
sementara Desi yang sudah berada di dalam kamarnya sangat terkejut dengan berita yang beredar di media sosial apalagi rekaman adegan hot Enda dengan mantannya membuat Desi terbelalak melihat hal tersebut
sedangkan berita mengenai Anita sudah menghilang
membuat Desi semakin kesal saja
Enda yang sudah terusir dari rumah tanpa membawa apapun selain ponselnya,berusaha menelepon Desi
Desi melihat ponselnya tapi engga untuk mengangkat telepon tersebut
sementara Enda terus menelepon Desi untuk meminta tolong,karena tak ada respon Enda berinisiatif ke rumah desi
saat mengetok pintu, pelayan yang membuka pintu tersebut langsung mempersilahkan masuk karena mengenal Enda sebagai teman baik Desi
pelayan tersebut langsung ke kamar Desi untuk menyampaikan hal tersebut
setelah mendengar perkataan pelayang tersebut,Desi langsung memeberikan amplop pada pelayan tersebut untuk di berikan pada Enda dan menyuruhnya untuk pulang
pelayan tersebut pun kembali ke tempat Enda dengan membawa amplop di tangannya
Enda tampak terkejut karena bukan Desi yang turun tapi pelayan yang tadi menyuruhnya masuk
,"maaf non ini dari non Desi dan dia berkata sedang yang ingin di ganggu " ucap pelayan tersebut dengan wajah tertunduk
Enda melihat ke arah kamar Desi yang lampunya masih menyala dan melihat amplop di tangan pelayan tersebut
__ADS_1
Enda mengepalkan tangannya dan mengambil amplop tersebut dan keluar dari rumah Desi dengan perasan marah dan kecewa pada Desi yang dengan mudah mencampakkannya padahal semua terjadi karena dirinya dan demi Desi Enda menyebarkan rekaman tersebut
sebelum meningalakan kediaman Desi Enda menatap tajam rumah tersebut sebelum berlalu
Desi yang merasa lega karena Enda tak mengagu nya
Andrew menelepon ayahmu ingin mendiskusikan sesuatu tentang desi,biar bagaimanapun ayah Desi adalah sahabat ayahnya
setelah menelepon Andrew langsung kembali ke kamar,nampak Anita masih terlelap Andrew melepaskan pakeanya menyisakan bokser lalu masuk ke dalam selimut dan memeluk Anita
esok paginya Anita terbangun dengan badan yang pegal
sementara Andrew masih posesif memeluk pinggang Anita
Anita mengelusi wajah tampan suaminya
Andrew tersenyum ,"aku tau kau sangat mengagumi ku," ucap Andrew dengan mata yang tertutup
wajah Anita merona saat menyadari suami sudah terbangun
,"sayang kapan kita akan pulang aku ada jadwal kuliah ," ucap Anita
Andrew langsung menarik Anita dalam pelukannya
,"kita akan di sini selama tiga hari dan aku sudah mengatur semuanya ," ucap Andrew
__ADS_1
,Anita melihat Andrew ,"apa kita tak terlalu lama di sini ," ucap Anita
," tenang saja Elisa dan Tris akan menyusul kemari ," ucap Andrew sambil mencium bibir Anita
Tris yang sudah berada di depan pintu,membuat Elisa terkejut saat akan keluar
," apa yang kau lakukan pagi-pagi begini ," ucap Elisa
," Anita dan Andrew menyuruhku menjemput mu,kita akan berlibur di vila milik Andrew," ucap Tris
mendengar kata libur dan villa membuat Elisa berbinar bahagia
dengan kecepatan cahaya Elisa mengepak paken yang akan di bawa
Tris sangat terkejut saat Elisa datang dengan membawa tas ransel besar
," ayo kita pergi sekarang," ucap Erina
Tris masih menatap tas yang berada di punggung Elisa
,"apa yang kau bawa di dalam tas mu, apa kau membawa lemari bersamamu,' ucap Tris yang merasa bawan Elisa sedikit berlebihan
,"sudah kau tak perlu tau apa yang aku bawa yang jelas semua ini adalah barang-barang yang akan aku gunakan di sana ," ucap Elisa,sambil memasukan tasnya di kursi belakang dan langsung duduk di kursi depan.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1