SISI YANG TERTUTUP

SISI YANG TERTUTUP
MENJEMPUTMU


__ADS_3

Drrttt...


Drttt....


Drttttt.....


Benda pipih milik Radit berbunyi, seketika tangan Radit meraba daerah sekitarnya untuk mencari bende pipih itu, matanya menyipit setelah ia lihat rupanya hanya bunyi alrm, Radit yang sejak semalam memilih tidur di balkon kantornya berniat untuk melanjutkan tidurnya, namun tak lama suara alrm dari ponsel miliknya kembali berbunyi.


"*Ahhh sial, mengganggu sekali lagian sejak kapan aku memasang alrm di ponselku, kecuali ada seseuatu yang penting". Gumam Radit seketika matanya melotot dangan sempurna ia teringat seseuatu.


"oohhh shittttt,,, hampir saja aku lupa, aku harus menjemput Rara". umpat Radit sekitika ia belari kekamar mandi miliknya untuk membersihkan diri*.


Sedangkan di rumah mungil itu, nampak seorang gadis sedang bertempur dengan alat perangnya, seperti biasa sebelum Rara pergi bekerja ia selalu menjalankan rutinitasnya sebagai sosok pengganti ibu bagi kedua adiknya, ya Rara kini sedang memasak untuk sarapan pagi, sebelum ketiganya menjalani aktivitas masing masing.


Dikantor Widjya Group, Radit nampaknya sudah siap dengan tampilan seperti tukang ojek, ia menggunakan celana jeans, kaos oblong, jaket, tak lupa ia menggunakan masker. karna Radit selalu menghabiskan waktu di kantornya tidak aneh jika beberapa barang pribadinya terdapat di kantor itu, termasuk beberapa pakaian ganti, setelah di rasa sudah siap radit bergegas menuju parkiran.


"Ahhhh, sempurna". Ucap Radit sambil membenarkan rambutnya kini ia sedang berdiri dihapadapan cermin yang memantulkan bayangan dirinya itu.


Setelah sampai di parkiran ia segera menaiki motor bebek yang sengaja ia beli, karna tidak mungkin dalam pemyamarannya Radit selalu menggunakan motor milik pak Adi, Radit sengaja memebeli motor bekas agar bisa langsung menggunakannya tanpa menunggu plat nomor kendaraan itu beres, walaupun Radit bisa saja mengurusnya tapi ia ingin Rara percara bahwa ia seorang tukang Ojek. Radit pun melajukan sepeda motornya itu meninggalkan kantor miliknya, motornya kini telah membelah jalan di kota tersebut menuju rumah Rara.


Sedangkan di rumah mungil itu, kini Rara telah selesai dengan rutinitas memesaknya ia bergegas membersihkan diri, lalau ia bersiap siap setelah dirasa cukup Rara bergegas ke kamar milik adiknya seperti biasa ia membangunkan kedua adiknya untuk segera bersiap siap.


"*Alfa, Azka ayo bangun ini sudah siang ". Ucap Rara sambil menggoyangkan bahu kedua anak lelaki itu. mata Alfa dan Azka kini telah terbuka lebar, menandakan mereka sudah terbangun dari mimpi indahnya itu. Azka yang lebih dulu menginjakan kakinya ia segera belaru ke kamar mandi sedangkan Alfa ia memilih duduk di tepi kasur untuk menumpulkan nyawanya.


"Azka cepat aku kebelet" Teriak Alfa sambil mengetuk pintu kamar mandi


"Sebentar aku belum memakai sabun". Sahut Azka dari dalam kamar mandi.


"Aaarrrgghhhh" lenguh Alfa, ia merasakan aneh dalam dirinya tiba tiba cairan hangat mmebasahi kedua kakinya.


"Kau kenapa ka, apa terjadi sesuatu padamu ?". Tanya Azka dari balik pintu*.


**Jelas Alfa kenapa - napa Azka dia sekarang sedang menanggung malu yang amat sangat, dan ada juga perasaan takut di omeli oleh Rara.

__ADS_1


"Aaahh, sial ini semua gara agara Azka pekik Alfa.


"Kakak, jawab apa ad asesuatu yang mengganggumu atau menyakitimu?". Selidik Azka dengan nada sedikit meninggi karna ia khawatir kepada keselamatan sang kakak


"Tiii----tidak" Ucap Alfa gugup.


