereka semua dengan Jutsu Angin yang membuat mereka terlempar semua


Han merasa bahwa ancaman terbesar di Pulau ini hanyalah sekumpulan Seekor Monyet dan Aku pun saat ini mencoba mengambil beberapa Buah Nanas yang terjatuh dari Pohonnya.


"Hmm, Coba ku makan. *Aum*Nyamm!*".Ucapku yang memakan langsung Buah Nanas Tersebut


Rasanya sangat manis sekali dan Buah Nanas ini benar-benar Lezat serta Nyaman untuk di Makan pada sore hari jam 4 saat ini, Aku melihat hewan Monyet yang wajahnya terlihat Sedih serta juga Ketakutan untuk mendekat ke arahku.


"Baiklah, Kalian semua boleh mendekatiku tapi jangan rusuh ya".Ujarku yang sambil memberikan Buah Pisang serta Apel yang sempat ku beli di Kerajaan Alabasta Kota Nanohana kemarin


Para Monyet itu terkejut melihat ada Buah yang berbeda muncul dari diriku yang ada di Ponselku (Dimensi Penyimpanan Khusus) dengan banyak Buah Apel serta Buah Pisang yang terlihat Lezat.


"Yosha, Saatnya berpesta!!".Pekikku yang dengan Keras di Pulau Yang Tak Berpenghuni


Han dan Segerombolan Monyet mulai berpesta dengan riang Gembira, Saat ini masih sore hari Jam 5 dan Aku juga mengumpulkan beberapa Kayu Bakar untuk membuat Api Unggun serta Menyetel Lagu Dj Remix Jepang di Tengah Hutan dengan Segerombolan Monyet mulai berjoget.


...****************...


Kejadian semalam benar-benar pesta yang cukup menghebohkan dan Aku bersiap-siap untuk pergi di pagi hari yang cerah dengan Tujuan ke Pulau Jaya untuk mencari informasi tentang ke Pulau Langit. Aku pergi keluar Tenda yang ada di dalam hutan bagian tengah pulau ini dengan banyak sekali Para Monyet yang terbaring di tanah saat ini karena kelelahan semalam akibat berpesta.


'Sial, Itu benar-benar pesta yang menyenangkan meskipun aku sendiri yang seorang manusia di pulau ini...'.Pikirku yang mencoba untuk berjalan menuju ke Sungai yang ada di sekitar sini


Han mulai menceburkan dirinya ke dalam Sungai untuk Mandi Pagi di Jam 6.30 dengan angin yang sangat Sejuk sekali berhembus di Pulau ini dan Matahari yang mulai terbit dari arah Timur.


"Uwahh, Segarnya!".Pekikku yang dengan senang hati bermain Air Sungai dan Ada banyak ikan juga


Aku mandi sambil mencuci beberapa Pakaian ku yang pernah terpakai di Sungai ini dengan Airnya yang Jernih sekali dan Setelah itu bersiap untuk Sarapan Pagi sebelum melanjutkan perjalanan.


'Hmm, Lebih baik makan buah-buahan saja dan Juga minum air putih...'.Pikirku yang menyiapkan beberapa buah-buahan serta air putih sebotol


Han memakan buah apel, anggur, pisang, serta Nanas yang ada di Pulau ini dengan Lahap dan dipotong-potong kecil dengan Pisaunya. Ada juga beberapa Monyet yang ikut bergabung denganku.


"Kalian semua ketika tercium aroma buah yang lezat langsung pada bangun!".Tanggapku yang dengan Kesal dan Para monyet itu Tersenyum Lebar dengan mengambil Buah-buahan dariku

__ADS_1


Kami semua pun sarapan pagi bersama dengan aku yang bersiap-siap untuk berpamitan pergi dari Pulau yang lumayan luas ini sambil melihat Para Monyet yang merasa Sedih ketika Han akan melanjutkan petualangannya kembali.


"Sampai Jumpa Lagi, Kalian Semua...!!".Pekikku yang bersiap-siap untuk naik Jet Ski ku


Tiba-tiba saja, Aku pun melihat bahwa ada satu Monyet yang berlari cepat ke arahku dari dalam Hutan sambil membawa 1 Buah Merah dengan motif aneh di Tangannya. Kedua mataku terkejut ketika melihat Buah Iblis bertipe Logia Api itu.


'Bukankah itu Mera-mera no Mi...'.Pikirku yang menatap tak percaya Buah Iblis Tersebut


Monyet itu memberikan Buah Iblis Logia Api itu langsung ke arahku sebagai Hadiah Pesta yang terjadi Semalam sedangkan Aku mengasih buah pisang kesukaannya sebanyak 1 Sisir Pisang atau 12 Buah yang diterimanya dengan senang hati.


"Terimakasih ya, Monyet. Meskipun, kalian semua hewan yang Menyebalkan!".Tanggapku sambil tersenyum tipis dan Menyimpan buah iblis logia api itu ke dalam Dimensi Penyimpanan Khusus


Han pun memutuskan untuk berlayar menuju ke Pulau Jaya sebagai tempat singgah ketika pergi Ke Pulau Langit nantinya, Aku mulai berangkat di Pagi Hari yang Cerah dengan Jet Ski milikku.


"Bye-bye, Kalian semua para monyet...!!!".Pekikku yang sambil melambaikan tangan kanan ku dan mulai bergegas menuju ke arah Pulau Jaya


Para Monyet yang ada di Pulau itu melambaikan tangan juga dengan Wajah Sedih dan Aku hanya tersenyum dengan memotret pulau tersebut.


'Ini adalah sebuah kenang-kenangan... '.Pikirku yang mulai menjauh dari Pulau Tersebut


/Beberapa Hari Kemudian/


Han saat ini sudah 3 hari melewati Lautan Grand Line dan Hanya butuh waktu 10 menit lagi untuk bisa sampai ke sisi barat Pulau Jaya, Kota Mock. Disana ada 4 Kapal Bajak Laut yang menepi di Pelabuhan dan Terdapat banyak sekali kerusuhan di pulau itu akibat ulah Para Bajak Laut.


'Akhirnya, Aku sampai juga di Mocktown! '.Pikirku yang menyimpan kembali Jet Ski ku ke dalam dimensi penyimpanan khusus


Aku berhasil mendarat di Pulau Jaya bagian kota Mock dengan selamat dan Melihat bahwa disini ada banyak sekali Bajak Laut yang sedang Rusuh.


"Ya, Kota ini benar-benar bagus untuk mengisi persediaan bahan makananku yang mau habis dan Juga mencari informasi".Gumamku pelan dan Mulai berjalan-jalan dengan santai di Kota


Ada banyak sekali yang berjualan di Mocktown ini dan Entah mengapa banyak Bajak Laut yang saat ini menunduk ketakutan ketika melihatku disini.


Seketika aku masuk ke dalam Bar dan Melihat ke dalam yang tadinya ramai dengan suara berisik dari semua orang yang ada disini langsung jadi hening seketika dengan tatapan mata Takut serta Waspada yang ditunjukkan ke arahku.


"Permisi, Paman! Aku mau pesan minuman sake yang beralkohol rendah. Tolong untuk segelas saja ya".Ucapku yang dengan Santai dan Duduk di depan kursi bagian dekat dengan Bartender


"Baiklah, Tolong tunggu sebentar Tuan!".Tanggap Si Paman Bartender tersebut dan Menyiapkan 1 Minuman Sake Khusus Untuk ku


Para bajak laut kembali mengobrol dengan suara yang pelan dan Mereka cukup terdiam dengan kehadiran ku yang merupakan seorang buronan tinggi atau Super Rookie yang ikut perang puncak di Markas Besar Angkatan Laut, Marineford.


"Bukankah Dia Uchiha D. Han?!".


"Sial... Pria itu sangat Tampan, Kuat, dan terlihat mendominasi sekali!".


"Auranya benar-benar sangat Menakutkan!".


