Simpanan Kontrak Kaisar Kejam

Simpanan Kontrak Kaisar Kejam
Hanyalah alat


__ADS_3

Sesampainya di kamarnya, Kaisar Cristoffer langsung mencium bibir Ava seraya memeluknya begitu erat.


Ava membalas ciuman dan pelukannya, membuat Kaisar Cristoffer enggan melepaskannya.


hosh


hosh


Ava menarik nafasnya dalam-dalam, Kaisar Cristoffer tidak bisa di tandingi dalam urusan mencium.


"Baginda."


"Aku mencintai mu Ava, aku mencintai mu " Kaisar Cristoffer kembali mencium bibir itu.


Setelah cukup lama ia menghabisi bibir Ava, tiba-tiba pedangnya terbangun. "Ava aku ingin.." Ucap Kaisar Cristoffer dengan suara seraknya.


"Tidak! Baginda. Tunggulah setelah kita menikah." Ujarnya bersemu merah.


"Baiklah kali ini kamu harus menemani ku dan besok adalah hari pernikahan kita." Kaisar Cristoffer mengangkat pinggang Ava.


Ava mencium Kaisar Cristoffer, ciuman kali ini. Dirinya lah yang memimpin permainan itu.


Ava mencium lembut bibir Kaisar Cristoffer, bermain dengan manja. Tak hanya itu, Ava semakin memperdalam ciuman itu, sampai area bawahnya merasakan sesuatu yang semakin menegang.


"Ava, aku ingin. Apa kamu tidak kasian dengan ku."

__ADS_1


"Tidak Baginda, setidaknya biarkan Baginda tersiksa lebih dulu." Ucap Ava terkekeh, lalu kembali mencium bibir Kaisar Cristoffer dengan rakus.


Kaisar Cristoffer berjalan sambil menggendong. Mereka bergantian saling memberikan kehangatan di bibir itu.


Kaisar Cristoffer duduk di tepi ranjangnya, ia membuka gaun bagian atas di tubuh Ava.


"Baginda jangan." Ava menghentikan ciumannya, ia khawatir Kaisar Cristoffer tidak bisa menahan nafsu birahinya itu.


"Aku tidak akan memakan mu, tapi biakan aku menghiasi leher mu itu." Ucap Kaisar Cristoffer memberikan kehangatan di leher Ava.


Ava hanya pasrah memberikan lehernya asalkan jangan areanya sebelum menikah.


Kini Ava memejamkan matanya, merasa geli dan nyaman dengan kecupan Kaisar Cristoffer.


"Sayang, apa kamu tidak mau membantu ku?" Goda Kaisar Cristoffer.


"Apa hamba perlu memanggilkan Permaisuri Berlia?" tanya Ava membuat Kaisar Cristoffer mendengus kesal.


Setelah kepergian Kaisar Cristoffer, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


"Baginda, ada Permaisuri Berlia ingin menemui Baginda." Ujar Leon.


Sementara Permaisuri Berlia, dia tidak tahan lagi. Kesabarannya sudah mencapai batasnya. Dia diam, bukan berarti dia menyerah. Kaisar Cristoffer se enaknya saja mempermainkan hatinya. Saat dia mendengar, Ava di adopsi oleh Duke Ronaf. Sudah pasti dirinya akan memiliki saingan. Kekuasaannya setara dengan Ayahnya.


Permaisuri Berlia, langsung membuka pintu itu. Dia tidak peduli jika di hukum oleh Kaisar Cristoffer.

__ADS_1


"Baginda." Seketika matanya berkaca-kaca melihat Ava berada di atas ranjang Kaisar Cristoffer. Ava duduk di tepi ranjang itu dan tersenyum sinis.


Pakaiannya di biarkan terbuka seperti tadi. Dia memperlihatkan tanda keunguan di lehernya itu. Walaupun dia tidak tau, seberapa banyak tanda keunguan itu.


Permaisuri Berlia semakin tidak bisa menahan amarahnya, ia menuju ke arah Ava, menarik lengannya lalu melayangkan tangannya ke pipinya itu. Seketika rasa panas menjalar di pipi Ava.


"Aku membiarkan mu tidur dengan Baginda, bukan berarti kamu seenaknya Ava."


"Kamu itu hanyalah alat untuk melahirkan penerus Baginda. Wanita seperti mu tidak pantas bersama Baginda." Bentaknya lagi, ia hendak melayangkan kembali tangannya. Namun di cegah oleh Kaisar Cristoffer.


Kaisar Cristoffer menarik lengan Permaisuri Berlia dengan kasar. "Apa yang kamu lakukan? hah," Bentaknya, ia melihat ke arah pipi Ava yang memerah.


"Ava apa ini sakit?" tanya Kaisar Cristoffer mengelus pipi Ava yang memerah.


"Baginda." Ava memeluk Kaisar Cristoffer dan menangis di pelukannya.


"Beraninya kamu melakukannya Permaisuri. Rupanya aku terlalu memanjakan mu."


"Leon bawa Permaisuri Berlia dan berikan dia hukuman cambuk. Karna sudah bersikap kurang ajar pada Ratu ku." Teriaknya.


"Tidak ! sampai kapan Baginda akan percaya pada rubah licik itu. Dia tidak mencintai Baginda. Bagaimana jika dia tau tentang rahasia Baginda? apa dia akan menerima Baginda?" teriak Permaisuri Berlia.


"Bawa dia Leon."


"Ba-baik Baginda," Ucap Leon meraih tangan Permaisuri Berlia dan langsung di tepis olehnya.

__ADS_1


__ADS_2