SISI YANG TERTUTUP

SISI YANG TERTUTUP
PENJELASAN


__ADS_3

"Jadi gimana, informasi apa yang sudah kamu dapatkan hari ini mengenai Rara". Tanya Radit dengan nada datar namun tidak dapat di pungkiri kali ini Radit terlihat berbeda dari sebelumnya dapat dilihat dari pandang matanya bahwa ia sedang kasmaran.


Rey yang sedari tadi duduk di hadapannya seketika menarik nafas lalu membuangnya secara lembut, ia menyodorkan sebuah map berwarna coklat yang bersikan beberapa lembar kertas juga foto.


Entah apa yang ada di fikiran Radit seketika ia mengambil map tersebut lalu membukanya saat ia melihat sosok gadis yang memenuhi fikirannya itu tanpa ia sadari kedua sisi bibirnya tertarik oleh sendirinya dan melukiskan sebuah senyuman di wajah dinginnya itu, jelas itu ada pemandangan langka bagi orang yang ada di sekitarnya karna Radit jarang sekali bahkan hampir tidak pernah tersenyum.


Saat sadar dirinya sedang di perhatikan seketika Radit membuang nafas kasar .


"Jelaskan apa maksud dari semua ini". Perintah Radit sambil menunjuk sebuah map berwarna coklat yang sedang ia pegang.


"*Tiara atau yang lebih sering di panggil Rara dia adalah putri sulung dari keluarga sederhana ayahnya bernama Dirman ibunya bernama Maya, ia memiliki dua orang adik laki laki". Cerita Rey


"lalu ?". Tanya Radit sambil menaikan kedua alis di dahinya


"Orang tua Rara sudha berpisah saat Rara duduk di kelas delapan Sekolah Menengah Pertama, Atau sekitar lima tahun yang lalu, ayahnya sudah menikah kembali dengan jada anak satu, sedangkan ibunya bekerja keluar pulau, setelah orangtuanya berpisah Rara sempat tinggal dengan nenek dari ibunya namu Rara dan kedua adiknya namu mereka selalu mendapatkan perlakuan buruk dari keluarga ibunya tersebut, kurang lebih tiga tahun kebelakang ayahnya membelikan rumah sederhana untuk di tempati oleh Rara dan kedua adiknya, Rara sosok gadis yang mandiri tangguh, ia tak ingin melihatkan kesedihannya kepada orang lain terutama kepada kedua adiknya." Papar Rey


"Hmmmm". Radit mendehem dan menarik nafas dalam lalau membuangnya entah menagap baru sedikit mendengarkam kisah hidup Rara dadanya merasa sesak ada gejolak ingin sekali membantu meringankan beban yang sedang di pikul oleh Rara.


"Di sekolah Rara terbilang gadis yang cukup cerdas, bahkan ia pun menjadi siswa teladan di sekolahnya karna selain pintar ia sosok yang mandiri dan pekerja keras, is tidak pernah malu saat jam istirahat ia gunakan untuk berjualan untuk mendapatkan uang dan hasilnya digunakan untuk keperluan Rara dan kedua adiknya, ayahnya jarang menafkahi anak anak begitupun ibunya karna walaupun ibunya bekerja namun gajinya hanya *** untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari, maka dari itu Rara berjualan di sekolah".


"Sedangkan di rumah Rara menjadi sosok kaka ibu juga merangkap menjadi sosok ayah bagi kedua adiknya, waktunya ia habiskan untuk mengurus kedua adiknya, di saat teman temannya sibuk dengan kegiatan nongkrong main atau berpacaran, Rara justru sibuk mengerjakan pekerjaan rumah mencari nafkan dan mengurus kedua adiknya sampai ia lulus sekolah hingga sekarang Rara bekerja di perusahaan ini adik adiknyalah prioritas utama bagi Rara, Sebelum ia bekerja disini dia pernah melamar pekerjaan ke pabrik milik tuan di lingkungan industri A namun di tolak karna tubuh Rara yang mungil hingga akhirnya ia bertemu dengan wanita pemilik warung yang tidak lain adalah ibu dari mantan tunangan Arfan, wanita itu pula yang meminta bantuan Arfan untuk menerima Rara bekerja di kantor ini". papar Rey

__ADS_1


"Cukup aku rasa cukup penjelasannya tidka usah di teruskan". Larang Radit, bukan tanpa alasa ia meminta rey menghentikan penjelasannya mengenai Rara, Radit merasa sangat sesak begitu berat ujian hidup Rara maka dari itu sebelum ia terlihat sedih ia memilih untuk menyudahi penjelasan dari Rey.


