SISI YANG TERTUTUP

SISI YANG TERTUTUP
PERJUANGAN DI MULAI


__ADS_3

Setelah mengantar Rara, Putra memutuskan untuk mencari rumah untuk ia tempati, Putra memilih membeli Rumah yang tak jauh dari kediaman Rara supaya ia lebih mudah memantau pergerakan Rara, dan ia bisa melindungi orang yang ia cintai dari dekat.


Setelah muter muter mengitari komplek mata Putra tertuju pada sebuah rumah sederhana di lingkungan komplek tersebut bertuliskan "Rumah ini di Jual Hub. 08xx-xxx-xxxx" . Karna merasa cocok iapun menghubungi kontak yang tertera pada papan tersebut.


[**Halo... dengan siapa saya bicara] suara pria disebrang telpon


[ Siang tuan, Saya Ra.. Putra] ucap Putra hampir saja menyebut dirinya Radit.


[ Oh... Ya ada yang bisa saya bantu ?] Tanya orang di sebrang sana


[ Begini tuan saya tak sengaja melihat info rumah dijual di komplek z, apakah betul rumah itu akan di jual ? Kalau betul saya tertarik dengan rumah itu ]. Ucap Putra


[ Ya betul, rumah itu akan saya jual karna saya sekarang tinggal bersama anak saya]. Jawab pemilik Rumah


[ Kalau begitu bisakah kita bertemu tuan] Tawar Putra


[ Tentu, tapi apakah kau sudah lihat kondisi rumah tersebut, jika belum minta saja kuncinya ke pemilik warung di samping rumah jika sudah biar dia yang mengantarmu kesini] jelas pemilik rumah tersebut


[ Oh ide yang sangat bagus tuan saya akan melihat isi rumahnya terlebih dahulu] Jawab Putra


[ ya kau lihat lihat saja dulu jika cocok hubungi saya lagi] jawab pemilik rumah


[Baik tuan terimakasih, kalau begitu saya tutup dulu teleponnya]


[ Ya, sama sama] Sambungan teleponpun terputus**.


"***Permisi " Ucap Putra


"Ya, ada yang bisa saya bantu" Tanya pemilik warung.


"Bagini bu, tadi saya melihat rumah di sebelah akan di jual, setelah saya hubungi no hpnya, saya diminta mendatangi ibu untuk melihat isi rumahnya, maka dari itu saya kesini" Jelas Putra***


"**Oh begitu, sebentar saya ambil kuncinya dulu". Jawab pemilik warung, Putra pun menyetujuinya dengan anggukan. Setelah menunggu beberapa menit akhirknya oemilik warung keluar dan membawa sebuah kunci rumah, lalu mengajak Putra untuk melihat rumah itu.


"Silahkan masuh, lihat lihat saja dulu" Ucap sang pemilik warung, Putrapun melangkahkan kakinya memasuki rumah tersebut mengecek satu persatu ruangan yang ada disana tidak besar memang sebuah rumah sederhana yang didalamnya terdapat dua kamar tidur, satu dapur, satu kamar mandi, ruang keluarga, ruang tamu serta parkiran yang hanya cukup untuk satubuah mobil.

__ADS_1


Putra merasa cocok, terlebih disana sudah terdapat beberapa pelengkapan rumah tangga seperti kursi kasur lemari yang sengaja di tinggalkan sang pemilik sebagai bonus untuk pembeli, sebenarnya bukan karna itu saja pemilik rumah itu tida mau ribet bawa perlengkapan tersebut jadi memilih meninggalkan rumah itu tanpa membawa barang barang yang ada disana.


" Saya rasa rumahnya cocok untuk saya, saya tertarik untuk membelinya" Ucap Radit


"Kalau kamu minat saya bisa antarkan kamu ke pemilik rumah ini nak" Ucap pemilik warung


"Kira kira rumah ini dijual dengan harga berapa ya bu ?"


" Dulu sih kalau ga salah rumah ini mau dilepas diangka 150 juta tapi masih bisa nego"


"Oh baik, kira kira kapan saya bisa bertemu dengan pemilik rumah ini "


"kalau saya terserah kamu saja nak, mau sekarangpun saya siap"


"Baiklah bu bagaimana jika sekarang saja kebetulan saya sangat butuh tempat tinggal" Ajak Putra


"Baik kamu tunggu sebentar di warung saya siap siap dulu".


