
kegiatan makan malampun berlajut dengan suasana mencekam tanpa ada sepatah obrolan dari mereka semua.
"Sudah Radit katakan, Radit tidak mau !!!!",. Suara Pria itu menggema dirungan tersebut.
Brakkkk, sura meja di pukul dengan keras ....
Flasback
Setelah selesai makan malam sayang syah memulai pembicaraan di antara kedua keluarga itu.
"***Radit bagaimana Vera menurut mu" Tanya sang ayah.
"Hmmm, baik" Jawab Radit dingin tanpa melihat sang gadis yang sedang d bicarakan ia terus fokus kepada ponselnya.
"Kalau begitu kamu setuju untuk menikahinya". Ucap sang ayah, sementara nyonya Elin sang ibu hanya diam dan memperhatikan obrolan ayah dan anak itu begitu juga dengan keluarga Vera. Nyonya Elin mulai cemas karna ia sangat tau sifat sang anak yang tidak mau untuk dijodohkan anaknya pasti akan menolak keras, namun kecemasan kali ini bertambah karna ia mempunyai firsat bahwa sang anak dan suaminya akan berdebah hebat dihadapan orang lain.
"Aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan masalah itu Dad". Jawab Radit dingin dan tetap fokus kepada ponselnya.
"Udah saatnya daddy menimang cucu darimu, daddy rasa kali ini tidak boleh ada penolakaj darimu". Ucap sang ayah membuat Radit geram. Radit buka orang yang nurut jika berurusan dengan pasangan hidup karna ia fikir menikah itu hanya sekali seumur hidup jika dia salah memilih maka ia akan menyesal selamanya terlebih di dalam hatinya saat ini hanya di penuhi oleh sosok gadis bernama Rara.
"Sudah Radit katakan, Radit tidak mau di jodohkan". Ucap Radit nengan nada tinggi dan memandang tajam bak tatapan elang kepada sang ayah.
BRAKKK..... meja dipukul secara kasar menimbulkan suatu suara yang sangat menggema sehingga semua yang ada disana telonjak kaget, namun berbeda dengan Radit ia hanya menyungingkan senyuman sinis kepada sang ayah.
"Aku perjelas, kali ini kamu tidak boleh menolak, dan aku putuskan minggu depan kalian akan menikah titik keputusanku sudak final". Tegas sang ayah
"Jika begitu kenapa tidak kau saja yang menikah dengannya ? kenapa harus aku ?". Tanay Radit emosi
"Dasar anak tidak tahu diri, kau pilih menikahinya atau......" ucap sang ayah terpotong.
__ADS_1
"Atau apa ?" emosi Radit memuncak
"Atau kau ku coret dari daftar keluarga Widjaya, ingat semua aset milikmu masih atas nama keluarga widjaya, jika kau menolak perjodohan ini maka kau akan kehilangan segalanya". ucap sang ayah
"Cukup suamiku, hentikan omongkosong ini". Ucap sang istri
"Tidak mom, aku harus menyelesaikan semuanya hari ini, jadi biarkan kami berdua menyelasaikannya saat ini juga" Ucap Radit lembut kepada sang ibu namun masih dnegan tatapan tajam bak tombak yang siap menusuk sang musuh.
"Dengarkan aku, mulai hari ini saya Radit Putra Widjaya menolak perjodohan ini juga melepas nama Widjaya dalam indentitasku, dan saat ini juga aku serahkan semua aset milik keluarga widjya mulai saat ini tugas kantor bukan tanggunggung jawabku lagi". Ucap Radit Tegas
"ooo rupanya kau sudah berani Radit, jika benar kau menolak perjodohan ini maka bersiaplah kau keluar dari keluarga widjaya". Ucap sang ayah sinis
"Tanpa kau suruhpun aku akan keluar dari rumah yang penuh dengan aturan juga intimidasi, rumah yang tidak pernah memberikan ruang untuk memutuskan keinginan sendiri". Ucap Radit serius, sedetik kemudian ia menyodorkan kunci mobil miliknya kartu kartu penting miliknya kecuali KTP juga SIM miliknya diletakannya semua barang berharga di atas meja. Radit berjalan menghampiri sang ibu.
