
Pada malam harinya.
Mata Ava masih menatap ke arah langit-langit, tangan kanannya tengah mengelus bocah besar di sampingnya itu yang tak lain Kaisar Cristoffer. Setelah Ava berhasil menenangkannya. Kaisar Cristoffer memohon dengan wajah memelas, meminta Ava menemaninya tidur. Pada akhirnya Ava pun luluh dan menemaninya.
Ava membaringkan kepala Kaisar Cristoffer yang tidur di dadanya ke bantal di sampingnya. Ava turun dengan hati-hati, ia ingin melihat keadaan Ayahnya dan juga Auntum.
Ava keluar dari kamarnya, ia menuruni tangga itu secara pelan-pelan agar tidak menimbulkan suara.
"Oh, ada jalang yang sudah selesai menemani Baginda." Ujar seorang wanita dengan penuh benci.
Ava menghentikan langkah kakinya, ia membalikkan badannya. "Aku memang jalang, tapi diri ku di akui oleh Baginda." Ejek Ava.
"Heh, kamu memang di akui oleh Baginda, tapi jangan bangga dulu. Selamanya kamu tidak akan pernah memiliki anak dengan Baginda."
Ava terkekeh, ia sudah mendengarkan semuanya. Bahkan kutukan Kaisar Cristoffer ia sudah tau. Hal itu lah yang membuat Ava berubah kasihan dan menerima lamarannya.
"Begitukah kita lihat saja nanti, aku yang di tendang dari istana itu kamu sendiri Permaisuri." Balas Ava berlalu pergi seraya melambaikan tangannya.
"Sialan ! jalang itu. Awas saja kamu Ava." Geram Permaisuri Berlia meremas gaunnya.
Ava terus berjalan dan melihat sekelilingnya. Angin malam membuat tubuhnya merinding, sesekali ia mengusap kedua lengannya. Ava melihat ke atas, bulan purnama yang bersinar terang. Ava menghentikan langkah kakinya di depan pintu putih itu. Tanpa sadar ekor matanya melihat Leon yang sedang terburu-buru. Seperti ada sesuatu yang mendesak. Entah kenapa perasaan Ava mulai tidak enak. Dalan sekejap ia teringat bayangan wajah Kaisar Cristoffer.
__ADS_1
Karna khawatir Ava mengurungkan niatnya untuk melihat keadaan Ayahnya. Ava pun kembali, ia berlari menuju ke kamar Kaisar Cristoffer. Sesampainya di sana, ia melihat dua penjaga dan tangisan Permaisuri Berlia.
Saat Ava ingin membuka pintunya, kedua pengawal itu menunduk hormat dan berkata "Maaf Nona di larang menemui Baginda saat ini."
Ava mengkerutkan keningnya, ia tidak percaya kenapa dirinya harus di larang.
Ava ingin memarahi kedua pengawal itu. Namun mendengarkan tangisan histeris Permaisuri Berlia, ia langsung menerobos masuk.
Permaisuri Berlia dan Leon melihat ke arahnya, "Nona." Ujar Leon. Padahal dirinya sudah memerintahkan kedua pengawal supaya tidak membiarkan Ava masuk karna perintah Kaisar Cristoffer.
"Baginda." Ava berlari melihat ke arah laki-laki yang kesakitan.
"Sebaiknya Nona pergi." Seru Leon hendak melarangnya.
"Aku tidak mau, biarkan aku menemani Baginda." Ujar Ava.
"Ava kami berani melanggar perintah Baginda dan Permaisuri." Teriak Permaisuri Berlia, ini kesempatan untuknya memperkuat hubungannya dengan Kaisar Cristoffer.
"Aku akan menerima hukumannya." Bentak Ava, kali ini dirinya tidak akan menuruti perintah mereka.
"Ava pergilah, jangan melanggar perintah ku." Lirih Kaisar Cristoffer bermaksud bangun dari tidurnya.
__ADS_1
Dengan sigap Ava membantu Kaisar Cristoffer, ia meraih tangan Kaisar Cristoffer dan menatap wajahnya. "Baginda biarkan hamba bersama Baginda. Baik hamba akan menerima hukumannya, tapi tolong biarkan hamba bersama Baginda."
"Ava !" teriak Permaisuri Berlia hendak menyeret Ava.
"Permaisuri," Kaisar Cristoffer menatap tajam ke arahnya. "Jika kamu mengasarinya, jangan salahkan aku memotong tangan mu. Sebaiknya kalian pergi, biarkan aku sendiri."
Ava memejamkan matanya, ia memeluk Kaisar Cristoffer yang berkeringat itu. "Hukumlah hamba nanti."
"Kalian pergilah." Ujar Kaisar Cristoffer.
"Tapi Baginda."
Kaisar Cristoffer pun memberikan kode lewat matanya agar Leon membawa Permaisuri Berlia pergi.
Kaisar Cristoffer memejamkan matanya, rasa pelukan Ava sedikit demi sedikit memberikan rasa nyaman dan sedikit demi sedikit menghilangkan rasa sakitnya itu.
Ava pun membaringkan tubuh Kaisar Cristoffer dengan lembut tanpa melepaskan pelukannya.
"Ava." Lirih Kaisar Cristoffer memejamkan matanya.
Ava semakin mengeratkan pelukannya dan mengelus kepala Kaisar Cristoffer. "Tidurlah Baginda." Ucap Ava seraya mencium kening Kaisar Cristoffer.
__ADS_1
Kaisar Cristoffer membuka matanya, ia tersenyum dan menenggelamkan kepalanya di dada Ava.