
Setelah seharian membantu menjaga dan melayani pembeli di warung bu Asih, setelah bertemu Arfan Rara memilih tinggal bersama bu Asih untuk bercerita dan membantu bu Asih sebagai ucapan terimakasih karna sudah membantunya.
Rara kini tiba di rumah sederhana yang ia tempati bersama kedua adiknya, seperti biasa setiap pulang Rara langsung bergegas ke kamar mandi dan membersihkan dirinya setelah selesai Rara langsung berperang dengan alat masakanya menyiapkan makan malam untuk dirinya dan kedua adinya, tak butuh waktu lama banginya menyelesaikan kegiatan memasaknya itu. Kini sebakul nasi dengan cah kangkung, sambal, dan juga tahu sudah tersaji didapur.
"aahhh... akhirnya semuanya beres juga". Ucap Rara sambil mengelap keringat yang ada di dahinya menggunakan punggung tangan miliknya. Ya sejak ditinggal orang tuanya Rara tumbuh menjadi seorang gadis yang mandiri dia sebisa mungkin menyembunyikan kesedihannya dari orang lain terutama dari kedua adiknya, makannya memasak mencuci baju bahkan mengurus pekerjaan rumah yang lainnya bukan hal yang sulit bagi Rara.
Waktu telah menunjukan pukul 17.30, tiga kaka beradik yang berada di suatu rumah telah bersiap untuk melakukan solat magrib, dilanjutkan mengaji, setelah itu seperti biasa Rara akan membimbing kedua adiknya untuk mengerjakan tugas yang di berikan dari sekolah mereka. Rara tidak seperti anak Broken Home lainnya yang kebanyakan melampiaskan emosinya ke dalam hal yang negatif, Rara ingin membuktikan kepada semuanya jika menjadi anak korban perceraian itu tidak semuanya memiliki sifat negatif bahkan anak korban penceraian bisa selangkah lebih maju dari anak anak yang memiliki kedua orang tua yang utuh.
Setelah semuanya selesai Rara dan kedua adiknya makan malam bersama, ada rasa sedih ketika ia harus melihat adik adiknya merasa kecewa untuk kesekian kali, ia belum bisa menyuguhkan hidangan makan malm dengan lauk pauk yang di ingingkan oleh kedua adiknya yaitu ayam goreng bagian paha bawah.
"kalian sabar, sebentar lagi keinginan kalian akan kaka penuhi". batin Rara
Tak ada suara yang keluar dari mulut merka hanya suara piring dan sendok yang tedengar disana, sedangkan dada Rara kembali sesak ketika melihat sang ayah hidup dengan kecukupan dan makan enak setiap hari dengan istri dan anak tirinya, sedangkan Rara dan Adiknya harus bertahan hidup dengan serba kekurangan, ibunya kini sudah jarang mentransfer uang padanya karna tepat kerja ibunya mengalami musibah kebakaran jadi dengan berat hati perusahaan harus memPHK karyawan karyawannya tanpa diberi pesangon.
"Bagaimana kak, apakah kaka diterima kerja di perusahaan itu". Ucap Alfa membuyarkan lamunan kakanya, Alfa adalah adik pertama Rara.
"Alhamdulillah mulai besok kaka sudah bisa bekerja di perusahaan itu, terimakasih karna doa dari kalian berdua akhirnya kaka mendapatkan pekerjaan ini" Jawab Rara sambil tersenyum.
"horeee... akhirnya sebentar lagi Azka bisa jalan jalan kekota". Ucap Azka adik bungsu Rara dengan semangat, ya memang semenjak Azka melihat foto ayahnya yang sedang berlibur dengan istri dan juga anak tirinya di sebuah kebun binatang membuat Azka sedih dan merengek ingin mengunjungi tempat tersebut namun dengan penjelasan dan pengertian dari Rara akhirnya Azka mengerti.
"iya, kaka janji setelah gajian kaka akan mengajak kalian jalan jalan ke kebun binatang". Ucap Rara sambil mengelus kedua pucuk kepala adiknya.
