
Han sekarang ini kondisi tubuhnya cukup buruk dan Bersembunyi di salah satu Kapal Angkatan Laut dengan Terbaring Lemah di Lantai Kayu.
"Ugh, Sial... Seluruh tubuhku terasa sakit".Ujarku yang menatap ke atas Langit masih Mendung
Aku benar-benar kehabisan Chakra, Tenaga, serta Haki yang telah ku gunakan banyak sekali. Di atas Kapal Angkatan Laut ini hanya terdengar suara kebisingan Perang yang masih Berlanjut. Burung Gagak Hitam yang menyelamatkanku sudah tak ada lagi atau Lenyap begitu saja. Ada terdengar suara Adu Pedang, Tembakan Peluru + Meriam, dan Teriakkan yang berada di sekeliling tempat ini dengan Suasana Perang yang masih Panas.
'Hmm, Ada apa dengan pandangan mata ini? Aku bisa melihat dan merasakan keseluruhan perang '.Pikirku yang dengan Terkejut saat melihat ada banyak keberadaan Orang-orang di Marineford ini
Han dapat mengetahui bahwa Jimbei bersama Luffy terkena Serangan Telak dari Admiral Akainu dan Crocodile berhasil melindungi keduanya saat ini dengan cara menerbangkan mereka berdua menggunakan Buah Iblis Logia, Pasir. Buggy yang berada di atas Langit saat itu tanpa sadar telah Menyelamatkan Nyawa Jimbei dan Luffy dengan memegang tubuhnya Jimbei sambil menghindari Serangan Pukulan Magma milik Akainu. Aku bisa merasakan bahwa ada Kapal Selam yang muncul dari Bawah Lautan milik Trafalgar Law.
"Syukurlah, Keduanya akan selamat. Jadi ini Haki Pengamatan ya".Gumamku Pelan dan Bersandar di pembatas kayu Kapal Angkatan Laut
Han tak menyadari bahwa dirinya berada di salah satu Kapal Angkatan Laut milik Hina, Lalu saat ini terdengar suara langkah kaki seseorang menuju ke tempatku dengan membawa Kotak P3k.
"Kau benar-benar babak belur ya".Ujar Hina yang membawa Alat Obat-obatan menuju kearah ku dan Mencoba untuk mendekatiku dengan Santai
"Hina-chan, Kenapa kau bisa ada disini?".Tanyaku yang dengan Kesakitan dan Berusaha untuk bisa bangkit berdiri melihatnya mendekat kearah ku
*Ctangg*Brakk!*
Hina lalu menahan tubuhku ini dengan besi hitam yang melilit di perutku dengan sangat cepat. Aku pun hanya bisa terbaring lemah di Lantai Kayu.
"Diamlah, Aku datang ke kapal ku ini hanya untuk mengobatimu saja. Pokoknya, Jangan melawan atau kau bisa ku serahkan ke Atasanku".Ujar Hina yang dengan Kesal dan Melihat bahwa tubuhku di penuhi oleh banyak Luka Tebasan, Tembakan, dan Juga Luka Memar di Sekujur Tubuhku
"Ke-Kenapa kau melakukan ini...? Bukankah kita berdua musuh?".Tanyaku yang dengan Serius
"Berisik, Aku cuman mau balas budi. Kau waktu itu seharusnya bisa Membunuhku. Tetapi, Kau justru malah mengobati Luka ku".Ujar Hina yang dengan suara Lembut dan Mengobati beserta Memperban Luka-luka yang ada di Tubuhku
Wanita berambut pink panjang ini mengobatiku dengan Lembut dan Tak ada satupun orang yang berada di atas Kapal Angkatan Laut milik Hina. Di bawah sana Suasana Perang masih terasa sekali, Ada banyak pertarungan yang masih berlanjut.
"Kita tak akan aman di tempat ini, Ayo masuk ke dalam Ruangan di Kapal ku ini...".Ujar Hina yang saat ini mulai membopong Tubuhku ke dalam Ruangan Kapal Angkatan Laut miliknya
"Ya, Terimakasih... Aku pasti akan membalasnya suatu saat nanti".Gumamku pelan dan Tak bisa di dengar oleh Hina yang sibuk Membopongku
Hina lalu meletakkan tubuhku ini di atas kasurnya dan Menghela nafas dengan berat sekali.
"Baka, Tubuhmu sangat berat sekali. Beristirahat di ruang kamarku dulu, Aku akan berperang lagi. Kau bisa pergi, Jika sudah sembuh atau Masih bisa berjalan keluar dari Kapalku".Ujar Hina yang sambil mematikan Rokoknya dan Bersiap untuk pergi meninggalkan ku di ruang Kamar Tidurnya
"Ya, Terimakasih... Hina-chan".Ujarku yang sambil Tersenyum Tipis dan Mulai untuk beristirahat di atas Kasur yang Empuk dengan Aroma Bau yang Tercium Harum sekali di Ruangan ini
__ADS_1
"Perintah Bagi Seluruh Marine! Bagi Kekuatan Tempur Menjadi Dua. Satu Untuk Menahan Bajak Laut Shirohige Dan Satu Lagi Untuk Menyambut Serangan Grup Bajak Laut Kurohige!!!".Pengeras Suara milik Angkatan Laut yang terdengar keras
"Cih, Kapan selesainya perang ini sih...".Ujar Hina yang dengan Kesal dan Melihatku untuk terakhir kalinya sebelum meninggalkan Ruangan ini
Tiba-tiba saja ada terjadi Guncangan Gempa yang sangat kuat di Area Marineford ini dengan kondisi yang tak Terkendali, Kapal Angkatan Laut ini pun mulai bergoyang dengan sangat Cepat sekali.
"Kyaaa...! Apa-apaan ini?!".Pekik Hina yang mulai tak seimbang tubuhnya dan Malah terjatuh saat ini menimpa Tubuhku yang berada di Atas Kasur
Kami berdua sama-sama terbelalak terkejut pada saat posisi Hina berada di atas Tubuhku dan Bibir kami berdua yang saling bersentuhan secara tak Sengaja dengan Pose yang sangat Berbahaya.
"Hmm, Kyaa...! Aku tak sengaja!!".Pekik Hina yang langsung menyingkir dari atas Tubuhku dengan Wajah yang Memerah Malu + Suara yang imut
"Ya, Itu karena Gura-Gura No Mi yang sekarang ini dimiliki oleh Kurohige! Sepertinya, Dia belum bisa mengendalikan Kekuatan Gempa itu".Ujarku yang dengan Tenang dan Merasakan 5 Detik sentuhan Bibir milik Hina yang Lembut meskipun ada Bau Rokok yang cukup Menggangguku
"Cih, Aku pergi dulu. Kau disini atau Pergilah jika Perang ini sudah selesai".Ucap Hina yang dengan wajah cemberut dan Melarikan diri dengan cepat
'Hmm, Ada apa dengan Wanita itu?! '.Pikirku yang merasa Aneh dan Memutuskan untuk Duduk saat ini dengan Memfokuskan Aliran Chakra Ku dalam Tubuh untuk sebuah Pemulihan (Bermeditasi)
Han merasakan bahwa Perang Marineford sudah mendekati akhirnya, Meskipun masih terasa ada banyak sekali Hawa Membunuh dan Takut yang bisa ku rasakan di Luar Sana. Perang Marineford ini benar-benar sangat Mengerikan sekali.
"SUDAH HENTIKAN!!!".Teriak Coby dengan suara yang sangat Keras dan Membuat semua orang yang berada di Marineford ini sampai Terdiam
Coby sepertinya terus berteriak di depan Admiral Akainu untuk menghentikan Perang ini dan Ada banyak sekali Orang yang Terdiam. Sampai tiba dimana Akainu bersiap untuk Memukul Coby saat ini dengan Tangan Kanan dilapisi Api Magma.
*BUGHH*TRANGG!*
Pukulan Api Magma Akainu berhasil ditahan oleh Pedang milik Shanks yang muncul cepat sekali.
Semua orang memandang dengan Terkejut dan Tak percaya dengan kedatangan Yonkou disini.
