Simpanan Kontrak Kaisar Kejam

Simpanan Kontrak Kaisar Kejam
Tidak percaya


__ADS_3

"Apa Baginda ingin mengatakan sesuatu?" tanya Ava seraya memeluk Kaisar Cristoffer.


"Tidak ada." Jawab Kaisar Cristoffer. Ia belum siap mengatakan sesungguhnya. Ketakutan itu terasa nyata di hatinya. Kaisar Cristoffer memeluk Ava, ia tidak ingin berpisah walaupun hanya sedetik dengan Ava.


"Sebaiknya Baginda istirahat," Ava berjinjit, mencium singkat kening Kaisar Cristoffer.


"Temani aku tidur." Kaisar Cristoffer memeluk Ava. Ia berjalan mundur dalam pelukan Ava. Tanpa melepaskan pelukannya.


"Baginda jangan seperti ini." Ava melepaskan pelukan Kaisar Cristoffer. Sebucin-bucinnya orang, tidak harus berpelukan seperti ini.


"Aku tidak mau,"


Ava menarik nafasnya, ia mendorong Kaisar Cristoffer dengan kasar. Tanpa sadar Kaisar Cristoffer menarik tangannya sampai membentur dada bidangnya itu.


"Biarkan seperti ini, aku mencintai mu Ava."


Rasanya setiap hari Kaisar Cristoffer mengatakan cinta dan cinta. Namun hatinya masih belum merasakan apa pun. Ava berfikir jika hatinya hanyalah kasihan bukan cinta.


"Telinga ku bosan mendengarkan Baginda mengatakan cinta dan cinta." Kesal Ava.

__ADS_1


Deg


Hati Kaisar Cristoffer begitu sakit, ternyata Ava masih belum mencintainya dan mempercayainya. "Apakah begitu sulit bagi mu mempercayai ku, Ava?" Kaisar Kristoffer mendorong tubuh Ava. Lalu beranjak turun.


"Tunggu Baginda," Ava menahan lengan Kaisar Cristoffer. "Maaf jika hamba menyinggung Baginda, tapi percayalah. Hamba akan berusaha mencintai Baginda. Seharusnya Baginda tau, bukan hal mudah membagi suami." Ava melepaskan genggamannya, ia turun dan meninggalkan Kaisar Cristoffer.


"Ava tunggu !" Kaisar Cristoffer menyusul langkah Ava.


Sementara Ava mempercepat langkah kakinya. Bagaimana mungkin dia mempercayai Baginda? sementara dia belum melepaskan Permaisuri. Dia takut seperti Drakor yang sering ia tonton.


brak


Ava menutup pintu kamarnya dengan kasar. Ia menyandarkan punggungnya di belakang pintu itu.


"Hamba tidak pernah mempercayai Baginda selama Baginda belum bisa melepaskannya."


"Ava bukan seperti itu maksud ku. Cobalah mengerti ini pernikahan politik."


"Berarti hamba tidak berarti dari pada kekuasaan Baginda. Jika seperti itu, hamba ingin membatalkan.."

__ADS_1


"Mati pun aku tidak akan membatalkannya Ava. Sekali lagi kamu mengatakan seperti itu. Aku akan menghukum mu Ava." Ucap Kaisar Cristoffer dengan mengeraskan rahangnya. "Aku tidak akan melepaskan mu Ava. Baiklah, kamu istirahat. Besok adalah hari pernikahan kita."


Kaisar Cristoffer pun pergi dengan hati kecewa. Kecewa pada dirinya sendiri yang tak bisa mengontrol emosinya. Seharusnya dia mengerti, Ava masih belum mempercayainya karna masih ada Permaisuri.


Ava aku mohon tolong mengertilah batin Kaisar Cristoffer.


"Baginda." Sapa Permaisuri Berlia dengan lembut.


Hemm


Kaisar Cristoffer mengangguk kemudian melewatinya. Ia lelah, tidak ingin memperburuk hubungannya dengan Ava. Ia harus bisa menjaga jarak lebih dulu dengan Permaisuri Berlia.


"Maafkan hamba Baginda, hamba kasar pada Ava. Mulai hari ini hamba akan menerima Ava sebagai istri Baginda, sekaligus sebagai saudara hamba." Ujar Permaisuri Berlia tersenyum licik.


Jika aku tidak bisa membuat Baginda menjauh dari mu, setidaknya aku harus bisa menghilangkan kepercayaannya pada mu Ava.


"Apa kamu tulus mengatakannya? apa tidak ada maksud lain?" tanya Kaisar Cristoffer. Tentu saja dirinya tak akan semudah itu mempercayai Permaisuri Berlia. Beberapa tahun dia sudah paham tentang sifat Permaisuri Berlia, tidak akan mudah baginya memaafkan orang.


"Aku tidak mempercayai mu."

__ADS_1


"Terserah Baginda percaya atau tidak, hamba jujur ingin berdamai."


Kaisar Cristoffer mengabaikannya, dia tidak akan percaya semua kata halus yang keluar dari mulut Permaisuri Berlia.


__ADS_2