SISI YANG TERTUTUP

SISI YANG TERTUTUP
PULANG BARENG


__ADS_3

Setelah memberi peringatan kepada Sasa Arfan memilih pulang, namun setelah sampai di depan pintu langkahnya terhenti ia ingat ucapan dari bu Asih bahwa Rara hanya tinggal bersama kedua adiknya dan dialah yang mengurus kehidupan adik adiknya, seketika Arfan berbalik arah hingga tubuhnya menghadap kedua gadis didepannya dan itu membuat kedua gadis itu kaget dan berfikir ada lagi kesalahan yang di lakukan kepada Arfan.


"*Kamu ga akan pulang ?". Tanya arfan nada datar dengan mata menatap kepada Rara.


"Sebetulnya saya mau pulang pak, saya belum menyiapkan makan malam untuk kedua adik saya , tapi saya tidak tau jalan pulang". Ucap Rara lirih.


"ya sudah kamu ikut saya aja, lagian rumah kita searah". Ajak Arfan.


Sasa dan Rara saling tatap kemudian Sasa menganggukan kepalanya tanda iya setuju dengan ucapan Arfan.


"Saya takut merepotkan bapak". Ucap Rara


"Tidak, lagian arah rumah kita searah, ayo saya antar". Ucap Arfan datar, padahal bukan itu alsan sebenarnya, ia teringat janjijnya kepada bu Asih untuk selalu menjaga Rara*.


*Flash Back"


"***Terimakasih karna kamu sudah membantu ibu, ibu titip Rara dia suah ibu anggap sebagai anak ibu sendiri, tolong kamu jaga dia, dia anak yang baik nak". Ucap bu Asih kepada Arfan


"baik bu Arfan akan menjaga Rara layaknya adik Arfan sendiri, arfan janji akan melindungi Rara". Jawab Arfan, ia tidak akan pernah menolak permintaan dari mantan calon ibu mertuanya seandainya tunangannya tidak meninggal hari itu mungkin kini dia sudah resmi menjadi menantu bu Asih.


setelah itu Arfan pamit meninggalkan bu Asih karna ia harus kembali kekantor


*Flash back off*.


"*baik lah kalau bapak tidak keberatan saya ikut pulang bersama bapak". Ucap Rara menerima ajakan dari Arfan.


"ya sudah ayo keburu malam". Ucap Arfan*


Setelah itu Rara pamitan kepada sasa dan melangkah mengikuti pria yang sedang berjalan didepannya itu, saat ia ingin membuka pintu belakang mobil itu tiba-tiba suara bariton yang tak asing di telinganya membuayrkan semuanya dan seakan menarik kembali tangan Rara yang hendak membuka gagang pintu mobil di hadapannya.

__ADS_1


"*Ngapain kamu duduk dibelakang, saya ini atasanmu bukan sopir mu". ucap Arfan dingin


"maaa.. maaf pak maafkan saya". Ucap Rara ketakutan bagaimana tida setelah mendengar Arfan memarahi Sasa di hadapannya menbuat Rara sangat takut kepada Arfan.


"masuk kamu duduk didepan ingat saya atasan mu bukan supirmu" ucap Arfan memberi penekanan diakhir kalimat.


"bbaa.. baik pak". ucap Rara sambil masuk kedalam mobil dan duduk di samping Arfan.


Disepanjang perjalanan keadan mobil sangat hening tidak ada satupun suara, namun Rara ingat jika hari ini dia tidak sempet masak untuk makan malam bersama kedua adiknya, ia mengernyitkan dahinya mencari ide bagaimana caranya supaya dia dan kedua adiknya bisa makan malam ini.


Ditengah tengah jalan dia melihat ada rumah makan yang dibandrol harganya hanya sepuluh ribu *serb 10.000". begitu kira kira tulisan yang di tempel di dinding luar runah makan tersebut.


"maaf pak apakah saya boleh turun sebentar". tanya Rara walau aga sedikit takut.


"hmmm, mau apa ini sudah larut malam apa kamu tidak kasian dengan adik-adik mu yang sedang menunggu di rumah". Ucap Arfan ketus


"ii..itu pak, tadi saya melihat ada rumah makan yang membandrol harga serba sepuluh ribu, saya berniat untuk membeli makanan d rumah makan itu untuk makan malam kami bertiga karna hari ini saya tidak sempat masak untuk makan malam". Ucap Rara.


"Nanti didepan ada Rumah Makan, kamu turun dan beli untuk adikmu". Arfan membuka suara hanya di jawab anggukan oleh Rara.


Tibalah mereka di sebuah Restoran yang cukup besar setelah mesin mobil di matikan Rara membuka pintu mobil dan keluar dari moboli, baru beberapa langkah Rara mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam restoran tersebut.


"*Uangku tidak akan cukup, restoran ini sangatlah megah dan juga harganya pasti mahal" batin Rara kemudian memutuskan masuk kembali kedalam mobil.


"kenapa kamu tidak masuk, bukankah kamu harus membeli makanan untuk adik adik mu". Tanya Arfan sambil matanya fokus kelayar ponsel miliknya.


"mmm, tidak jadi pak, ini restoran elit saya rasa saya tidak mampu membeli makanan disini" Ucap Rara sopan. Seketika Arfan mengingat bahwa gadis di sampingnya adalah gadis yang hidup sederhana.


"oh.. begitu". Ucap Arfan dingin

__ADS_1


" iya pak, nanti saja saya membeli makannanya di amang nasi goreng langganan saya" Ucap Rara. Namun tanpa mengindahksn ucapan Rara Arfan keluar berjalan masuk kedalam Restoran dan tidak lama keluar dengan membawa 4 paper bag, dan masuk lagi kedalam mobilnya setelah menyimpan paperbag itu di jok belakang*.


Arfan menyalakan mesin dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan Rara hanya duduk dan melihat pemandangan disekitarnya.


"*Kamu tidak perlu membeli makanan untuk makan malam kamu dan kedua adikmu, saya sudah membelikan makanan". Ucap Arfan sambil mata tetap fokus memandang kedepan .


"bapa tidak usah repot repot, saya bisa membeli nasi goreng langganan saya pak". Ucap Rara.


"*Saya tidak repot, lagian saya males jika haru sering berhenti di tengah perjalanan". Ucap Arfan datar


"Terimakasih banyak pak". Ucap Rara


"hmmm" balas Arfan*.


Mereka melanjutkan perjalannya dengan pikiran masing masing didalam kepala mereka hampir dua jam perjalanan akhirnya gapura kampung Rara sudah terlihat.


"*mmmm, pak saya turun disini saja saya tidak mau merepotkan bapak" Ucap Rara.


"ini tidak terlalu jauh kerumah saya, saya bisa jalan kaki" lanjut Rara


"ini sudah malam tidak baik anak gadis berjalan kaki sendirian malam malam seperti ini, lagian tadi kamu pulang bareng saya dan keselamatan kamu menjadi tanggung jawab saya, kalau kenapa napa saya yang disalahkan" Ucap Arfan sambil menanikan sebelah Alisnya dan tetep fokus mengemudi.


"bbaaa... baiklah, maaf saya merepotkan bapak" Ucap Rara dan tidak mendapat jawaban apapun dari Arfan*.


Tibalah mobil Arfan disebuah lapangan yang tidak terlalu besar mungkin itu lapangan sepak bola namun kondisinya tidak terawat, Rara turun dari mobilnya dan di susul oleh Arfan yang membawa 4 paperbag berisi makanan yang di beli Arfan.


Mereka berdua berjalan nelewati jalan setapak yang kurang dengan pencahayaan, ya tidak ada lampu disana membuat keduanya harus hati hati jika meleng sedikit mereka akan terpeleset dan jatuh kedalam sawah.


Setelah berjalan kurang lebih 15 menit mereka akhirnya tiba didepan sebuah rumah sederhana berukuran kecil, ya itu rumah Rara dan kedua Adiknya.

__ADS_1


MOHON SUPPORT KARYAKU YAAA... DENGAN CARA LIKE, KOMEN, JUGA VOTE SEBANYAK BANYAKANNYA, SEBUAH DUKUNGAN KALIN MENJADIKAN SEMANGAT BARU BAGI AUTHOR, TERIMAKASIH TELAH SUDI MAMPIR DI KARAYA PERTAMAKU INI, MOHON KRITIK JUGA SARANNYA YAAA 🙏🙏😊😊


JANGAN LUPA MASUKAN KE DAFTAR FAVORIT YA SUPAYA SETIAP UPDATE ADA PEMBERITAHUAN 😊😊😊


__ADS_2