
mobil yang di kemudikan Tris mulai melaju
sementara itu di kampus Desi menikmati suasana kampus seolah-olah tidak pernah terjadi apapun
setelah selesai pelajaran Desi yang akan masuk ke mobil di kejutkan oleh Enda yang menghampirinya
Enda memanggil Desi tapi Desi pura-pura tak mendengar
membuat Enda geram tanpa aba-aba Enda langsung menarik Desi menghadap ke arah ya dan menyiram wajah Desi dengan air keras
Desi yang tak menyadari perbuatan Enda langsung berteriak karena merasakan wajahnya panas bukan main
orang-orang di sekitar langsung menolong Desi dan mengamankan Enda
Desi langsung di larikan di rumah sakit karena wajahnya melepuh untung saja matanya masih dia tutup saat cairan tersebut di siram ke wajahnya
ke dua orang tua Desi langsung di telepon atas musibah yang menimpa anak mereka
begitu tiba di rumah sakit ke dua orang tua Desi sangat terkejut karna muka Desi rusak dan pelakunya adalah sahabat dekatnya sendiri yang biasa bersamanya
sementara Enda merasa puas telah melakukan hal tersebut, apalagi Desi telah menghinanya dengan. memeberikan uang untuk tutup mulut dan menyuruhnya jangan muncul lagi
ke dua orang tua Desi sangat terpukul atas kejadian tersebut
Enda hanya santai tanpa beban saat dia di nyatakan bersalah.
Elisa dan Tris yang baru sampai di villa
__ADS_1
Elisa takjub melihat villa tersebut bahkan dia tak menyadari sedari tadi Tris terus
Tris dengan kesal menarik Elisa masuk sambil membawa tas Elisa
Sampai di dalam villa Elisa kembali berbinar benar-benar membuat Tris langsung
berbisik di telinga Elisia
,"kalau kamu masih seperti ini aku akan menggendong mu dan ku bawa ke kamarku," bisik Tris di telinga Elisa
sontak saja membuat Elisa kembali dari keterkejutannya
Elisa sontak melepas genggaman tangan Tris dan menjauh
sedari tadi dia tak menyadari bahwa tris memegang tangannya
Tris tersenyum begitu melihat Elisa yang langsung menjauhi dirinya
Tris tersenyum
,"mereka sedang di kamar belum keluar,bahkan mereka juga mungkin tidak tau kalau kita sudah sampai," ucap Tris
membuat Elisa menatap tajam Tris dia teringat kejadian semalam saat Tris mengecup bibirnya
,"sebanyak kau jangan mendekat padaku,kau selalu mengambil keuntungan dariku apalagi kau semalam sudah mengambil ciuman pertamaku dan semau itu tak gratis ," ucap Elisa
Tris tersenyum pada Elisa ternyata wanita ini walau otaknya matre tapi sangat polos
__ADS_1
otak Elisa dan mama Anita memang sebelas dua belas penuh dengan uang padahal kedua orang tua Elisa adalah pemilik perusahan obat terbesar dan ayahnya adalah seorang dokter yang memiliki beberapa rumah sakit .
,"memangnya berapa biayanya," ucap Tris
Elisa berpikir,kemudian wajahnya tampak bingung
," aku belum memikirkannya karena nenek hanya mengatakan ganti rugi dalam hal barang dan pekerjaan ," ucap Elisa dengan polosnya
membuat Tris tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Elisa
Anita dan Andrew yang berada di dalam kamar,saat hendak keluar, mendengar tawa Tris
Mereka pun menghampiri Elisa dan Tris
,"ada apa dengan mu kenapa kau tertawa seperti itu," ucap Andrew
Tris yang tadi tertawa langsung mengehetikan tawanya
,"tidak kami tadi membicarakan proses masa depan ," ucap Tris tanpa beban
Elisa langsung berhamburan memeluk Anita
,'apa kau baik-baik saja,...? ucap Elisa sambil melihat wajah sepupunya tersebut
Anita binggung dengan kelakukan sepupunya
,"memang apa yang terjadi sampai kau mengatakan hal tersebut," ucap Anita
__ADS_1
Elisa langsung bernapas lega.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya