
Setelah Radit mengetahui nama gadis yang menabraknya tadi radit menjadi tambah penasaran, ia ingin mencari tahu lebih dalam sosok gadis pemilik nama Tiara Putri Utami.
"mmm ada apa dengan diriku mengapa fikiranku selalu tertuju kepada gadis tadi, aku harus cari tau siapa dia sebenarnya".
Setelah memutar otaknya akhirnya Radit menemukan cara untuk mencari tau siapa sosok Tiara Putri Utami, dia memutuskan untuk menyuruh orang agar memata matai Rara.
"*Hallo, ada yang bisa saya bantu tuan ?" tanya seorang pria di sebrang telpon
"mmm, yaaa saya ingin kamu mencari tahu infor masi mengenai gadis bernama Tiara Putri Utami, saya akan kirimkan datanya kamu selidiki siapa dia sebenarnya" Ucap Radit
"Baik tuan, saya akan menyelidiki gadis tersebut secepatnya" Jawab Pria itu
"Bagus setelah kamu dapat informasi mengenai gadis itu langsung hubungi saya, dan ingat jangan sampai ada satupun yang tau tentang misi ini" Ucap Radit dengan nada dingin.
"Baik tuan, apakah ada yang bisa saya bantu lagi tuan ?" Tanya pria itu
"Tidak, kamu kerjakan saja tugas itu dengan baik" Ucap Radit
"baik tuan" Jawabnya
tuutt.... Sambungan telpon terpustus sepihak, ya siapa lagi yang memutuskan sambungan telpon selain Radit.
"Ada apa dengan ku, aarrrggghhhh kenapa dia selalu muncul di fikiranku, apa aku jatub cinta" Batin Radit kesal karna tidak dapat mrnyingkirkan sosok Rara dari fikirannya*.
Sedangkan di bagian HRD rara sedang duduk di hadapan komputer dan jari lentinya menari nari di atas keyboard, ya Rara sedang fokus mengerjakan laporan absen karyawan yang di minta Arfan, saking sibuknya ia tak sadar jika ini sudah lewat dari jam pulang kantor.
"*Rara kenapa kamu belum pulang, apakah kamu lembur" Ucap penjaga keamanan yang sedang berkeliling untuk memastikan seluruh keadaan kantor baik baik saja.
"mmmm, sa.. saaaya lupa pak, saya kira inj belm jam pulang kantor". Ucap Rara, ia gugup karna kaget tiba tiba ada suara yang mengagetkannya.
"Ya sudah kalau kamu tidak lembur kamu pulang untuk apa kamu berlama lama disini". Pinta penjaga keamanan tersebut.
__ADS_1
"Baik pak, tunggu sebentar saya akan merapihkan meja kerja saya juga saya akan merapihkan barang barang saya" Ucap Rara, hanya di balas deheman sang penjaga keamanan*.
Setlah dirasa sudah beres Rara melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan kerja menuju lift, ketika pintu lift terbukan ternyata didalam ada sosok laki laki yang tak asing baginya, bagai mana tidak laki laki itu yang tadi pagi ia tabrak, tanpa berfikir apapun Rara melangkahkan kakinya masuk kedalam lift.
Radit yang sejak tadi ada didalam lift itu memperhatikan Rara tanpa sepengatahuan gadis itu akhirnya pintu lift terbuka di lantai satu, Rara bergeges keluar berjalan dengan langkah sedikit cepat, Radit yang penasaran ia langsung mengikutiny tanpa fikir panjang.
"aduh ini sudah sangat sore, bis karyawanpun sudah tidak ada, aku harus segera sampai ke rumah, tapi tidak mungkin jika aku menunggu angkutan kota, apa aku naik ojek online saja". Gumam Rara tanpa sadar Radit yang ada d belakangnya mendengan ucapan Rara itu.
Entah dapat ide dari mana tiba tiba Radit kefikiran nyamar jadi tukang ojek, supaya dia bisa dengan mudah mencari tahu sosok Rara yang sebenarnya, setelah mendengar ucapan Rara tadi dia langsung menghampiri scurity untuk meminjam motornya.
"*Pak adi saya pinjam jaket dan motornya sebentar, nanti saya bayar" . Ucap Radit kepada penjaga keamanan.
"Boleh pak, tapi untuk apa, bukankah bapa sudah ada mobil dan supir pribadi ?" Tanya pak Adi kebingungan.
