
Kini mereka berdua tealah sampai lantai tempat Arfan bekerja keduanya melangkah meninggalkan lift setelah pintu lift terbuka di lantai 125, ya gedung besar ini terdapat 250 lantai dengan berbagai macamam ruangan dengan desain interior yang unik dan berbeda - beda tema di setiap lantai dan ruangan.
"Kamu tunggu disini, saya akan segera kembali". Ucap Arfan dengan nada datar dan menujuk kearah sofa di ruang kerjanya seakan memberi isyarat bahawa Rara harus duduk di sofa tersebut.
"eehh ii.. iya pak". Jawab Rara dengan gugup, bagai mana tidak ia yang sejak tadi melamun karna begitu kagumnya dan merasa tidak menyangka dia akan bekerja di perusahaan sebesar ini tiba tiba buyar karna suara pria tampan didepannya ini.
Sedangkan di lantai 245 dimana di lantai tersebut hanya diperuntukkan untuk presidir dan karyawan yang memiliki jabatan penting di perusahaan tersebut, terlihat Sosok pemuda tampan yang sedang asik berkutik dengan Laptopnya, ya dia Radit Putra Widjaya anak satu satunya dari pasangan Hadi Widjaya dan Ellin Widjaya, tak lain adalah seorang Presidir muda yang sudah hampir 4 tahun mengelola perusahaan tersebut. Berkat dikelola oleh Radit perusahaan tersebut berkembang dengan pesat, beberapa investor yang mereka temui langsung setuju untuk menanam saham diperusahaan tersebut. Tak sedikit yang memanfaatkan keadan untuk mencari muka dan menjodohkan putri mereka dengan Radit sang presidir muda.
...ILUSTRASI RADIT PUTRA WIDJAYA...
Sementara Arfan yang sudah membereskan urusannnya kembali masuk kedalam ruangan khusus kepala HRD dan disana Rara masih duduk dengan perasaan campur aduk. Arfan menghampiri meja kerjanya dan menghempaskan tubuhnya ke atas kursi empuk yang setiap hari menompang dirinya saat bekerja.
"Rara, kemari lah". Ucapa Arfan menyuruh Rara duduk berhadapan dengannya.
"mm,baik pak". Ucap Rara, segera menghampiri meja kerja Arfan lalu duduk di hadapan Arfan.
"begini, saya sudah mempertimbangkan semuanya, setelah saya putuskan kamu bekerja disini mungkin jabatannya tidak terlalu tinggi mengingat kau hanya lulusan SMK jadi saya memutuskan kamu diterima bekerja sebagai karyawan magang disini". Ucap Arfan yang dibalas dengan anggukan Rara.
"Tapi, jika kamu memiliki kinerja yang bagus mungkin saya akan mengangkat kamu menjadi karyawan tetap disini, maka dari itu saya harap kamu sungguh sungguh dalam bekerja dan menjalankan tugas kamu, ikuti arahan dari senior kamu". Ucap Arfan dengan sedikit penekanan.
"Baik pak, saya akan sungguh sungguh dalam bekerja". Ucap Rara dengan penuh semangat.
"Kalau begitu saya beritahu jabatan kamu disini hanya sebagai staf biasa di divisi HRD kamu bertugas merekap absen pulang pergi seluruh karyawan dan melaporkannya kepada saya setiap satu kali dalam seminggu". Ucap Arfan memberikan sedikit deskripsi pekerjaan yang harus dilakukan oleh Rara.
"dan karna kamu disini masuknya karyawan magang makan gaji kamu tidak akan sama seperti karyawan lainnya, kamu akan menerima gaji 4.000.000 setiap tanggal 25 disetiap bualan". Ucap Arfan
__ADS_1
"waaahhh, 4.000.000 itu nilai yang sangat besar, aku bisa mengajak adik adikku jalan jalan dan memenuhi semua kebutuhan kita bertiga". Batin Rara
"Bagai mana apa kamu setuju". Tanya Arfan
"Iya pa saya sangat setuju". Ucap Rara
"Baiklah, jika kamu setuju maka ini adalah surat perjanjian kerja magang, di situ sudah dijelaskan bahwa kamu dalam pengawasan saya maka saya harap kamu jangan sampai melakukan kesalahan yang dapat merugikan diri kamu sendiri". Ucap Arfan dengan penekanan diakhir kalimat.
