Simpanan Kontrak Kaisar Kejam

Simpanan Kontrak Kaisar Kejam
Segeralah hadir


__ADS_3

"Kamu cantik." Kaisar Cristoffer langsung memeluk Ava. Rasa rindu dan cinta pada wanita asing inilah yang membuatnya seperti manusia. Hatinya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar. Dia bersyukur, walaupun wanita di sampingnya bukanlah berasal dari bumi yang ia pijaki. Setidaknya mereka masih bisa bersama. Bernafas bersama setiap saat.


"Terimakasih Baginda." Ava hanyut dalam cinta Kaisar Cristoffer. Beruntunglah dirinya, Kaisar Cristoffer mau menerimanya. Ini lah yang di sebut cinta, saling percaya dan saling terbuka.


"Dan kalian tidak perlu khawatir. Kalian bisa memiliki keturunan tanpa harus mengorbankan kebahagiaan kalian. Kakek akan selalu mendoakan kalian." ujar Raja Petro. Dalam matanya, ia melihat putrinya dan menantunya berdiri di samping Kaisar Cristoffer. Mereka tersenyum dan mengangguk. "Ah, sebaiknya aku pergi. Kalian lanjutkanlah."


"Sayang, akhirnya aku bisa melihat mu. Ternyata kamu lebih cantik dari Ava. Aku ingin seperti ini, melihat wajah mu langsung."


"Ini kan sudah di lihat," Ava menunjuk ke wajahnya dengan malu-malu.


"Sayang," Kaisar Cristoffer mengangkat tubuh Ava sampai kening mereka bertemu. "Aku mencintai mu."


Ava mengusap bibir Kaisar Cristoffer. Ia mencium dan menyesapnya dengan lembut. "Aku juga mencintai mu."


Kaisar Cristoffer melangkahkan kakinya ke arah kasur yang lumayan besar itu tanpa melepaskan ciumannya. "Aku ingin melakukannya dengan mu." Kaisar Cristoffer kembali mencium bibir itu dengan rakus. Tangannya beralih ke arah kedua gundukan kembar itu. Satu kali tarikan, pakaian itu lepas. Memperlihatkan badan putih dan mulus.

__ADS_1


Segera Kaisar Cristoffer melepaskan bajunya. Memperlihatkan tubuhnya yang berotot dengan kotak-kotak. Mata Ava beralih ke arah burung pipit Kaisar Cristoffer yang mulai menegang. Ia memalingkan wajahnya yang mulai memerah. Hawa neraka di tubuhnya meronta-ronta, meminta di sentuh oleh Kaisar Cristoffer.


"Sayang kenapa kamu malu? kamu sudah melihatnya. Bahkan kamu sudah memainkannya. Lagi pula tubuh ku kini milik mu." ujar Kaisar Cristoffer melanjutkan ciumannya kembali.


Kaisar Cristoffer beralih ke lehernya, lalu beralih ke arah gundukan itu. Menyesapnya layaknya seorang bayi yang menyusu. Sedangkan di bawah ia mendekatkan, mengusap-usap ke arah lawannya. Ia ingin membuat wanita di depannya semakin buas.


shit


Tubuh Ava tak terkendali, ia bisa merasakan Kaisar Cristoffer mencumbui setiap inci tubuhnya. Bahkan ia menjilat perut Ava.


Ava memejamkan matanya, ia terbawa arus permainan surga dunia Kaisar Cristoffer. Suar desahan itu begitu merdu di telinga Kaisar Cristoffer.


Argh !!!


Ava memejamkan matanya, nafasnya mulai panas. "Baginda." lirih Ava yang sudah tidak kuat. Dengan mata memohon Ava meminta Kaisar Cristoffer segera memasukkannya.

__ADS_1


"Dengan senang hati sayang." Kaisar Cristoffer memasukkan miliknya yang lumayan panjang dan besar. Ava meringis kesakitan. Hawa panas neraka itu semakin membuatnya lemah.


Kaisar Cristoffer melajukan miliknya dengan lambat. Ia memejamkan matanya, merasakan miliknya menguasai perut Ava.


Desahan semakin membuat kedua orang itu terbuai. "Lebih cepat Baginda.


Kaisar Cristoffer semakin mempercepat lajuannya. Ia hentakkan miliknya dengan cepat namun lembut. Sesekali dia menggoyangkan pinggulnya. Menambah kecepatan hentakkannya sampai Ava tidak bisa mengimbanginya.


"Ah,"


Kedua orang itu semakin terbuai, gairah semakin menguasai mereka. Mereka tidak memperdulikan suara desahan yang terdengar ke luar. Tiba-tiba rasa hangat di perutnya ia rasakan. Sepertinya laki-laki di depannya telah menumpahkan benihnya. Kaisar Cristoffer mendiamkan sejenak miliknya. Sampai benar-benar benihnya masuk ke dalam rahim Ava.


Kaisar Cristoffer pun ambruk di atas tubuh Ava. Ia mencium kedua gunung kembar itu lalu menyesapnya.


Setelah di rasa cukup, Kaisar Cristoffer mencabut miliknya. Ia menatap ke arah perut Ava lalu menciumnya. "Segeralah hadir sayang. Buat Ayah semakin di cintai oleh Ibu mu." ujar Kaisar Cristoffer membaringkan tubuhnya di samping Ava.

__ADS_1


"Aku mencintai mu." Kaisar Cristoffer menaruh kepala Ava di dada bidangnya. Sementara tangan kirinya, ia biarkan menjadi bantalan kepala Ava. "Aku semakin mencintai mu." Kaisar Cristoffer mengelus lembut surai hitam itu dengan penuh cinta.


Ava hanya diam, ia menerima setiap perlakuan Kaisar Cristoffer dan hanyut ke dalam mimpinya.


__ADS_2