Ucap Para Bajak Laut yang menatapku dengan Kagum + Waspada di dalam Bar ini


Banyak bajak laut yang berkeringat dingin takut sekali jika Han bertindak atau Melakukan sesuatu yang bisa mengancam nyawa mereka semua.


"Kyaa... Dia sangat tampan!".


"Cih, Andai saja aku tak punya suami. Pasti pria itu akan ku kurung selamanya di kamarku".


"Sial, Aku mau berkenalan dengannya tetapi Aura miliknya terlalu Dingin dan Menakutkan".


Ucap Para Perempuan/Wanita dengan matanya yang berubah lope-lope ketika sedang melihatku


Han saat ini sedang mengobrol seputar kejadian di Pulau Jaya yang terjadi akhir-akhir ini dan Itu semua adalah beberapa Bajak Laut yang datang ke Pulau ini untuk berlibur sambil juga membuat Kerusuhan. Bajak Laut Bellamy yang masih ada di pulau ini dengan bersiap-siap untuk pergi menuju ke Pulau Langit besok pagi, Setelah ada kejadian Kapten mereka yaitu Bellamy telah tersadar dari luka parahnya akibat perbuatan dari Doflamingo.

__ADS_1


"Jadi begitu ya, Terimakasih Paman! Ini uang tip untuk anda!".Tanggapku yang meletakkan Uang beberapa Koin Emas di atas meja Bartender


"Ya, Sama-sama! Datang lagi ya".Ujar si Paman Bartender itu dengan Tersenyum Lebar


Hari ini cukup cerah dan Saat ini masih Pagi Jam 10 di Pulau Jaya. Aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan di sekitar kota ini dengan melihat ada banyak orang berkelahi serta melakukan tindakan kejahatan di Mocktown ini sesuka hatinya.


"Hoy, Tampan! Cepat serahkan semua harta yang kau punya itu!".Pekik Si Pria Bajak Laut yang saat ini menghalangi jalanku dalam keadaan Mabuk


*Sringg*Slashh*Jrashh*


Han pun tanpa basa-basi lagi menebas leher Pria Bajak Laut itu dengan kedua matanya yang datar dan Berjalan begitu saja dengan santai melewati pria mayat yang sudah tergeletak tersebut.


"Sial, Pagi-pagi sudah mengganguku saja".Ujarku yang dengan wajah dingin


Aku bisa melihat bahwa teman-teman dari Bajak Laut tersebut langsung menunduk ketakutan dan Tak berani untuk berhadapan secara langsung denganku di Mocktown ini karena harga buronan Kapten mereka juga masih terlalu kecil.


"Saatnya aku pergi membeli makanan, minuman, dan pakaian. Setelah itu mencari hotel".Ucapku yang dengan Santai dan Ada seorang perempuan yang diam-diam mengikutiku dari belakang


Han akhirnya telah selesai untuk membeli banyak makanan serta barang kebutuhan hidup di Pulau Jaya ini dan Melihat bahwa ada Hotel yang dekat dengan posisiku yang sedang berjalan saat ini.


"Hmm, Tropical Hotel. Tempat ini bagus juga ya, Aku tidur disini saja dulu".Gumamku pelan yang saat ini melihat bahwa pemandangan disini indah sekali dan Tiba-tiba saja ada seorang perempuan yang selalu mengikutiku muncul di belakangku


"Hey, Pria Tampan! Apakah kau mau bersamaku untuk satu malam ini~...?".Tanya Wanita tersebut dan Saat ini menggandeng tangan kananku


"Siapa kau? Mengapa kau selalu saja mengikuti ku dari Pasar tadi?".Tanyaku yang dengan Kesal dan Melepaskan pegangan tangan darinya


"Namaku Lily, Aku adalah Anggota Bajak Laut Bellamy dan Aku tertarik ketika melihatmu ada di pasar tadi".Ucap Lily sambil tersenyum manis


Lily seorang gadis pirang mengenakan bandana merah, kacamata hitam, dan kemeja putih yang memperlihatkan belahan dadanya. Memakai kaca mata hitam dan Biasanya terlihat dengan senyum kebanggaan atau kesombongan di Wajahnya.


"Jadi, Apa tujuanmu menghampiriku kesini Nona Muda?".Tanyaku yang sambil Tersenyum Tipis


"Aku membutuhkan uang, Kau bisa memuaskan tubuhku saat ini. Asalkan, Kau memberiku uang dan Membiarkanku menginap di Hotel ini untuk satu malam saja! Uchiha D. Han~".Bisik Lily yang dengan Nada Suara Menggoda sambil mencoba untuk mendekatkan Tubuhnya dengan diriku


"Aku akan sewa 1 kamar hotel lagi untukmu asal kau memberitahuku kapan Bellamy akan pergi besok ke Pulau Langit. Aku ingin menumpang di kapal kalian secara diam-diam".Bisikku yang saat ini dengan Pelan dan Membuat Lily mengganguk mengerti asalkan Han tak menghancurkan Kapal


Kami berdua langsung membuat kesepakatan ini dengan cepat meskipun Lily sempat kecewa saat Han menolak mentah-mentah untuk Tidur satu malam dengannya. Aku memberikan Uang 3 Juta Berry ke Lily yang membuatnya Terkejut dan Saat itu langsung Mencium Bibirku dengan Liarnya.


*Chupp~*.


Lily mencium bibirku dengan penuh nafsu selama 10 detik dan Mengedipkan sebelah matanya saat itu dengan mengambil sebuah Kantong Kecil di tangan kananku yang isinya beberapa Lembar 3 Gepok Uang Berry asli dengan Senangnya.


"Terimakasih, Sayang~...! Tunggu saja aku nanti malam ya".Ucap Lily sambil tersenyum manis dan Pergi menuju ke Kapal Bajak Lautnya


Aku pun hanya menatap datar kepergiannya dan memutuskan untuk menyewa satu Kamar Hotel untuk semalam saja dan Memutuskan untuk tidur siang di kamarku yang tempatnya seperti Rumah untuk semua ruangan yang cukup luas dengan harga yang mahal + kualitasnya yang bagus.


"Akhirnya, Aku saat ini bisa beristirahat dengan tenang di atas kasur".Ujarku yang terbangun dan Melihat cuaca sudah sore hari dengan banyak sekali orang-orang yang berbicara berisik sekali


Rupanya, Lily merasa dikhianati oleh Bajak Laut Bellamy yang menyerahkan semua harta karun miliknya kepada Doflamingo sebagai Hukuman. Dirinya juga mengatakan bahwa tidur di Hotel ini lebih nyaman dibandingkan di Kapal Bajak Laut Bellamy yang selalu berpesta pora. Meskipun, Mereka juga sempat merampas beberapa harta bajak laut yang mencoba berkunjung ke Pulau Jaya Mocktown ini. Tetapi, harta itu habis hanya untuk Makan serta berpesta di Bar setiap harinya.


"Ya, Aku tak peduli apakah perempuan itu akan datang kesini atau tidak? Yang jelas aku mungkin akan menghancurkan bajak laut Bellamy jika dia berani menipuku".Gumamku pelan yang dengan Serius dan Melihat buah iblis logia api yang ada di tanganku dengan lebih teliti lagi untuk saat ini


Han benar-benar mendapatkan peninggalan buah iblis api milik Ace secara cuma-cuma dari seekor Monyet. Aku bingung harus Memakannya atau Tidak, Dikarenakan aku sudah memiliki Elemen Api serta Masih mau berenang di Lautan.


"Ya, Aku mungkin akan menjualnya ke pelelangan dengan harga yang sangat mahal".Ujarku yang menyimpan Buah Iblis Logia tersebut di dalam Dimensi Penyimpanan Khusus milikku kembali


Han memutuskan untuk mandi dan menyiapkan makanan di sore hari dengan tenang untuk saat ini sambil menikmati pemandangan kota Mock.


To Be Continued ...

__ADS_1


__ADS_2