"horeeeee, teremakasih kak". Ucap Alfa dan Azka barengan
__ADS_1
"Ayo cepet habiskan makannya setelah itu kalian cuci tangan, gosok gigi, cuci muka, cuci kaki lalu tidur" Lanjut Rara seperti seorang ibu yang sedang menceramahi adiknya.
"baik kaak" Jawab mereka kompak.
setelah selesai makan mereka masuk ke kamar masing masing Azka dan Alfa tidur dalam satu kamar karna rumahnya hanya ada dua kamar saja sedangkan Rara tidur sendiri, entak mengapa hari ini sulit rasanya untuk memejamkan mata, pikirnya melayang membayangan besok dia mulai bekerja di perusahaan terbesar se-Asia bahakan tidak tanggung tanggung dia langsung di tempatkan di kantor pusat.
kringgg ... kringggg.. kring..... alrm berbunyi dibarengi oleh suara ayam yang berkokok juga burung yang bersiul mendakan Rara harus segera bangun,
"hoaammn" Rara mengerjapkan kedua matanya lalu beranjak dari tempat tidurnya dna bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ia harus bersiap lebih awal karna ia harus datang tempat waktu ketempat ia akan memulai bekerja yang jaraknya cukup jauh dari rumah Rara yang ada di perkampungan.
setelah ia bersiap kemuan dia menyiapkan sarapan untuk kedua adiknya sedangkan Rara memilih untuk membungkus makanan tersebut karna dia takut kesiangan.
"Alfa Azka ayok bangun sudah siang kaka harus berangkat lebih awal". ucapnya sambil menggoyangkan kedua bahu adiknya.
"Ayo kalian mandi habis itu kalian sarapan, maaf kakak tidak bisa menemani kalian sarapan, karna ini hari pertama kaka bekerja kaka ga boleh kesiangan". ucap Rara.
"setelah sarapan kalian langsung, berangkat kesekolah, ingat kalian ga boleh nakal, kuci rumah dan simpan kuncinya di tempat biasa" tambahnya.
"baik, kaa" jawab Alfa dan Azka kompak
"kalau begitu kaka pamit pergi duluan, ingat pesan kaka tadi" ucap Rara dengan penuh penekanan di akhir kalimat dan hanya di balas dengan anggukan oleh kedua adiknya.
"Assalamualaikum" ucap Rara
__ADS_1
"Waalaikumsalam" jawab kedua adiknya*
setelah melalui perjalanan kurang lebih 1 jam kini rara tiba di gedung besar nan mewah yang menjulang tinggi, ya itu adalah PT. Widjaya Group kantor pusat yang memiliki cabang libih dari 3.000 yang tersebar hingga ke pelosok negeri dan dibeberapa negara dibagian Asia bahkan tak lama lagi perusahan tersebut akan membuka cabang di negara bagian Eropa.
Penampakan kantor milih PT. Widjaya Group, bangunan yang menjulang tinggi di tempat yang strategis di tengah perkotaan.
Rara hanya bisa berdecak kagum memandangi gedung yang ada di hadapannya itu seketika langkah kakinya menjadi berat untuk melangkah masuk kedalam, ia masih tak percaya akan bekerja di perusahaan sebesar ini seketika Rara mematung menatap gedung itu dengan tatapan kosong.
sedangkan dari kejauahan sepasang bola mata memperhatikan tingkah Rara yang lucu, Ya itu Arfan dia barusaja akan masuk kedalam kantornya namun langkahnya terhenti ketika melihat Rara yang sedang mematung menatap bangunan itu.
"hmmm, kau sudah datang ?" Tanya Arfan yang membutarkan lamunannya.
"*eehhh, paak pakk Arfan, iya pak saya baru saja datang". ucap Rara gugup seketika lamunannya menjadi buyar karna suara khas pria itu.
"kenapa tidak masuk ?". tanya Arfan sambil mengangkat sebelah alisnya
"saa.. saaya gugup pak". ucap Rara gemetar.
"Tidak usah gugup toh nanti kamu akan setiap hari memasuki tempat ini, ayo ikut bersama saya". ucap arfan datar karna dilingkungan ini ia harus bersikap profesional*.
Keduanya melangkah masuk kedalam gedung tersebut, didahului oleh Arfan kemudian di susul oleh Rara.
__ADS_1