"Baik tuan kalau tuan merasa sudah cukup dengan penjelasan saya". Ucap Rey


"Terimakasih, satu lagi, saya minta kamu awasi gadis itu jangan biarakan ada orang lain yang berusaha mengganggunya, sekarang kamu boleh pergi". Ucao Radit


"Baik tuan saya akan selalu mengawasi gadis tersebut, kalau begitu saya permisi". pamit Rey hanya di balas anggukan*.


Rey melangkah pergi menjauh dari pria di hadapannya, tidak dapat di pungkiri jika Rey merasa ada yang aneh dalan diri tuannya itu, bahkan tuannya itu terlihat seperti pria yang sedang jatuh cinta namun enggan mengatakannya.


"Ada apa dengan tuan Radit, apa dia jatuh cinta dengan gadis itu, pandangan matanyapun berbeda seperti mengatakan bahwa ia sedang kasmaran". Batin Rey.


"Tiara Putri Utami Aku Radit Putra Widjaya, aku berjanji akan menjaga melindungi dna meringankan beban yang kamu pikul saat ini, setelah itu tidak akan ada kesedihan lagi yang kamu rasakan, kamu hanya akan merasakan kebahagiaan yang tidak pernah ada ujungnya" Gumam Radit


Sedangkan di rumah sederhana tiga orang kaka beradik baru saja menyelesaikan makan malamnya mereka pun bergegas masuk kekamar masing masing untuk beristirahat sebelum besok mereka disibukan dengan kegiatan masing masing.


Tiba tiba suara ponsel berbunyi seketika membuyarkan lamunan Radit.


dertttt...


derrttt....

__ADS_1


dertttt.....


Sebuah panggilan masuk bertuliskan momy di layar ponsel milik Pria tampan itu, tangan radit meraih ponsel di sampingnya lalu mengusap tombol hijau ke atas.


"Halo, Radit kamu dimana nak kenapa kamu belum pulang, apa terjadi sesuatu denganmu, apa ada maslah dikantor ?" Tanya ibu Radit dengan pertanyaan bertubi tubi, seketika Radit menarik nafas lalu membuangnya.


"hmmm tidak mom, aku hanya beristirahat sebentar di kantor hari ini aku benar benar lelah mom". jawab Radit


"Syukurlah kalau kamu baik baik saja, cepat pulang momy dan daddy menunggu mu, momy sudah masak makanan kesukaanmu" Ucap ibu Radit


"hmm, baik mom aku pulang sekarang". Jawab Radit


"Ya sudah momy tutup dulu telponnya, dahhh...". Ucap ibu Radit.


"daahhh mom" balas Radit.


Tuttttt.... sambungan telpon terputus, Radit bangkit dari duduknya ia melangkah menuju meja kerjanya tangannya mengambil jas miliknya lalu iya keluar dari ruangan itu, sebenarnya Radit masih ingin diam di balkon kantornya namun ia tidak mau membuat ibunya hawatir, ia berjalan menyurusi lorong yang tmsudah sepi tidak ada satupun orang disana, sampai di parkiran ia masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju masion milik keluarganya, sebenarnya tadi dia menggunakan supir pribadi namun karna ia ada urusan dengan Rey ia menyuruh supirnya untuk pulang duluan, kini mobil Radit sudah tiba do masion Widja ia bergegas masuk lalu makan malam bersama dengan kedua orang tuanya.


MOHON SUPPORT KARYAKU YAAA... DENGAN CARA LIKE, KOMEN, JUGA VOTE SEBANYAK BANYAKANNYA, SEBUAH DUKUNGAN KALIN MENJADIKAN SEMANGAT BARU BAGI AUTHOR, TERIMAKASIH TELAH SUDI MAMPIR DI KARAYA PERTAMAKU INI, MOHON KRITIK JUGA SARANNYA YAAA 🙏🙏😊😊


JANGAN LUPA MASUKAN KE DAFTAR FAVORIT YA SUPAYA SETIAP UPDATE ADA PEMBERITAHUAN 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2