"Mom maafkan aku, jika keputusanku melukai hatimu, tapi aku tidak bisa terus terusan menjalani kehidupan monopoli ini, aku lelah diatur sejak dulu bahkan urusan hatikupun aku tidak berhak menentukan siapa yang aku cintai, maka dari itu izinkan aku pergi, aku yakin kau akan baik baik saja tanpa aku mom". Ucao Radit sambil memegang kedua pipi milik sang ibu.
"Tidak nak, bagaimana aku akan hidup jika tanpa kamu putraku satu satunya". Ucap sang ibu menitikan air mata
"Suamiku sudahi semua ini aku mohon, biarkan anak kita memilih jalan hidupnya sendiri". Mohon sang istri
"Tidak keputusanku sudah bulat, jika dia memilih pergi maka suruh dia pergi". Ucap Tuan Widjaya.
"Berjanjilah untuk selalu bahagia mom". Ucap Radit sambil mencium dan memeluk sang ibu setelah itu Radit pergi meninggalkan tempat itu.
"Radit jangan tinggalkan mommy nak". Ucap sang ibu hendak mengejar anak satu satunya itu, namun langkahnya di cegah oleh sang suami.
"Lepaskan aku aku akan membawa anakku kembali pulang". Ucap Nyonya Elin
"Biarkan dia pergi, dia tidak akan lama meninggalakan rumah ingat dia tidak akan tahan hidup tanpa kemewahan". Ucap tuan Widjaya mendekap sang istri kedalam pelukannya sedangkan kedua orang tua veea hanya menatap kesal ke hadapan mereka berdua
__ADS_1
"Radit Tunggu". Teriak seorang gadis namun tida di hiraukan oleh Radit ia terus melangkan berjalan meninggalkan gedung mewah tersebut
"Radit tunggu,". Ucap snag gadis terengah engah karna berlari mengejar Radit akhirnya ia bisa menghentikan langkah Pria tampan itu, kedua tangannya menggenggam lengan kekar milik Radit.
"Untuk apa kau mengejarku sudah aku katakan aku menolak perjodohan ini tidak akana d apernikahan diantara kita". Bentak Radit, ya gadis itu adalah Vera, gadis yang hendak di jodohkan kepadanya oleh sang ayah.
"Tapi radit aku sunggu mencintaimu apa kau tega meninggalkan ibumu, menikahlah denganku Radit". pinta gadis itu
"Cukup lepaskan tanganku, ingat baik baik dari awal aku tidak menyukaimu, jangankan belajar mencintaimu, berhadapan denganmu seperti ini aku sangat muak, lepas !!!!". Bentak Radit sambil menghempaskan tangan gadis itu hingga genggamannya telepas.
"Tuan Widjaya, aku Rasa cukup kau mempermalukan keluarga kami, juga putri kami satu satunya, tidak ada perjodohan diantar keluarga kita, dan kau ingat setelah ini aku akan mencabut semua sahan milikku diperusahaanmu, kai sudah membunyikan genderang perang diantara kita maka
bersiaplah" Ucap pria paruh baya itu sambil meninggalkan sepasang suami istri yang sudha tidak muda lagi itu.
"Tunggu tuan beri aku waktu, aku janji putraku akan menikahi putrimu". Teriak tuan Widjaya namun tidak di hiraukan oleh pria itu
"Sial... Ini semua gara gara anak sialan itu". hardik Tuan Widja
"Cukup suamiku aku lelah dengan semua ini". Ucap sang istri
keduanyapun bergegas meninggalakan gedungitu menuju Maison milik keluarga widjaya
"Cukup Vera, jangan kau mengejar pria itu akau akan mencarikan pria yang lebih tampan kaya dan mampan darinya'. ucap sang ayah menghentikan langkah kaki gadis itu.
Swmentara itu Radit sudah tak terlihat lagi, entah kemana dia pergi
HAYOOO KIRA KIRA RADIT KEMANA YAAAA ... APA YANG AKAN TERJADI PADA PERUSAHAAN JIKA RADIT TIDAK ADA DISANA ????
Haiiiii , Othor kembali selamat membaca yaaa semoga kalian suku, tinggalkan juka like dan komen yaaa,,, secangkir kopi untuk menambah semangat Othor juga Othor terimaaa hihihi...
__ADS_1
selamat membaca
dan terimakasih***