Simpanan Kontrak Kaisar Kejam

Simpanan Kontrak Kaisar Kejam
part 46


__ADS_3

"Siapa dia?" tanya seseorang yang di balik pohon itu. Saat hendak mengejar baju yang memakai warna hitam itu. Tiba-tiba Permaisuri Berlia keluar ke balkom kamarnya.


"Dia akan menangis." Leon mengkerutkan dahinya, ia tidak tau apa maksud Permaisuri Berlia. Dengan hati-hati ia keluar dari persembunyiannya mengejar orang berjubah hitam itu dan menutupi sebagian wajahnya.


"Bukankah ini kediaman Duke Rostaf," Leon semakin di buat penasaran. Ia turun dari kudanya. Lalu menaiki tembok yang lumayan tinggi. Tidak butuh waktu lama, Leon kembali mengintip di pot bunga yang lumayan besar.


Dari atas balkom, orang berbaju hitam itu keluar. Lalu melompat dari balkom dan berjalan mengendap-ngendap.


Setelah di rasa aman. Leon keluar dari persembunyiannya. Saat hendak naik ke atas balkom itu. Salah satu Kestria melihatnya.


"Hey, siapa kamu?" teriaknya membuat para penjaga yang lainnya ke arahnya. Leon telah siap siaga, menerima serangan para penjaga. Jika mereka tidak mempercayainya.


"Tunggu,"


"Kesatria Leon," ujar salah satu kesatria yang mengenali wajahnya.


"Apa maksud kesatria, dia kesatria Leon yang pemberani itu?" tanya salah satu penjaga menatap takjub ke arah Leon.

__ADS_1


"Dia Kesatria Leon," balasnya seraya membungkuk hormat di ikuti lainnya.


Leon mengelus dadanya, beruntung ada salah satu Kesatria yang mengenalinya. Jika tidak. sudah pasti ada pertempuran malam ini. Dia tidak ingin berbuat rusuh, apalagi Duke Rostaf Ayah dari Ratunya.


"Aku hanya ingin bertemu dengan Duke Rostaf atas perintah Baginda." ujar Leon berbohong.


Kedua Kestria itu pun saling menatap dan mengangguk. "Maaf atas ketidak sopanan kami. Kami akan membawa Kesatria Leon menemui Duke." ujarnya.


Leon mengikuti langkah kaki itu sampai ia melihat seorang pria paruh baya yang masih sibuk di atas kertasnya.


Duke Rostaf menghentikan pemeriksaan wilayahnya. Kemudian menatap ke arah Leon. Ia bangkit menghampiri kesatria itu yang memberikan hormat.


"Ada apa? apa terjadi sesuatu pada Ratu?"


"Ratu baik-baik saja Duke. Hamba di sini mengikuti seseorang yang mencurigakan." jawabnya.


"Maksud mu,"

__ADS_1


Leon kemudian menceritakan semuanya. Hingga membuat Duke Rostaf mengepalkan tanganya. Dengan langkah tegap, ia berjalan kediamannya mencari sesuatu yang Leon ketahui.


Duke Rostaf berjalan ke arah lemarinya, mencari sesuatu yang mencurigakan. Lalu beralih ke arah laci di samping lemari itu. Ia membuka tiga laci itu, memeriksanya secara teliti. Tidak menemukan apa pun. Ia beralih ke arah laci dekat tempat tidurnya. Masih sama tidak menemukan apa pun. Ia beralih ke arah laci satunya saat tangannya menyentuh sebuah botol yang berisi air bening. Ia membuka botol itu lalu menciumnya. Namun tidak ada bau apa pun.


"Apa maksud Kesatria benda ini? aku tidak memiliki botol aneh ini." ujarnya seraya melihat cairan bening itu dan memberikan pada Kesatria Leon.


"Sebaiknya kita memeriksanya dulu dan aku akan mencari orang itu."


"Baiklah, para Kesatria ku akan membantu Kesatria Leon menyelidikinya. Aku tidak ingin Ratu dalam ke adaan bahaya. Kesatria Leon sebaiknya berhati-hati pada Permaisuri." Duke Rostaf beralih ke arah lemari. Ia memberikan sebuah kotak yang lumayan sedang.


"Berikan pada Baginda. Dengan ini, Baginda akan tau siapa Duke Arnof yang sesungguhnya."


Leon penasaran dengan isi kotak itu, ia mengambil kotak itu lalu membungkukkan badannya.


"Kalian bantu Kesatria Leon menemukan orang itu." perintah Duke Rostaf melihat ke arah kedua Kesatrianya.


"Baik Duke." ujar mereka serempak. Berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2