"oke tunggu 3 menit lagi aku akan keluar, ucap Azka*"


Sedangkan Alfa kini tangannya sibuk dengan gagang lap pel, karna barusaja ia menumpahkan urine miliknya ke lantai yang ada di depan pintu kamar mandi setelah dirasa sudah cukup Alfa menyimpan lap pel itu dan di watu yang sama Azka keluar dari kamar mandi.


*klek* seketika pintu kamar mandi terbuka dan kini Azka berada tepat d hadapannya dengan hanya menggunakan handuk yang dililtkan ke pinggangnya. Setelah Azka keluar Alfa langsung masuk ke dalam kamar mandi itu tanpa mengindahkan Azka di hadapannya.


"Aneh". Gumam Azka.


Azka terlihat sedang di sibukan dengan kegiatannya untuk bersiap pergi kesekolah, sedangkan Rara sejak tadi telah menunggu di ruang tengah untuk makan besama sambil memegang handphone miliknya, sesekali ia melirik jam tangan miliknya.


kring...


"Ya,". Jawab Rara.


Begitulah kira kira isi chat antara Rara dan Radit yang kini sedang menyamar menjadi seorang putra tukang ojeg pribadi Rara.


"*Azka, Alfa ayo cepat ini sudah siang kita bisa terlambat, terlebih kita belum sarapan". Panggil Rara kepada kedua adiknya


"Iya ka, lima menit lagi kita beres". Ucap kedua adiknya secara bersamaan*.


Seteleh lima menit Alfa dan Azka muncul di hadapan Rara mereka menjatukan tubuhnya teoat di sisi kanan dan kiri dari tubuh Rara baru saja akan menyendokan nasi tiba tibaterdengar ketukan pintu.



Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit dengan menggunakan kuda besi miliknya akhirnya Radit sampai di kediaman milik Rara.


"Assalamualaikum". Ucap Putra

__ADS_1


Rara melangkah menuju pintu lalu membukanya.


Klek pintu terbuka


"*Wa'alaikumsalam".


"Ka Putra" lanjut Rara


"Udah siap ?" Tanya Putra.


"Mmm maaf ka, kami baru saja mau sarapan, kalau kakak tidak keberatan mari kita sarapan bersama". Ajak Rara.


Radit tampak sedang menimang nimang ajakan Rara, bukan karna apa dia tidak terbiasa makan di sembarang tempat, namun keadaan di dalam perutnya sedang ramai dengan adanya konser cacacing diperutnya itu, Radit berfikir apa salahnya jika dia mengiyakan ajakan dari Rara kalaupun dia sakit dia bisa kedoktet.


Rara yang sejak tadi memperhatikan raut wajah Radit pun akhirnya membuka pembicaraan.


"kakak ga usah nolak, ayo kita saraoan bersama lagian pagi ini aku masak cukup banyak". Ajak Rara.


"mmm baik lah, aku akan ikut sarapan bersama kalian". Ucap Radit alia Purra*.


Radid dan Rara melangkah memasuki rumah kecil itu kini mereka beremapat sedang menikmati sarapan bersama buatan gadis kecil itu, menu makan paginya pun sangat sederhana hanya ada sayur sup dengan potongan bakso, dan juga perkedel jagung, Radit dengan semangat menyantap hidangan yang di sajikan Rara bukan karna makanan itu buatan sang pujaan hati tapi karna rasanya sangat enak. Tanpa mereka sadari sejak tadi Rara dna Radit berbicara di depan pintu ada sepasang bola mata yang menyaksikan kedekatan keduanya, entah mengapa ada perasaan sesak yang menyelimuti dadanya saat melihat Rara dekat dengan pria lain selain dirinya.


Ingin rasanya pria itu mendatangi Rara dan menanyakan siapa lelaki yang sedang bersama gadis itu, namun dia sadar akan posisinya dia bukan siapa siapa bagi Rara, jadi dia tidak berhak untuk mendapatkan penjelasan apapun dari Rara.


Apakah pria itu kekasih Rara ?


kalimat itu yang kini memenuhi fikirannya. Setelah itu ia memutuskan untuk melajukan mobilnya membelah kemacetan di kota itu.


**Haiii othor kembali, maafkan othor yaaa karna telat post, ada beberapa urusan yang ga bisa othor tinggalakan semoga para readers suka yang dengan karya tulisan pertama yang otor buat.


Biar othor tambah semangat menulisnya jangan lupa beri like juga komen, dan juga segelas kopi + bunga


terimakasih dan selamat meikmati 🤗🤗🤗💜**

__ADS_1


__ADS_2