Simpanan Kontrak Kaisar Kejam

Simpanan Kontrak Kaisar Kejam
Menjadi Istri Kedua Ku


__ADS_3

Sesampainya di istana.


Ava turun lebih dulu, lalu pergi tanpa meninggalkan pesan pada Kaisar Cristoffer yang hendak berbicara dengannya.


"Baginda." Leon ingin memanggil Ava, Kaisar Elios pun memberikan kode. Agar membiarkan Ava pergi bersama sang Ayah dan Auntum.


"Berikan kamar yang terbaik untuk Ayah mertua ku dan juga Ava."


"Baik Baginda," ujar Leon, ia sendiri yang akan turun tangan sesuai perintah Kaisar Cristoffer.


"Nona Ava akan tinggal di istana utama." Ujar Leon tiba-tiba sudah berada di belakang Ava.


"Aku tidak ingin tinggal di istana utama. Biarkan saja Ayah tinggal bersama ku." Tolak Ava dengan halus.


"Ava jangan menolak ku," ujar Kaisar Cristoffer, tadinya dia ingin pergi menemui Permaisuri Berlia dan ingin membahas pernikahannya dengan Ava. Tapi karna merasa khawatir Ava menolaknya untuk tinggal di istana utama. Ia langsung menyusulnya dan dugaannya benar. Ava tak berniat menikah atau pun tinggal di istananya.


"Ava, jangan seperti itu. Jangan menolak permintaan Baginda." Timpal Ayah Ava.


"Baiklah terserah Ayah." Ava mengalah, hanya demi Ayahnya yang tidak ingin berdebat.

__ADS_1


"Baiklah aku akan membahas pernikahan kita dengan Permaisuri." Ujar Kaisar Cristoffer seraya tersenyum.


Setiap langkah Kaisar Cristoffer di iringi senyuman. Sebentar lagi, sebentar lagi dia akan memiliki Ava seutuhnya. Ava tidak akan bisa pergi dari hidupnya. Dia akan menggenggam hidup Ava dengan erat-erat. Bahkan dewa pun tidak akan pernah bisa memisahkannya.


Kaisar Cristoffer membuka pintu itu, ia mencari keberadaan Permaisuri Berlia.


"Baginda." Sapa seorang wanita berlari kecil memeluknya begitu erat. Dia rindu dengan Kaisar Cristoffer, wangi tubuhnya dan kehangatannya.


"Hamba merindukan Baginda."


Kaisar Cristoffer menepuk punggung Permaisuri Berlia, ia melepaskan pelukannya. "Permaisuri ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu," ucap Kaisar Cristoffer serius.


"Aku ingin menikah dengan Ava, aku ingin dia menjadi istri kedua ku." Ucap Kaisar Cristoffer tersenyum.


Permaisuri Berlia membeku, matanya berkaca-kaca. Hatinya bagaikan tertusuk ribuan pisau bahkan pisau itu sampai mengirisnya sedikit demi sedikit meninggalkan luka yang amat perih.


Permaisuri Berlia memundurkan langkah kakinya, ia menahan sesak di dadanya.


"Apa maksud Baginda?" Permaisuri Berlia masih menahan sesak itu. Dia yakin pendengarannya pasti salah. Tidak mungkin orang yang di cintainya pindah ke lain hati.

__ADS_1


"Permaisuri maaf, tapi aku menginginkan Ava. Aku ingin dia menjadi istri ku." Ujarnya lagi dengan wajah menunduk. Ada rasa malu di hatinya, tapi ia tidak ingin terlambat, ia takut Ava akan diambil orang lain.


"Jangan katakan itu Baginda, katakan setelah Ava hamil Baginda akan meninggalkannya, menceraikannya." Teriak Permaisuri Berlia. "Aku tidak mau di duakan." Ucapnya sambil menangis.


"Aku minta maaf Permaisuri, aku pantas di hukum. Tapi aku tidak bisa menghilangkan perasaan ku pada Ava."


"Tidak ! Aku tidak akan pernah menyetujuinya." Permaisuri Berlia menangis tersedu-sedu. "Apa Ava akan menerima Baginda, jika dia tau semua rahasia Baginda. Selama ini hambalah yang menerima Baginda. Belum tentu Ava mau menikah dengan Baginda karna kutukan itu."


Kaisar Cristoffer menunduk, selamanya dia akan merahasiakannya dan untuk masalah anak, ia akan membuat Ava meminum ramuan supaya tidak hamil.


"Ava akan meninggal jika dia memiliki anak dengan Baginda. Ava tidak akan menyetujuinya, lagi pula siapa yang akan menerima suami menjadi seekor serigala." Ucap Permaisuri Berlia, ia harus meyakinkan Kaisar Cristoffer agar membuang ketertarikannya dengan Ava. Dia tidak ingin berbagi seorang suami. Sudah cukup baginya berbagi di tempat tidur.


Permaisuri Berlia memalingkan wajahnya, "Pikirkanlah Baginda." Lirihnya.


Kaisar Cristoffer diam, ia berlalu pergi tanpa kata sepatah apa pun. Perkataan Permaisuri Berlia menusuk hatinya. Dia tidak memikirkan ke arah sana. Dalam hatinya yang paling dalam hanya menginginkan Ava sepenuhnya menjadi miliknya.


Sedangkan di depan pintu, Ava tertegun mendengarkan perkataan mereka. Awalnya Ava ingin membicarakannya lagi, ia ingin menolak tinggal istana utama. Dan untungnya tidak ada siapa pun di depan kamar Permaisuri Berlia. Sampai dia mendengarkan semuanya.


"Kutukan." Gumam Ava yang langsung berlari kecil. Saat mendengarkan langkah kaki yang mulai mendekat ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2