"Sudah tidak usah banyak tanya, serahkan kunci juga jaketnya". Ucap Radit sambil pandangan matanya mengikuti kemana langkah Rara pergi.
"Ini pak kunci dan jaketnya". Ucap Pak Adi sambil menyerahkan kunci juga jaket kepada Radit*.
"*Ojek ba ?" Tanya Radit.
"Mmm iya, apakah anda sopir ojek" Tanya Rara dna di balas anggukan oleh Arfan tanda membenarkan bahawa ia Adalh supir ojek.
"Baik lah, tolong antar saya kekampung A, saya harus segera tiba d rumah". Ucap Rara.
"Baik" Ucap Radit sambil memberikan sebuah helm kepada Rara, dan di terima juga langsung dipakai oleh Rara*.
Kini rara duduk di jok penumpang, sedangkan Radit mulai menginjak gigi setelah itu ia langsung menekan gas, motor yang di naiki mereka berdua kini telah melaju membelah jalan, berhubung hari sudah mulai gelap Radit sesikit mempercepat laju motor tersebut agar secepatnya sampai di rumah Rara.
Tak ada obrolan sedikitpun di antara mereka, sampai akhirnya suara barithon Radit memecahkan keheningan di antara mereka.
"*Sudah lama kerja di kantor itu". Tanya Radit
__ADS_1
"Tidak saya baru dua hari berkerja di PT. Widjaya Group". Jawab Rara.
"Ouh,, setau saya perusahaan itu menyediakan bus karyawan kenapa memilih naik ojek". cecar Radit
"mmm tadi saya terlalu fokus bekerja sampai saya tidak sadar jika jam pulang sudah terlewat hampir satu jam". Jelas Rara.
"Ouh begitu, apakah kamu selalu naik ojek saat menuju kantor itu ?". Tanya Radit
"Tidak saya berniat untuk naik bus karyawan tapi karna saya sibuk mengurus adik saya sebelum pergi kerja jadi saya selalu menggunakan angkutan umum". Jelas Rara
"Ouh begitu, jika kamu mau saya bisa mengantar jemput kamu anggap saja abudemen kamu bisa bayar saya setiap kamu gajian". Tawar Radit.
"Mmm tapi ongkos ojek itu mahal saya harus menghemat gaji saya untuk memenuhu kebutuhan adik saya". Ucap Rara.
"Tenang saja saya akan memasang tarif sesuai dengan tarif angkutan umum yang kamu naiki, daripada kamu naik angkutan umum bisa kejebak macet". Tawar Radit*.
Rara berfikir sejenak, akhirnya ia memutuskan untuk menerima tawaran supir ojek tersebut.
"*mmmm jika anda memasang tarif seperti angkutan umum, saya setuju" Ucap Rara. yang membuat batin Radit berbunga bunga bagaimana tidak Rara ternyata sosok yang sangat polos bahkan ia tidak menaruh curiga sedikitpun, padahal Radit memiliki maksud tertentu, secara mana mungkin sekrang Presdir di perusahan terbesar dinegeri yang mereka tempati rela menjadi seorang supir ojek demi seorang gadis bernama Tiara Putri Utami.
"Baik lah, kalau kamu setuju besoms aya jemput kerumah kamu, jam berapa kamu biasa berangkat ?" Tanya Radit.
"Jam 6.30 pagi, karna aku harus mengantarkan adik ku kesekolah". Ucap Rara
"Biklah" Jawab Radit*.
Seketika tidak ada obrolan diantara mereka berdua membuat suasana menjadi hening kembali, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit akhirnya mereka tiba di sebuah rumah kecil milik Rara.
"Ternyata dia tinggal disini". Batin Radit.
MOHON SUPPORT KARYAKU YAAA... DENGAN CARA LIKE, KOMEN, JUGA VOTE SEBANYAK BANYAKANNYA, SEBUAH DUKUNGAN KALIN MENJADIKAN SEMANGAT BARU BAGI AUTHOR, TERIMAKASIH TELAH SUDI MAMPIR DI KARAYA PERTAMAKU INI, MOHON KRITIK JUGA SARANNYA YAAA 🙏🙏😊😊
__ADS_1
JANGAN LUPA MASUKAN KE DAFTAR FAVORIT YA SUPAYA SETIAP UPDATE ADA PEMBERITAHUAN 😊😊😊