Simpanan Kontrak Kaisar Kejam

Simpanan Kontrak Kaisar Kejam
part 36


__ADS_3

"Ava," panggil Kaisar Cristoffer dengan gugup. Ia berjalan ke arah Ava yang sedang asik bercanda dengan Ayahnya.


Ava memberi hormat di ikuti sang Ayah dan pelayan lainnya.


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada mu," jantung Kaisar Cristoffer semakin berdebar. Ia takut Avanya langsung marah dan mendiaminya. Sepanjang perjalanan ia memikirkan perkataan Permaisurinya itu.


"Ayah Ava pamit dulu."


Sesampainya di ruang kerjanya, Kaisar Cristoffer meremas obat di tangannya. Apa dia harus jujur? bagaimana jika Ava tidak mau menerimanya?


"Ratu, aku tidak ingin memiliki anak." Kaisar Cristoffer mengatakan singkat dan tegas.


Deg


Hati Ava terasa nyilu. Ia menatap ke arah Kaisar Cristoffer, mencari tau apa benar perkataannya berasal dari hatinya.


Ava memalingkan wajahnya, amarahnya harus ia tahan. Pikirannya harus mengalahkan amarah itu.


"Apa Baginda memiliki masalah? jika pun benar mari kita selesaikan bersama Baginda." tawar Ava, mana mungkin dia akan meninggalkan Kaisar Cristoffer sementara hatinya sekarang merasa tidak ingin jauh darinya.

__ADS_1


"Aku tidak memiliki masalah apa pun. Aku tidak ingin memiliki anak dengan mu dan aku ingin menikah lagi."


"Cukup Baginda. Apa hubungan kita tidak berarti? apa Baginda tidak ingin menjelaskan sesuatu? dan tentang kutukan itu. Hamba sudah mengetahuinya."


Kaisar Cristoffer menatap Ava tanpa berkedip. Matanya mulai menggenang. Bagaimana dia tau? apa yang harus dia lakukan sekarang?


"Tanpa sengaja hamba mendengarkannya sebelum pernikahan kita di laksanakan. Jika Baginda ingin menikah lagi, silahkan tapi ceraikan hamba dulu."


"Apa kamu tidak akan menerima ku?" kilah Kaisar Cristoffer, sedih dan sakit saat Ava mengatakan cerai. Debarannya jantungnya seketika berhenti berdetak.


"Jika hamba tidak menerima Baginda, apa mungkin hamba menikah dengan Baginda? hamba diam saja, karna hamba ingin Baginda mengatakan yang sejujurnya. Bukan malah seperti ini, memperburuk hubungan." Ava melihat ke arah tangan kanan Kaisar Cristoffer yang memegang botol kecil. "Apa obat itu pencegah kandungan? lain kali jangan melakukannya, jika tidak aku bisa marah. Jujur saja hamba kecewa." Ava membalikkan badannya, ia duduk di sofa itu.


Ava memeluk Kaisar Cristoffer, ia menepuk bahunya. Mencium keningnya, "Baginda tidak akan kehilangan diriku. Mari kita cari solusinya. Jika Baginda seperti ini, tidak akan menyelesaikan masalah. Justru memperburuk masalah. Sebaiknya Baginda tidak perlu memikirkannya lagi. Apa Permaisuri yang menyuruh Baginda menikah?"


Kaisar Cristoffer mengangguk, tidak ada hal lagi yang ia harus sembunyikan.


"Mulai sekarang apa pun yang di katakan Permaisuri. Katakanlah dengan jujur pada hamba. Ini semua demi kebaikan kita. Apa Baginda tidak ada niatan untuk bercerai dengan Permaisuri?"


"Berikan aku waktu Ava, aku tidak mungkin menceraikannya tanpa sebab."

__ADS_1


Ava mengangguk, kemudian mencium bibir Kaisar Cristoffer. ********** dengan lembut dan menyesapinya.


"Kamu menggoda ku," Kaisar Cristoffer membalas ciuman Ava seraya berdiri menjatuhkan tubuh Ava di sofa itu.


"Sepertinya begitu."


Kaisar Cristoffer menyingkapi gaun Ava, ia kemudian membuka pengait celana itu. Juniornya sudah menegang sejak tadi. Tangan Kaisar Cristoffer ingin membuka gaun Ava namun di hentikan oleh Ava karna ia tidak ingina da seseornag yang tiba-tiba masuk.


"Baginda biarkan seperti ini, bagaimana jika ada yang masuk." ujar Ava yang menahan hasratnya.


"Leon, jangan sampai ada yang masuk." titah Kaisar Cristoffer. Tanpa berfikir panjang. Kaisar Cristoffer membuka pengait gaun di belakang Ava.


Kaisar Cristoffer menelan ludahya melihat dua bongkahan itu. Kaisar Cristoffer menghujami ciuman di ke dua bongkahan itu sambil memasukkan juniornya ke milik Ava. Ia hentakan pinggulnya lalu menggoyangkannya. Ava mendesah, ia memegang kuat-kuat bahu Kaisar Cristoffer.


"Argh !! Ava."


"Cristoffer."


Kaisar Cristoffer terus menghentakkan miliknya, dengan lembut dan singkat. Semakin gairah itu membuncah di benda itu, semakin dia melajukannya dengan kencang. Sampai ia ambruk di atas tubuh Ava.

__ADS_1


__ADS_2