Simpanan Kontrak Kaisar Kejam

Simpanan Kontrak Kaisar Kejam
tolakan lamaran


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Seorang gadis melipatkan kedua tangannya, dari tadi ia berusaha membangunkan Kaisar Cristoffer, mulai dari menepuk pipinya, mencubit pipinya, menarik hidungnya bahkan ia sempat membangunkan Kaisar Cristoffer duduk. Namun sayang, tenaganya tidak kuat. Seakan yang di angkat bukan manusia tapi batu.


"Baginda, woy woy bangun." Teriak Ava kesal. "Hais, kenapa dia harus tidur di sini? menyiksa ku saja?" sungut Ava.


"Baiklah," Ava berdecak pinggang. "Tidak mau bangun kan." Ava mendekatkan bibirnya ke telinga Kaisar Cristoffer. "Kebakaran." Teriak Ava.


Dengan sigap laki-laki di depannya bangun berdiri, ia langsung menarik lengan Ava. Dia tidak tau apa yang terjadi, dalam otaknya dia harus menyelamatkan Ava.


"Tunggu dulu." Ava menghempaskan tangan Kaisar Cristoffer yang berada di ambang pintu.


"Cepat Ava, aku harus menyelamatkan mu." Kaisar Cristoffer tak mau tau, ia kembali menarik lengan Ava. "Cukup ! tidak ada yang kebakaran Baginda. Hamba hanya usil saja." Ucap Ava merendahkan suara sambil melirik lalu tertawa terpingkal-pingkal.


"Ava !" Kaisar Cristoffer sadar jika dirinya lagi-lagi dikerjai oleh Ava.


Ava memegangi perutnya, ia tidak bisa menahan wajah panik dan linglung Kaisar Cristoffer.


Kaisar Cristoffer melihat semua orang yang sedang berkumpul melihatnya. Mereka menunduk menahan tawa, tidak mungkin mereka tertawa di depan sang penguasa. Takut di bilang tidak sopan. Kaisar Cristoffer pun menarik lengan Ava memasuki kamarnya kembali. Dia tidak bisa menahan urat malunya. Seumur hidup baru kali ini dia di permalukan oleh seseorang dan lebih itu adalah seorang gadis.

__ADS_1


"Berani mengerjai ku." Kaisar Cristoffer mendorong tubuh Ava ke arah kasur dan langsung menidihnya.


"Baginda."


"Gadis kecil seperti mu berani mengerjai ku." Kaisar Cristoffer mencium bibir Ava dan **********. Meresap air ludah Ava yang manis di mulutnya.


Cup


Kaisar Cristoffer mendaratkan ciuman kening di dahi Ava. Dia mengecup kening itu sepenuh hati dan menumpahkan kasih sayangnya lalu menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Ava.


"Baginda." Ava merasakan geli. Dia ingin menghindar, akan tetapi Kaisar Cristoffer memeluknya begitu erat. Enggan untuk melepaskan diri dari hangatnya tubuh Ava.


"Kamu tau, aku tersiksa tadi malam." Keluh Kaisar Cristoffer mencium leher Ava. Memberikannya tanda kissmark.


"Itu karna Baginda yang tidak bisa menahannya." Balas Ava tak terima. Bukan dirinya yang di salahkan. Seharusnya juniornya saja yang di salahkan, masuk lubang sana sini.


"Ava ayo kita pulang, aku ingin menikah dengan mu."


Perkataan Kaisar membuat jantung Ava berdegup kencang. Dalam hidupnya ia tidak pernah di lamar orang lain. Tetapi kali ini dia di lamar oleh penguasa dan anehnya lagi dia di lamar dalam kondisi tidur seranjang dan berpelukan.

__ADS_1


"Ava." Kaisar Cristoffer bangun, ia melihat wajah Ava yang begitu cantik tanpa riasan apa pun.


"Kamu berbeda Ava dari sebelumnya, itu lah yang membuat ku jatuh cinta pada mu. Dulu bola mata ini, enggan menatap ku. Tetapi sekarang bola mata ini seakan memangsa ku jika aku bersalah. Ava mari kita menikah."


"Aku tidak mau." Dengan cepat Ava mendorong tubuh Kaisar Cristoffer.


Kaisar Cristoffer tidak ingin beranjak pergi, ia masih ingin berlama-lama meminta penjelasan.


"Kenapa Ava?"


"Karna Baginda sudah memiliki Permaisuri. Aku tidak ingin menyakitinya. Walaupun aku tau sikapnya yang berbuat semena-mena." Jawab Ava memalingkan wajahnya ke sembarangan arah. Ia tidak ingin melihat bola mata Kaisar Cristoffer yang mau memakannya hidup-hidup.


"Aku sudah bilang Ava, aku tidak..."


"Tidak mencintainya, lalu kenapa dulu bisa menikahinya?"


"Aku tidak tau Ava, tapi sekarang aku bersungguh-sungguh. Aku ingin menikah dengan mu." Ujar Kaisar Cristoffer keyakinan.


"Aku tidak ingin membahasnya, sebaiknya Baginda cepat sarapan." Ujar Ava beranjak berdiri. Sekilas dia melirik Kaisar Cristoffer lalu pergi meninggalkannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2