"dan satu hal yang harus kamu ingat, saya sangat suka dengan karyawan yang disiplin tidak melanggar aturan mudah di arahan dan yang paling penting kamu bekerja disini atas rekomendasi saya maka saya harap kamu tidak melakukan hal yang membuat saya malu". Ucap Arfan.
"Baik pak, saya berjanji akan sungguh - sungguh dlaam bekerja dan tidak akan membuat bapak kecewa karna telah menerima saya disini" .
"kalau begitu silahkan tanda tangan surat perjanjiannya dan selamat bergabung di PT. Widjaya Group" Ucap Arfan. yang di balas anggukan oleh Rara.
Setelah Rara mendatangani surat perjanjian tersebut mereka berdua saling berjabat tangan.
"Baik pa saya akan memanfaatkan fasilitas kantor tersebut". Ucap Rara sambil menarik kedua sudut bibirnya menampilkan senyum dan lesung pipi di wajahnya yang mungil itu.
"oke, tunggu sebentar saya akan panggilkan seseorang untuk membawa kamu ke ruangan kerjamu dan menjelaskan lebih detail tugas dan tanggung jawabmu". ucap arfan yang di balas anggukan oleh Rara*.
Jari Arfan melayang layang di atas telpon yang tersedia di meja kerjannya lalu tak lama kemuadian, seorang wanita cantik masuk dan menghampiri Arfan.
"maaf ada yang bisa saya bantu pak?" .Tanya Sasa, yaa dia sasa sekertaris pribadi Arfan.
"Sa tolong antarkan dia keruangannya dan beritahu dengan detail tugas dan tanggung jawabnya". Ucap Arfan sambil menunjuk ke arah Rara.
"Baik pak, apakah ada yang bisa saya bantu lagi". Ucap Sasa.
__ADS_1
"Tidak, sudah cukup terimakasih". Ucap Arfan sambil membukan dan menyalaka laptop dihadapannya.
"Baik kalau begitu, saya permisi pak". Ucap Sasa sambil melangkah mendekati Rara, dna dibalas anggukan oleh Arfan yang sudah mulai disibukan oleh laptopnya.
"Mari nona saya antarkan keruangan anda" Ucap Sasa sambil memadu jalan mengarah kesebuah ruangan yang akan di tempati oleh Rara, Rara mengangguk dna mengikuti Sasa dari belakang.
Setelah melewati bebarapa pintu tibalah mereka disuatu rungan yang cukup besar tak jauh dari ruangan Arfan, di dalam ruangan tersebut terdapat 3 buah meja lengkap dengan perlengkapan kantor lainnya ketika meja tersebut hanya dihalangi oleh penyekat ruangan.
"*Baik, kita sudah sampai, ini meja kerjamu, dan silahkan kamu perkenalkan diri ke pada rekan kerja mu disini". Ucap Sasa sambil menberikan senyuman terbaiknya.
"Baik, bu". Ucap Rara sambil tersenyum, setelah itu iya berdiri dihadapan dua orang rekan kerjanya dan memperkenalkan dirinya sebagai karyawan magang tak lupa ita meminta rekannya untuk membimbing dia dalam bekerja serta dapat bekerja sama dengan baik*.
Setelah perkenalan selesai Sasa langsung meminta Rara duduk di mejanya dann dnegan telaten dan penuh kelembutan Sasa menjelaskan tugas dan tanggung jawab Rara dengan rinci tanpa satupun yang terlewatkan.
"*Bagaimana apakah kamu mengerti dengan apa yang sudah saya jelaskan kepadamu ?" tanya Sasa.
" iya bu saya mengerti". Jawab Rara.
"kalau, kamu sudah mengerti saya rasa sudah cukup, jika kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa meminta bantuan saya atau menekan tombol itu". Ucap Sasa sambil menunjuk kearah tombol putih di belakang Rara.
"Baik bu saya mengerti". Jawab Rara sambil menganggukan kepala.
"Kalau begitu saya permisi, dan selamat bekerja". Ucap sasa
"Baik, terimakasih banyak bu atas arahan nya". ucap Rara*, yang dibalas senyuman oleh Sasa.
Setelah Sasa keluar Rara segera melakukan pekerjaannya sesuai arahan yang terlah di jelaskan oleh Arfan dan juga Sasa.
__ADS_1