
"Sebaiknya kita membuat tenda di sini." ujar Kaisar Cristoffer melihat ke atas langit yang mulai gelap. Selama di perjalanan, menyelusuri hutan itu. Kaisar Cristoffer tidak menurunkan tubuh Ava sama sekali. Meski beberapa kali Ava mintak di turunkan.
"Baik Baginda." ujar Leon mengisyaratkan kepada kesatria dan pengawalnya agar membuat tenda untuk bermalam.
Kaisar Cristoffer duduk di sebuah pohon yang sudah roboh. Ia masih setia mendekap tubuh mungil Ava yang sudah tidur.
"Menggemaskan." Kaisar Cristoffer mencubit hidung Ava membuatnya terkekeh geli. Lalu mengusap kepalanya dengan lembut.
Auntum hanya menunduk dengan melirik tingkah laku Kaisar Cristoffer yang sangat menyayangi Ava. Beberapa kali dalam hatinya bersyukur, Ava di pertemukan dengan seorang laki-laki yang begitu tulus mencintainya.
Satu jam lebih Kaisar Cristoffer menunggu. Kini ada lima tenda di depannya. Tenda yang lumayan besar untuk dirinya dan Ava. Sementara tenda kecil lainnya untuk Leon, Auntum dan kesatria sekaligus prajuritnya.
"Silahkan Baginda." ujar Auntum yang telah selesai membereskan bagian dalam tenda Kaisar Cristoffer.
Kaisar Cristoffer pun membaringkan tubuh Ava dengan hati-hati. Badannya juga merasa pegal. Menggendong Ava seharian. Untung saja ia terus melatih ototnya menjadi kuat.
__ADS_1
"Leon aku ingin istirahat dulu." ujar Kaisar Cristoffer.
"Baik Baginda,"
Kaisar Cristoffer mengecup kening Ava dengan dalam. Kemudian ia ikut menjatuhkan kepalanya di bantal itu. Lalu memeluk tubuh Ava dan ikut terhanyut ke dalam mimpinya.
Sementara tak jauh dari sana. Terlihat tiga orang yang mengawasi Kaisar Cristoffer dan rombongannya dari tadi. Ketiga orang itu penasaran. Karena mencium darah werewolf tapi sangat asing baginya. Sejak tadi mereka sudah mengetahui ada seseorang yang masuk ke dalam wilayah mereka. Pada saat itu mereka berniat ingin menyerang. Namun di urungkan saat melihat rombongan Kaisar Cristoffer yang tidak berniat jahat.
"Sebaiknya kita melaporkannya pada Raja." ujar salah satu laki-laki menatap kedua temannya yang di balas anggukan.
Mereka pun mengubah wujudnya dan berlalu pergi.
"Sepertinya dia sudah datang," Pria paruh baya itu pun turun dari singgasanahnya. Langkah demi langkah ia turun dari tangga itu di iringi senyuman yang tak biasa.
"Cucu ku telah datang. Aku yakin dia cucu ku. Anak dari putri ku yang telah lama meninggalkan istana ini. Mungkin saja, putri ku sudah mengatakannya sampai putranya mencari ke hutan ini."
__ADS_1
"Kalian cepat temui mereka. Bawa mereka kesini." perintah paruh baya itu.
Ketiga orang itu pun membungkuk hormat, menjalankan perintah sang raja.
Sesampainya di depan tenda itu, semua orang terkejut melihat tiga werewolf. Leon dan para kesatria siap siaga menyerang dan melindungi Kaisar Cristoffer.
Aaaa
Teriak Auntum membangunkan Kaisar Cristoffer dan Ava. Kedua orang itu pun keluar dari tenda mereka. "Ba-baginda, Ava meremas lengan Kaisar Cristoffer dengan erat."
"Jangan takut !" Kaisar Cristoffer memeluk Ava. Lalu melihat ketiga hewan itu. "Apa mau kalian?"
Ketiga hewan itu pun berubah menjadi manusia dengan bola mata berwarna biru dan taring tajam di bibir mereka. Ketiga orang itu memberikan hormat. "Selamat datang Pangeran, kami semua telah menunggu kedatangan Pangeran. Silahkan ikut kami Pangeran."
"Maksud kalian apa? dan siapa Pangeran?" tanya Kaisar Cristoffer kebingungan.
__ADS_1
"Ikutlah dengan kami, Raja akan menjelaskannya." ujar ketiga orang itu. Lalu kembali menjadi Werewolf. Kaisar Cristoffer menatap ke arah lainnya. lalu menganggukkan kepalanya.
Mereka berhenti di depan sebuah gua. Kaisar Cristoffer dan Ava melihat sekelilingnya. Saat ketiga orang itu melangkah. Namun Kaisar Cristoffer diam, ketiga orang itu menoleh. "Jangan takut, kami tidak akan mencelakai Pangeran." ujar mereka meyakinkan.