Simpanan Kontrak Kaisar Kejam

Simpanan Kontrak Kaisar Kejam
Resmi


__ADS_3

Hari pernikahan pun telah tiba.


Terlihat seorang gadis cantik yang menatap wajahnya di cermin yang ada di depannya itu. Ia memperhatikan Auntum yang menata rambutnya. Tubuhnya pun, kini terbalut dengan gaun berwarna biru. Dengan kerlap kerlip mutiara putih. Ava menghirup oksigen sedalam-dalamnya. Jantungnya berdetak tidak karuan, hari ini dia akan resmi menyandang status menjadi seorang istri kedua dari Kaisar.


"Hormat hamba, Ratu." Ava menoleh, ia merapatkan bibirnya agar bisa menahan rasa terharunya itu. Ia berlari ke arah pria paruh baya yang berada di ambang pintu.


"Kenapa Ayah harus memberikan hormat." Ava berjongkok di iringi air matanya itu.


"Mulai sekarang kamu sudah resmi menjadi Ratu."


Ava menggelengkan kepalanya, statusnya bukalah apa-apa. Laki-laki yang ada di depannya tetaplah Ayahnya. Tidak akan menghapus apa pun. Sekali pun dirinya menjadi seorang istri dari Kaisar.


"Ayo, acaranya sudah hampir di mulai."


Ava menarik nafasnya, lalu berjalan di iringi para pelayan. Saat pintu aula itu terbuka lebar. Semua mata tertuju pada Ava, cantik. Itulah yang di katakan para bangsawan. Kecantikan Ava mampu menyaingi kecantikan Permaisuri Berlia. Selama ini, Permaisuri Berlia begitu sombongnya mengatakan jika dirinya lah yang paling cantik.


Para bangsawan wanita sudah tau identitas Ava yang dulunya menjadi pelayan. Dan kini statusnya telah berubah, menjadi putri Duke dan istri dari Kaisar Cristoffer. Tidak hanya kecantikannya, status Ava yang telah berubah juga mampu menyaingi Permaisuri Berlia.


Acara itu pun begitu meriah, Kaisar Cristoffer tidak segan menghabiskan banyak biaya mengeluarkan hidangan yang sangat enak dan istimewa.


.


.

__ADS_1


.


Angin menyeludup masuk melalui jendela, bulan bersinar terang. Di meja rias itu, terlihat seorang wanita yang tengah menyisir rambutnya dan menunggu kedatangan suaminya itu.


krek


Pintu itu pun terbuka. Kaisar Cristoffer menutup kembali pintu itu. Lalu berlari kecil menghampiri Ava. Sejak tadi juniornya tidak bisa di ajak kompromi, setiap bersama Ava selalu menegang.


Ava berdiri, ia menyambut Kaisar Cristoffer yang memeluknya. Tanpa berfikir panjang Kaisar Cristoffer mencium mulut Ava setiap sudutnya. Lidahnya bermain.


Tangannya bergerilya membuka baju tidur Ava. Ia melepaskan ikatan pinggang pakaian itu. Dalam sekali tarik pakaian Ava terjatuh, menyisakan kain pembungkus benda kenyal berwarna merah dan penghalang area intimnya.


Begitu pun Ava, sudah melepaskan baju tidur Kaisar Cristoffer yang polos tanpa penghalang apa pun.


"Cristoffer." Ava mengalungkan tangannya, ia mencium mulut Kaisar Cristoffer.


Kaisar Cristoffer membuka penghalang benda kenyal itu, ia meremas kedua benda kenyal itu. Desahan itu lolos keluar dari mulut Ava.


Kaisar Cristoffer mendorong tubuh Ava ke ranjangnya, nafasnya memburu ia tidak tahan melihat keindahan setiap lekukan tubuh Ava yang putih mulus itu.


Kaisar Cristoffer begitu agresif, ia kembali mencium bibir Ava, kali ini dia lebih memperdalam ciumannya yang sangat panjang. Sudah puas di mulut Ava, Kaisar Cristoffer turun ke leher jenjangnya, ia mencium leher Ava memberikan tanda cintanya.


Kaisar Cristoffer menghentikan aksinya, nafas Ava memburu, aliran darahnya terasa panas dingin.

__ADS_1


Kaisar Cristoffer langsung mencium kedua buah benda kenyal itu bergantian. Perlahan lahan junior Kaisar Kristoffer memasuki area Ava.


Kaisar Kristoffer masuk dengan lembut, ia yakin Ava pasti kesakitan. Saat malam pertama dengan Permaisuri Berlia, ia sampai menangis.


Kaisar Cristoffer kembali mencium bibir Ava, air mata itu mengalir. Tanpa sadar ia mencakar punggung Kaisar Kristoffer karna merasakan kesakitan di bawah sana.


"Sayang." Kaisar Kristoffer tidak tega, ia menjilat air mata Ava yang turun di pipinya itu.


"Sakit." Lirih Ava.


"Sabar sayang, hanya sebentar." Kaisar Kristoffer mencium bibir Ava dengan lembut. Sementara di bawah, ia lajukan dengan lembut dan lambat.


Desahan itu lolos keluar dari mulut Ava. Kaisar Kristoffer tersenyum, ia terus melajukan kepemilikannya seraya bermain di dua buah benda kenyal itu.


Keringat dingin keluar dari tubuh mereka. Kedua insan itu mendesah dan mendesah. Setelah mencapai klimaksnya Kaisar Kristoffer menyemburkan benihnya di rahim Ava.


Kaisar Kristoffer ambruk di atas tubuh Ava. Ava pun mencium pucuk kepala Kaisar Cristoffer.


"Sayang." Ava mencium kepala Kaisar Kristoffer. Ia membalikkan badan Kaisar Kristoffer hingga tubuhnya berada di atas tubuh Ava.


"Jangan pikirkan masalah lainnya. Hilangkan semua keresahan Baginda." Ava mencium bibir Kaisar Cristoffer. Dia juga memberikan tanda cintanya itu. Lalu turun di dada bidang Kaisar Cristoffer ia mengecup memberikan tanda cintanya lalu turun ke perutnya.


Sedangkan tubuh Kaisar Cristoffer, darahnya semakin memanas. Baru kali ini dia merasakan kepuasan dan kenikmatan yang di lakukan oleh istrinya Ava. Di saat bersama Permaisuri Berlia, ia tidak merasakan kepuasan itu.

__ADS_1


Jadilah malam itu, Ava yang telah mengalahkan Kaisar Cristoffer


__ADS_2