"Bagus.... Prajurit Muda... Beberapa detik sebuah keberanian yang diperoleh dari usahamu dengan mempertaruhkan nyawa itu... Baik atau Buruk. Barusan telah mengubah drastis masa depan dunia!!".Tanggap Shanks yang dengan Santai
Admiral Kizaru yang mencoba berniat menyerang Kapal Selam milik Law, Pada saat ini berhasil di hentikan oleh Ben Beckman yang menodongkan Senjata Api miliknya. Lalu ada Kapal Yonkou milik Akagami No Shanks yang mulai berlabuh disini.
"Kenapa Yonkou... Ada Disini...!".Pekik Salah Satu Aliansi Bajak Laut Shirohige yang Terkejut
"Grup Bajak Laut Si Rambut Merah!!".
"Padahal Perselisihan Dengan Bajak Laut Yonkou, Kaido baru terjadi kemarin".
__ADS_1
"Tapi Dia Sudah Berada Disini...!!".
Pekik Para Pasukan Angkatan Laut yang dengan Terkejut + Waspada melihat Bajak Laut Yonkou dari Akagami No Shanks untuk sekarang ini
Shanks dan Buggy pun mulai mengobrol untuk mengembalikan Topi Jeraminya ke tempat Luffy. Shanks menyuruh Buggy dengan imbalan sebuah Peta Harta Karun yang membuat buggy menurut begitu saja. Han sekarang ini sudah berada di luar Kapal Angkatan Laut dengan bersender di Bagian Bawah Kapal Angkatan Laut melihat Shanks yang sedang Terdiam sambil memperhatikan sekitar.
"Brengsek, Rambut Merah...!!! Putra Dragon...!!!". Pekik Akainu yang dengan Kesal
"Ice Age!!".Pekik Aokiji yang melompat tinggi dan Membekukan Lautan tempat kapal selam, Law
"Dia Mengincar Kapal Selam!! Permukaan Laut Membeku!!".Pekik Lucky Roo dengan memakan Daging melihat Serangan milik Aokiji
"Sial... Dia masih punya semangat tarung, ya...".Ujar Ben Beckman yang dengan Kesal saat melihat Kizaru mulai melayang di Langit
"Yasakani No Magatama...".Ucap Kizaru dengan kedua tangan mengeluarkan Rentetan Cahaya Kuning yang terlihat banyak sekali Muncul
"Sial... Hingga saat terakhir pun!!".
"Semoga saja tidak kena...".
"Adiknya Ace!!! Jimbei!!!".
Pekik para anak buah Shirohige dengan khawatir
"Kalau masih hidup juga.... Itu berarti mereka memang beruntung dan Kita hanya bisa pasrah sekarang!!".Tanggap Kizaru yang dengan Santai
Shanks saat ini mulai mendengar Ocehan Kesal dari Buggy yang sambil Tersenyum Santai. Kedua Orang itu asik mengobrol, Karena mereka teman lama yang bertemu kembali di Tempat ini. Lalu, Shanks mulai berjalan bersama Para Kru Bajak Lautnya itu ke Alun-alun Marineford yang saat ini berhadapan secara langsung dengan Bajak Laut Kurohige yang sepertinya kurohige memilih untuk pergi dari tempat ini bersama Teman-temannya karena Tujuannya telah Tercapai. Tersisa, Shanks dengan Sengoku yang sedang mengobrol untuk memutuskan menghentikan Perang Besar ini dan Mayat Shirohige serta Mayat Ace yang akan di urus oleh Bajak Laut Akagami No Shanks.
"Perang...!! Sudah Berakhir...!!".Teriak Sengoku yang akan bertanggung jawab atas masalah ini
Han saat itu hanya menatap Datar dan Menghela Nafas Lelah dengan banyak sekali orang yang Terluka Parah serta Termenung. Lalu Bajak Laut Shirohige banyak yang Menangis, Ketika mereka semua kehilangan sosok Ayah dan Temannya.
"Apakah kau sudah siap, Han-kun?".Tanya Kuma yang muncul secara diam-diam di dekatku
"Ya, Kau boleh melakukannya!".Tanggapku yang dengan Santai dan Bersiap untuk di Teleportasi
*Switchh!*
Dengan ini, Peperangan Terbesar semenjak di mulainya Zaman Bajak Laut. 'Perang Puncak Di Marineford' Berakhir, Dengan Ini Meninggalkan Goresan Yang Dalam Pada Sejarah.
__ADS_1
To Be Continued ...