SISI YANG TERTUTUP

SISI YANG TERTUTUP
HARI KE DUA


__ADS_3

Seperti biasa setiap subuh Rara sudah bangun dan berperang dengan pekerjaan rumah, setelah menghabiskan waktu kurang kebih satu jam Rara kini sudah selesai dengan kegiatannya hidangan sarapan pagi sudah tersedia, jemuran cucian sudah menggantung manja di halaman rumahnya, setelah dirasa cukup, Rara kini bergegas menuju kamar mandi untuk memulai ritual mandinya dan bersiap untuk bernagkat kerja kekantor, dimana ini hari kedua ia bekerja di PT. Widjaya Group.


"Alfa,, Azka ayo bangun ini sudah siang kalian harus bersiap berangkat ke sekolah". Ucap Rara sambil menggoyang goyangkan pundak kedua adiknya tersebut.


Tak lama Alfa dan Azka bangun dan Alfa lebih dulu bergegas ke kamar mandi, setelah Alfa selesai mandi kemudia Azka yang memasuki kamar mandi. Setelah semuanya rapi mereka bertiga kini sedang duduk di hamparan karpet plastik dan menikmati sarapan paginya. Setelah semuanya selesai mereka bertiga berjalan untuk memulai aktivitas mereka kedua adik Rara seperti biasa mereka akan bersekolah sedangkan Rara sudah jelas dia akan bekerja.



Sedangka di sebuah lapangan terlihat beberapa warga sedang berkumpul memandangai mobil mewah yang mereka lihat semalam masih terparkir disana dengan posisi yang sama, Rara dan kedua adiknya yang melihat kumpulan warga menjadi penasaran apa yang terjadi sepagi ini beberpaa warga sudah berkumpul. dengan langkah yang cukup cepat Rara menghampiri kumpulan tersebut dan matanya langsung tertuju pada semua mobil yang terparkir disana.


"ini kan mobil pak Arfan, apa dia semalam tidak pulang ? apa dia semalam tidur disini ? apa mobilnya mogok ?" seberondong pertanyanya muncul di fikiran Rara.


Tidak butuh waktu lama Rara menghampiri kobil tersebut di susul oleh kedua adiknya, kini Rara telah berada di depan pintu kemudi mobil tersebut tapi karna kaca mobil Arfan yang dibuat tidak transparan dan hanya orang yang berada dari dalam saja yang bisa melihat orang diluar sana sedangkan orang yang ada di luar tidak dapat melihat dengan jelas isi mobil tersebut.


tok...


tok..


tok...


Rara mengetuk kaca mobil tersebut, dan warga yang berada disana dibuat bingung karna Rara gadis yang tumbuh besar tanpa didikan juga kasih sayang orang tua dia terlihat mengenal pemilik mobil tersebut dengan tindakannya yang mengetuk kaca serta memanggil manggil nama pemilik mobil tersebut, membuat tingkat kekepoan warga disana semakin tinggi mereka penasaran apa hubungan Rara dan pemilik mobip tersebut.


"pak Arfan, apa bapak ada didalam?"


"kalau bapak ada didalam tolong buka pintunya". Ucap Rara hawatir telah terjadi sesuatu kepada Arfa.


Sedangkan didalam seorang pria menggeliat dan menngerjapkan matanya karna merasa dari tidurnya akibat suara yang cukup hebih diluar sana.


"*Rara, kenapa dia ada disini" batin Arfan yang melihat Rara sedang berda di samping mobilnya

__ADS_1


"ah sial kenapa aku bisa ketiduran disini" gerutu Arfan seketika pandangnnya mengelilingi keadaan sekitar yang sudah rame mobilnya kini d kerumuni warga.


"sial cobaan apa ini tuhan" Batin Arfan, sambil tangannya memegang gagang pintu mobilnya tak lama Arfan muncul di antara kerumunan warga tersebut.


"Pak Arfan mengapa bapa ada disini, apa bapa semalam tidur disini ?". Tanya Rara hawatir.


"suuttttt.. jangan berisik, ya aku semalam ketiduran disini". Ucap Arfan berbisik kepada Rara.


"mmm kamu mau berangkat ke kantor ?". Tanya Arfan yang di balas anggukan oleh Rara.


"Ya sudah kamu kekantor bareng saya aja, sekalian adik kamu saya anter kesekolah". Ajak Arfan


"Taa.. tapi pak saya tidak mau merepotkan bapak". Jawab Rara.


"Tidak, saya tidak repot lagian bus karyawan sudah berangkat sejak tadi dan kamu akan telat jika menggunakan angkutan umu" Ucap arfan


"Jadi tidak ada penolakan sekrang kamu masuk ajak kedua adikmu" Sambung Arfan, Rara yang menyetujuinya langsung menyuruh kedua adiknya duduk di kursi belakang dan Rara masuk dan duduk di kursi depan samping pengemudi*.


"*mmm, maaf ibu-ibu bapak-bapak apakah saya boleh meminta sedikit ruang karna saya harus pergi kekantor ini sudah cukup siang, saya mohon pengertiannya". Ucap Arfan sopan namun dengan nada datar andalannya itu membuat semua orang yang ada disana memundurkan langkahnya memberi jalan untuk mobil Arfan.


"Saya mohon maaf jika kehadiran saya disini mengganggu kenyamanan kalian semua, kalau begitu saya permisi". Ucap Arfan sambil masuk kedalam mobil dan menyalakan mesin setelah itu mobilnya melaju meninggalkan lapangan tersebut*.


Ya semalam Arfan tertidur di dalam mobil setelah ia memikirkan Rara.


"Waahh, mobilnya bagus ya ka" Ucap Azka kepada Alfa.


"*Iya de, mobilnya bagus wangi lagi". Ucap Alfa.


"Aku jadi mau punya mobil seperti ini". Celoteh Azka

__ADS_1


"Kaka janji nanti setelah kaka besar kaka akan beli mobil untuk kita supaya nanti saat kita pergi kamu dan kak Rara tidak kehujanan tidak kepanasan dan tidak perlu jauh jalan kaki untuk mencari angkutan umum" Ucap Alfa semangat.


"Alfa Azka jangan berisik, nanti Pak Arfan jadi terganggu konsentrasinya karna kalian". Ucap Rara


"maaf ka" Ucap Alfa dan Azak


"Tidak usah minta maaf saya tidak terganggu ko" setelah sekian lama tidka mengeluarkan suara Arfan Akhirnya bebicara juga.


"mmaaf pak, itu di depan sekolahan adik saya" Ucap Rara sambil menunjuk gerbang sekolah berwarna hujau.


"Oh,, baik sebentar saya kepinggirkan dlu mobilnya" Ucap Arfan sambil menyalakan lampu sen, kini mobil Arfan sudah berhneti tepan di mulut gerbang sekolahan tersebut.


" Kalian turun lewat pintu kanan saja karna di sebelah kiri banyak kendaraan yang lewat" Pinta Arfan


"Baik pak" Ucap Alfa dan Azka barengan. mereka berdua pun akhiriny keluar dari mobil setelah mencium punggung tangan kakaknya juga punggung tangan Arfan. Arfan ikut turun dari mobilnya dan mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompetnya diberikan kepada kedua adik Rara.


"ini untuk beli jajan kalian sekolah yang bener jangan nakal, kalau begitu aku pergi dulu". Ucap Arfan sambil mengelus ujung kepala Alfa dan Azka.


"Terimakasaih pak" ucap kedunya lalu bergegas masuk kedalam sekolah*.


Rara yang sejak tadi memperhatikan perilaku Arfan kepada kedua adiknya merasa terharu karna sekian banyak cacian juga hinaan yang mereka terima masih banyak orang baik yang memperdulikan mereka.


"*maaf pak kenapa bapa memberikan uang yang begitu banyak untuk adik - adik saya" Tanya Rara.


"ahh tidak itu hanya sedikit untuk mereka membeli apa yang mereka inginkan" Jawab Arfan.


"Tapi pak bapak ga perlu repot repot,saya janji setelah saya menerima gaji saya akan ganti". Ucap Rara.


"Tidak perlu saya memang ikhlas memberi mereka saya anggap mereka seperti adik saya sendiri." Ucap Arfan

__ADS_1


"Terimakasih banyak pak, entang dengan cara apa saya harus membalas kebaikan bapak" Ucap Rara. Hanya di balas senyum tipis dari bibir Arfan*.


Mobil Arfan kini melaju membelah jalan mereka melanjutkan perjalannya menuju kantor tempat mereka bekerja.


__ADS_2