
Tris langsung membawa Elisa ke kamarnya
Elisa yang memberontak di dalam dekapan Tris,tapi tak membuat Tris bergeming apalagi tubuh Tris yang tinggi tegap sedang tubuh Elis yang kecil
membuat Tris dengan mudah mengangkat tubuh Elisa Samapi di Dalam kamar Tris langsung mengunci kamarnya
Elisa sangat terkejut dengan perbuatan Tris dia merasa sangat ketakutan atas aksi Tris
saat Tris membuka tangannya dari mulut Elisa
Elisa langsung berteriak.....apa.....yang kau lakukan....!!!, sambil menatap pad Tris dengan kesal
"dengarkan dulu apa yang akan aku katakan , ucap Tris sambil menekan Elisa sampai ke sofa
"aku tak ingin mendengar apapun saat ini aku ingin kembali ke kamarku , ucap Elisa
"aku mohon dengar,aku tak punya kekasih atau mantan kekasih di luar sana,aku hanya......ucap Tris terhenti karena teleponnya berbunyi lagi
Tris berdecak sebal saat melihat siapa
Tris mengabaikan panggilan tersebut bahkan langsung menyingkirkan ponselnya sejauh mungkin
__ADS_1
sedangkan Elisa berusaha melepaskan diri dari Tris
"berhenti bergerak atau aku akan melakukan sesuatu padamu,sontak ucapan Tris membuat nyali Elisa menciut
"aku tak punya kekasih itu yang harus kau tau dan aku menyukaimu, ucap Tris sambil menatap Elisa
Elisa yang mendengar ucapan Tris mematung seketika mulutnya terasa kaku setelah mendengar ungkapan perasaan tris
Tris yang melihat Elisa mematung langsung tersenyum dan menatap wajah Elisa yang sangat pucat atas pengakuannya
tapi bunyi ponsel Tris mengembalikan kesadaran Elisa dan menatap Tris saat ponsel yang berbunyi tersebut tak di angkat oleh Tris
Tris mengambil ponselnya matanya terbelalak saat melihat panggilan tersebut dari tani padahal panggilan yang pertama tadi dari Andrew kenapa sekarang jadi Tania
Tris melihat ponselnya terus melihat ke arah Elisia,maju mundur kenak pikir tris
apalagi Tania sangat agresif dan terus mengejar Tris walaupun Tris sudah menolaknya,Tris mendekati tani hanya untuk bisa mendapatkan informasi setelah itu Tris berusaha menghindar dari tani tapi wanita itu tak mengenal kata menyerah
Tris nampak berpikir
akhirnya Tris mengakat telepon tersebut
__ADS_1
"Maaf apa benar anda tuan Tris teman nona tani,nona Tania sedang kecelakaan dan kami membawanya ke rumah sakit terdekat,kami menelpon nomor ini karena di sini tertulis suami masa depan , sontak saja ucapa terakhir dari si penelepon merupakan pukulan terakhir bagi tris
Elisa langsung merampas kunci yang ada di tangan Tris dan membuka pintu lalu pergi ke kamarnya dengan wajah penuh dengan amarah
semetara Tris mengaruk kepalanya frustasi,sedangkan orang yang meneleponnya, menunggu jawaban
" tuan coba cari saja no telepon orang tuanya soalnya saya sedang berada di luar kota , ucap tris dengan kesal, bisa-bisanya orang tersebut menelepon di saat yang tidak tepat
sementara di tempat lain tampak seorang wanita sedang berada dalam ruangan rumah sakit bersama seorang pria yang tadi di suruh nya menelepon
"bagmana apa dia mau kesini, ucap wanita tersebut
" dia menyuruh ku menghubungi ke dua orang tuamu, soalnya dia sedang di luar kota,ucap pria tersebut
"bagaimana mungkin menurut informasi dari orang suruhan ku dia berada di salah satu villa pribadi di pinggir kota yang jaraknya cukup dekat dari sini , ucap wanita tersebut
membuat pria tersebut hanya diam dan menaikan bahunya tak tau
sementara itu Tris terlihat sangat frustasi apalagi tadi Elisa tampak sangat marah padanya.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1