
kedua orang tua Desi terpaksa menyetujui pengobatan yang akan di lakukan oleh pihak rumah sakit untuk memasukan Desi ke rumah sakit jiwa dengan kesepakatan semua di atur oleh pihak rumah sakit agar Desi benar-benar dapat hidup normal
setelah melepaskan Desi ke pada pihak rumah sakit,kedua orang tua Desi langsung pergi tidak ingin membuat mereka semakin bersedih apalagi mendengar teriakan Desi yang terus memanggil ke dua orang tuanya
kedua orang tua Desi meningalakan rumah sakit dengan hati hancur melihat Desi,tapi kalau ini yang terbaik untuk masa depan Desi akan mereka lakukan
Desi terus berteriak memanggil nama kedua orangtuanya tuanya dengan cara memberontak dan memukul perawatan yang menahannya, dokter pun langsung memeberikan suntikan penenang lalu membaringkan Desi lalu mengikat tangan dan kaki desi Karen Desi pasti akan semakin memberontak jika siuman nanati
sementara kedua orang tua Desi kembali ke kediaman mereka
Andrew yang pulang ke rumah, saat masuk ke dalam ruma,pelayan baru yang belum pernah melihat wajah Andrew langsung terkesima melihat penampilan Andrew
Andrew cuek dan langsung masuk ke dalam rumah apalagi dia tak suka mencium bau parfum pembantu tersebut, sedangkan pembantu baru tersebut langsung tersadar dari lamunannya
Andrew langsung mencari Anita yang sedang bersama Lia menanam beberapa bunga di kebun belakang,melihat istrinya yang sangat bahagia membuat Andrew tersenyum, sedangkan pelayan tersebut semakin terpesona saat melihat senyuman Andrew
Andrew langsung melangkah dan memeluk Anita dari belakan membuat Anita sangat terkejut,lalu tersenyum sumringah saat menyadari keberadaan sang suami
__ADS_1
Lia Tersenyum dan tertunduk malu melihat kelakuan tuannya yang sangat lembut dan ramah bila berada di sekitar istrnya
"sayang pergilah mandi aku menunggu mu di meja makan," ucap Anita
Andrew tersenyum lalu melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah kamarnya
Anita tak sengaja melihat pelayan baru tersebut terus memandang Andrew, membuatnya menaikan salah satu alisnya
kali ini dia tak akan tinggal diam mertuanya sudah mengajarkan segala macam ilmu untuknya dari ilmu pengetahuan sampai ilmu pemberantasan dan penyelesaian segala masalah yang ada
Anita Tersenyum miring melihat gelagat pembantu tersebut wajahnya berubah,membuat Lia binggung meliahat eksepsi sang nyonya yang seperti memikirkan sesuatu yang licik
begitu Andrew datang dan duduk,Lia langsung bergegas pamit,tapi Anita menyuruhnya makan bersama
Lia menatap Andrew dan Andrew mengaguk
pelayan tersebut tersenyum ramah sambil membawa makan dan menghidangkannya
__ADS_1
begitu selesai dia langsung berdiri tepat di sebelah Andrew membut Andrew langsung berlari ke toilet memuntahkan isi perutnya
Anita sangat terkejut,tapi mengingat kata dokter,kalau bisa saja suaminya yang mengidam jadi Anita berjalan santai sambil mengelus punggung Andrew
"bagamna sayang apa kau tak apa-apa," tanyak Anita
"aku tak apa-apa,kenapa ke sini,apa kau berjalan cepat,kasihan si junior nanati dia bisa kelelahan ," ucap Andrew sambil mengelus perut rata istrnya saat mereka berdua di dalam kamar mandi.
pelayan baru tersebut cukup terkejut dengan apa yang terjadi
Andrew kembali ke meja makan tersebut
"kau menjauh dariku,jangan pernah mendekati ku lagi ," ucap Andrew yang tak tahan dengan bau parfum yang di pakai pelayan baru tersebut
membuat wajah pelayan memerah menahan malu apalagi banyak orang di ruang makan tersebut
dengan terpaksa pelayan tersebut meningalakan ruang makan
__ADS_1
sedang Andrew tampak cuek setelah pelayan tersebut pergi baru Andrew dan Anita makan
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya