SISI YANG TERTUTUP

SISI YANG TERTUTUP
PENGALAMAN PERTAMA


__ADS_3

Waktu kini menunjukan pukul 16.30 menandakan bawa sudah waktunya pulang. setiap karyawan yang kerja disanan sudah siap siap membereskan pekerjaannya dan sebagian nya sudah berhamburan dari kantor tersebut untuk kembali kerumah masing-masing.


Rara yang sedari tadi fokus dengan pekerjaannya mengangkat tubuhnya dan melangkah keluar meninggalkan ruangan kerjanya, pengalaman pertama bekerja sebagai staff membuatnya kewalahan, untung saja saat bersekolah ia sudah tak asing dengan yang namanya laptop ataupun komputer dan di sekolah ia pun termasuk siswi yang cekatan mudah untuk di arahkan.


" Hai, Ra kamu mau pulang". Ucap Sasa yang seketika memberhentikan langkah kaki Rara.


"iii.. iiya bu". Jawab Rara


"kamu kesini naik apa Ra ?". Tanya Sasa


"saya menggunakan Bus kota sebagai alat transportasi saya bu". Ucap Rara


"oooh begitu, daripada kamu naik bus kota mending bareng sama aku ra pulang naik bus karyawan yang di sediakan oleh perusahaan gratis, lumayan untuk menghemat pengeluaran". Ajak Sasa


Rara yang sedari tadi memiliki niat untuk naik bus karyawan langsung menyetujuinya.


"boleh bu, tapi saya ga tau dimana dan yang mana busnya". Jawab Rara


"Jangan panggil aku dengan sebutan Bu Ra ini sudah bukan jam kerja, panggil aku Sasa saja, lagian umur kita ga jauh beda". Pinta Sasa


"emmm, iiya bu eh maaf Sa maksudnya". Ucap Rara


"Ya udah ayo nanti kita ketinggal busnya". Ucap Sasa sambil menarik pergelangan tangan Rara, dan membawanya masuk kedalam bus karyawan.


" Ayo duduk Ra ngapain bengong aja disitu". Ucap Sasa sambil menepuk nepuk kursi kosong di sebelahnya.


"eeemm iya sa". Jawab Rara sambil mendekati Sasa dan duduk di sampingnya.


Setelah dipastikan tidak ada lagi karyawan yang akan naik sopir bus tersebut mulai menginjak gas memulai perjalanan mengantar karyawan ke daerahnya masing masing, sepanjang perjalanan tidak ada percakapan antara Rara dan Sasa keduanya hening hanya terdengar ketikan ponsel dari genggaman Sasa, sesekali sasa tersenyum setelah membaca dan membalas pesan yang masuk keponselnya.


"eh Ra kalau boleh tau kamu tinggal dimana". Tanya Sasa yang membuyarkan lamunan Rara

__ADS_1


"Aku tinggal di kamung A". Ucap Rara


"ahh ya ampuuun". Ucap Sasa panik, bagaimana dia bisa ceroboh mengajak Rara pulang bareng tapi dia tidak tau tujuan Rara dimana.


"ehh kamu kenapa Sa ada yang kamu lupakan ?". Tanya Rara


"mmmm, iya aku lupa menanyakan alamatmu Ra, Bus ini tida menuju ke alamatmu, ternyata tujuan kita berbeda, maafkan aku Ra". Ucap sasa menyesal.


"*Bagaimana bisa Sa, emang bus ini tujuannya kemana ?". Tanya Rara


"Bus ini tujuannya ke kota D". Ucap Sasa


"lalu bagaimana aku bisa pulan kerumah Sa sedangkan aku tidak tau ini dimana*". Ucap Rara kebingungan.


"mmm gini saja kamau ikut aku ke rumahku dulu nanti kita fikirkan bagaimana caranya kamu pulang kerumahmu". Ucap Sasa meyakinkan, dan dibalas oleh anggukan Rara.


Sebenarnya kantor menyedikan dua buah bus karyawan 1 bus untuk mengantar dan menjemput karyawan ke kota dan 1 bus untuk mengantar dan menjemput karyawan yang jaraknya cukup jauh dari perusahaan ya tepatnya tujuan akhir bus tersebut berada di desa tempat Rara tinggal. Dan setiap bus yang telah selesai mengantar karyawan pulang bus tersebut langsung disimpen di garasi tidak kembali lagi ke kantor.


Setelah sampai di tujuan Rara dan Sasa turun dari bus karyawan mereka menyusuri jalan dan sampai di bangunan bertingkat dengan pintu berjejer, ya itu adalah kamar kos yang d sewa Sasa. sebenarnya dia memiliki keluarga yang berkecukupan namun karna orang tuanya mendesak Sasa untuk menikah deng pria pilihan kedua orangtuanya Sasa memilih untuk hidup mandiri tanpa bantuan orang tua.


"*Ra kamu tenang dulu pasti ada jalan keluar supaya kamu bisa pulang". Ucap Sasa


"Gimana aku bisa tenang Sa, aku tidak pernah meninggalkan adiku sejauh ini, dan siapa yang akan menyiapkan makan malam untuk adiku". eluh Rara*.


Tak lama ponsel milik Sasa berbunyi, ternyata itu dari sosok yang menjadi penolong bagi Rara, ya itu Arfan, ia menelpon menanyakan berkas penting yang harus ia tanda tangani.


"*halo, selamat sore pak apa ada yang bisa dibantu". Ucap Sasa kepada seseorang di sebrang sana.


"Sasa dimana berkas yang harus saya tangani saya sudah mencarinya tapi tidak ada". Ucap Arfan


"mm ii... iitu pak mohon maaf sebenarnya berkas itu ada sama saya, tadi saya lupa berkas yang seharusnya diberikan kepada bapa, ternyata kebawa oleh saya pak". ucap Sasa gugup bagaimana tidak hari ini ia membuat kecerobohan pasti sebentar lagi akan mendapat omelan dari pria itu, ya Arfan orang yang sangat teliti dan tidak menyukai orang yang ceroboh, betul saja sekarang telinga sasa harus merasakan panasnya omelan dari atasannya tersebut.

__ADS_1


"ya sudah saya ambil ke kosan mu" ucap Arfan ketus.


"iiyaa baik pak, sekali lagi saya mohon maaf" ucap Sasa, tapi apa yang dia dapat sia sia dia memohon maaf karna sebelum ia menyelesaikan ucapannya Arfan mematikan sambungan telpon itu secara sepihak*.


Tidak lama sura ketukan pintu terdengar...


Tok....


Tok...


Tok...


Rara inisiatif untuk membuka pintu kos itu karna Sasa sedang di kamar mandi, saat membuka sasa terkejut saat melihat satu tangan dihadapannya seolah akan menjitak kepalanya, setelah sadar pintu terbuka Arfan menurunkan tangannya yang masih terangkat.


"Si..silahkan masuk pak, sasa sedang ada di kamar mandi". Ucap Rara gugup, tanpa mendapat balasan Rara masuk kesalam kost tersebut di ikuti Arfa dibelakangnya.


"Sedang apa kamu disini ? bukankan kamu harus pulang kerumah ?" Tanya Arfan datar.


"mm itu pak tadi saya diajak pulang bareng oleh bu Sasa ternyata saya salah menaiki bus karyawan seharusnya saya menaiki bus satunya lagi, sebenarnya ini salah saya juga pak karna saya tidak menanyakan dulu kepada bu Sasa". panjang lebar Rara menjelaskan kejadian sebenarnya kepada Arfan namun hanya di balas OH oleh Arfan.


"Oh..." Ucap Arfan datar.


"ya ampun aku sudah menjelaskan oanjang kali lebar tapi hanya di balas oh oleh pak Arfan sungguh terlalu" batin Rara.


Tak lama pintu kamar mandi terbuka Sasa yang baru beres dengan kegiatannya langsung berjalan kearah mereka sambil mengambil tas kerjanya yang berisikan file file penting.


" *ma..maaaf pak karna kecerobohan saya bapak harus repot repot kesini dan juga mohon maaf karna saya sudah membuat bapak menunggu lama". ucap Sasa gugup


"Saya harap kamu tidak melakukannya lagi ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya kamu melakukan kesalahan". Ucap Arfan*.


Sebenarnya ia malas sekali harus mendatangi bawahannya di luar jam kerja namun apa boleh buat berkas itu harus sudah ia tandatangani sebelum jam 21.00.

__ADS_1


MOHON SUPPORT KARYAKU YAAA... DENGAN CARA LIKE, KOMEN, JUGA VOTE SEBANYAK BANYAKANNYA, SEBUAH DUKUNGAN KALIN MENJADIKAN SEMANGAT BARU BAGI AUTHOR, TERIMAKASIH TELAH SUDI MAMPIR DI KARAYA PERTAMAKU INI, MOHON KRITIK JUGA SARANNYA YAAA 🙏🙏😊😊


JANGAN LUPA MASUKAN KE DAFTAR FAVORIT YA SUPAYA SETIAP UPDATE ADA PEMBERITAHUAN 😊😊😊


__ADS_2