Simpanan Kontrak Kaisar Kejam

Simpanan Kontrak Kaisar Kejam
part 44


__ADS_3

Sehari semalam Kaisar Cristoffer menjaga Ava. Sejengkal pun dia tidak pernah meninggalkan Ava. Bahkan makan pun di antarkan oleh Auntum. Kaisar Cristoffer menghela nafas, ia hanya melirik ke arah nakas yang tak di sentuh sama sekali pun. Sudah tiga kali para pelayan mengubah hidangan itu. Namun sama saja, ia tidak berselera. Perutnya tidak merasa lapar sedikit pun.


"Sayang, sadarlah." Kaisar Cristoffer memejamkan matanya. Ia menempelkan tangan Ava ke dahinya. Rasa lelah itu tiba-tiba sirna begitu saja. Saat tangan lembut menyentuh kepalanya.


"Emmm"


Ava membuka matanya, ingatan itu kembali masuk ke dalam pikirannya. "Ayah." Gumamnya.


Ava berniat turun. Namun tangannya merasakan sesuatu yang hangat yang sedang menggenggamnya. "Baginda." Ava beringsut duduk. Ia menempelkan bantal ke sisi ranjang itu. Lalu menyandarkan punggungnya.


Ava memejamkan matanya, ia menatap langit-langit. Lalu beralih ke arah Kaisar Cristoffer yang tertidur pulas. "Apa dia seharian menjaga ku? hingga membuatnya kelelahan."


"Apa dia sangat mengkhawatirkan ku?"


"Ava jangan menangis." Kaisar Cristoffer mempererat genggamannya. Sebutir air keluar dari matanya.


"Apa Baginda mengigau karena mengkhawatirkan ku?" Ava merasa bersalah, benar hatinya merasa bersedih. Tidak seharusnya dia membuat khawatir semua orang dan lebih lagi, orang terdekatnya.

__ADS_1


"Maaf Baginda." Ava mencium kepala Kaisar Cristoffer dan mengelus kepalanya.


Sedangkan Kaisar Cristoffer yang merasakan sentuhan seseorang. Ia langsung membuka matanya. "Sayang."


"Sayang apa kamu menginginkan sesuatu?"


Ava menunduk, air matanya tak bisa di tahan lagi. Kaisar Cristoffer pun memeluk Ava yang semakin terisak itu. "Aku mau Ayah,"


Kaisar Cristoffer merasa terpukul. Hatinya tidak kuat melihat Ava menangis. Bahkan bertambah sakit melihat orang yang di cintainya mengeluarkan air mata. "Sayang, Ayah sudah tenang disana."


"Aku mau Ayah, ini pasti ada yang mencelakai Ayah. Saat kita pergi dari istana kondisi Ayah sangat baik. Tidak mungkin, pasti dia membenci ku." Ava semakin mengeratkan pelukannya sampai baju Kaisar Cristoffer telah basah karena air matanya.


Ava melepaskan pelukannya. Apa dia tidak salah dengar. Dia hamil anak Kaisar Cristoffer.


"Benar kamu lagi hamil." Kaisar Cristoffer menghapus air mata di pipi Ava menggunakan dua jempolnya. "Kuatkan hati mu," Kaisar Cristoffer kembali memeluk Ava. "Terimakasih sayang, aku akan menjadi Ayah." Dia mencium kening Ava berkali-kali. Dia senang, setidaknya Ava tidak terlalu sedih karena kehilangan Ayahnya.


"Baginda."

__ADS_1


"Sudah sayang, jangan menangis. Kamu lapar, aku akan menyuruh pelayan membuatkan makan malam untuk mu."


"Aku tidak lapar."


"Jangan bilang tidak lapar, kamu tak sadarkan diri seharian. Bahkan sekarang sudah jam berapa. Tunggu di sini, aku akan memanggilkan pelayan." Kaisar Cristoffer melangkahkan kakinya dengan lebar. Dengan tergesa-gesa Kaisar Cristoffer ke dapur istana.


"Siapkan makan malam untuk Ratu." perintah Kaisar Cristoffer membuat pelayan dapur yang sedang membersihkan dapur sontak terkejut. Mereka tidak salah lihat, seorang penguasa menginjakkan kakinya di dapur. Para pelayan saling menatap, lalu kembali menetralkan wajahnya.


"Cepat lakukan, jangan sampai Ratu ku lapar." Bentak Kaisar Cristoffer yang belum menyadari kedatangannya membuat heboh.


"Baginda ada apa?" tanya Leon keheranan. Tadi saat berkeliling tanpa sengaja ia melihat Kaisar Cristoffer berlari kecil ke arah dapur.


"Ratu ku pasti lapar."


Hah,


Leon terkejut, demi Ratu Kaisar Cristoffer bahkan menginjakkan kakinya di dapur. Benar-benar masuk dalam sejarah pikir Leon.

__ADS_1


"Cepat awasi mereka, jangan sampai terlambat." ujar Kaisar Cristoffer berlalu pergi.


Leon masih mematung, tidak mungkin Kaisar Cristoffer bertindak bodoh. Kaisar yang Arogant itu, ya malam ini adalah malam sejarah. Tidak ada seorang Kaisar yang menginjakkan kakinya di dapur.


__ADS_2