"Baik, saya akan menunggu".


sebelum mencarj rumah Putra mencairkan cek yang ia miliki, uang itu akan Putra gunakan untuk membeli tempat tinggal dan juga untuk modal memulai usaha, karna tidak mungkin jika ia terus terusan jadi tukang ojeknya Rara.


Ting tonggg..... bel di tekan oleh Putra.


keluarlah seorang pelayan


"Selamat sore bu, ada yang bisa saya bantu". Tanya pelayan


"Saya Ratih tetangga lama. pak Handoko, dan ini Putra kam kesini ingin bertemu dengan pak Handoko, apalah beliau ada disini". Ucap wanita itu


"Oh bu Ratih, tuan ada di halaman belakang bu, silahkan masuk dulu biar nanti saya panggikan tuan han". Ajang pelayan sopan


"Baik". Jawab bu Ratih mereka pun masuk dan duduk di sebuah ruangan khusus untuk menerima tamu.


"Maaf tuan, didepan ada ibu Ratih beliau kemari untuk bertemu dengan tuan". Ucap sang pelayan

__ADS_1


"ouh terimakasih saya akan menemuinya, kamu buatkan merka minum". ucap Pak Handoko


"Baik tuan". jawab sang pelayan


Pak Handokopun melangkah menemui tamunya itu, setelah itu mereka pun sepakat yang diakhiri oleh perjanjian jual beli,, Rumah itu akhirnya menjadi milih Putra. Saat akan Berpamitan betapa kagetnya ia ketika melihat anak dari pria tersebut, untung saja dia masih menggunakan penyamaran sebagai Putra kalau tidak hancur semua rencananya.


"Sore pah" Ucap lelaki itu


"Sore Jack" Ucap Pak handoko.


"Oh iya Jack, kenalin ini Putra, rumah papah yang di komplek z sudah resmi menjadi miliknya". Jelas Pak Handoko tanpa mengenalkan bu Ratih karna Jack sudah mengenal bu Ratih sebelumnya.


Jackpun menyalami bu Ratih dan Putra, Pak handoko menyerahkan sebuah amplop kecil kepada bu Ratih sebagi komisi begitupun putra memberika sejumlah uang kepada bu Ratih karna telah membantunya dalam Proses jual beli tersebut. setelah itu Bu Ratih dan Putra pun pamit.


Sesampainya di rumah Putra langsung bebenah ia menata pakain miliknya yang tidak terlalu banyak kedalam lemari setelah itu ia mulai membereskan rumah itu hingga telihat rapi dan bersih.


"Ah lelah sekali, ternya mengerjakan pekerjaan rumah itu tidak mudah" Batin Putra ia mendudukan tubuhnya di sebuah kursi, yang biasanya ia hanya bisa memerintah kini ia harus melakukan semuanya sendiri, kehidupan memang begitu kadang kita diatas kadang kita di bawah.


Radit berisitirahat beberapa saat kemudia ia bergegas membersihkan tubuhnya karna ia harus menjemput Rara, dengan kecepatan tinggi Putra melajukan sepeda motornya karna ia sudah terlamabat Rara pasti sudah menunggunya, dan benar saja saat motornya tiba di depan gerbang perusahaan Rara sudah menunggunya namun saat ingin menepikan motornya sebuah mobil berhenti tepat di hadapan Rara.


"Belum pulang Ra ? "


"Belum pak saya sedang menunggu jemputan"


"apakah dia pacarmu ?"


"mmm bukan pak, kamu hanya berteman"


"kalau begitu pulang bareng sama saya saja Ra,"


"mmm tidak pak, terimakasih untuk tawarannya"


Rara sengaja menolak ajakan Arfan karna ia tidak mau memberikan kesempatan untuk Arfan mendekatinya lagi, entah seperti ada sesuatu yang tidak biasa diukapkan hatinya seakan tertutup untuk laki laki tak terkecuali seorang pria yang biasa membuat Rara merasa nyaman bersamanya namun Rara tidak mengetahui perasaan pria itu terhadapnya.


mmmmmm kira kira siapa yaaa yang udah bikin Rara nyaman**

__ADS_1


Haiiiii , Othor kembali selamat membaca yaaa semoga kalian suku, tinggalkan juka like dan komen yaaa,,, secangkir kopi untuk menambah semangat Othor juga Othor terimaaa hihihi...


selamat membaca


__ADS_2