
Sontak ucapa Tris membuat Elisa merona,masih sempat-sempatnya Tris menyebut si polos
meliahat istrinya merona membuat Tris menjadi gemas sendiri
"sayang kau percaya kan padaku," tanyak Tris sambil memeluk istrinya
"kepercayaan ku padamu saat ini masih dua puluh persen," ucap Elisa
"sayang kok sedikit amat sih,aku kan sudah jujur aku tak punya hubungan apapun dengan dia," ucap Tris
"karena kau tak pernah mengatakan apapun tentang yang terjadi padamu sehingga aku tak tau tentang dirimu," ucap Elisa
yang membuat Tris terdiam dan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskanya
"baikalah sayang aku akan menceritakan semua tentang diriku tapi sebaiknya kita makan terlebih dahulu,"ucap Tris
sementara itu di kediaman Andrew setelah kepergian Elisa Dangan tris
"sayang kapan jadwal cek kandungan," tanyak Andrew
" bulan depan ," ucap Anita
sementara di sudut dinding tampak Lilis melihat keromantisan Andrew dan Anita membuatnya semakin iri saja
__ADS_1
"oh iya sayang aku ke atas dulu sebentar mau mengambil ponsel aku mau telepon mama dan papa untuk memberitahukan kabar tentang Elisa," ucap anita
"apa tidak sebaiknya kau suruh Lia atau aku saja yang pergi mengambilnya," tanyak Andrew
"aku ingin ganti baju yang lebih longgar," ucap Anita
Anita melangkahkan kaki menuju kamarnya
sementara Lilis yang melihat kesempatan untuk menggoda tuanya datang dengan cemilan dan minuman dengan pakaian yang sangat terbuka
sementara Andrew tak bergeming sama sekali dengan santai membaca koran tanpa peduli Dengan Lilis
membuat Lilis menjadi sangat berani karena berpikir Andrew mempersilahkannya,dengan percaya diri Lilis hendak duduk di pangkuan Andrew
tapi tiba-tiba seseorang menendangnya dari arah samping,tampak Anita dengan baju yang masih sama
benar saja perempuan tersebut berusaha menggoda suaminya bahkan saat Andrew tak menggubris dirinya dia masih nekat hendak duduk di pangkuan Andrew
Anita langsung turun dan menendang Lilis hingga tersungkur di lantai
"berani sekali kau menggoda suamiku," ucap Anita sedangkan Andrew langsung memeluk istrinya
"sabar sayang kau sedang hamil jangan marah-marah kau hanya perlu memberinya pelajaran ," ucapan Andrew sontak membuat anita tersadar dan langsung mengelus perutnya
__ADS_1
"Lia bawa dia ke taman belakang," ucap Anita
dengan sigap Lia memegang Lilis dan membawanya ke taman belakang
kepala pelayan yang mendengar kejadian tersebut langsung mendatangi sang nyonya muda
"maaf nyonya saya tidak tau bahwa akan ada pelayan baru yang selancang dia berani menggoda tuan muda ," ucap kepala pelayan tertunduk malu karena dia merasa telah gagal memilih pelayan
"tidak masalah, sekarang telepon tukang tato," ucap anita,membuat kapal pelayan bingung tapi tetap melakukan yang di inginkan sang nyonya muda
"ikat dia di kursi jangan biarkan dia bergerak berikan aku gunting rambut ," ucap Anita
pelayan langsung memberikan gunting pada Anita
"Lia gunting rambutnya sampai botak ," sontak ucapan Anita membuat Lilis mengeleng tapi beberapa pengawal sudah memegang kepalanya
tak berselang lama datang tukang tato
"tato di jidatnya dengan tulisan pelakor," ucap Anita membuat semua orang begidik ngeri,karena Anita yang biasa lembut bisa sekejam itu
Lilis menagis dengan air mata yang mengalir saat tukang tato Sudah Mentato jidatnya dengan tulisan pelakor
"Anita memangil kepala pelayan,berikan dia uang yang cukup untuk dia hidup setelah itu usir dia ," ucap Anita yang masih kesal dengan sifat Lilis yang tak tau malu.
__ADS_1
para pelayan yang menyaksikan hal tersebut langsung membuang jauh-jauh pikirannya tentang tuan Andrew
jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya