
Setelah kejadian tadi Rara merasa tidak enak pada Arfan, namun disisi lain Arfan mersa dirinya telah egois, ia sadar dia bukan siapa siapa bagi Rara hubungan mereka hanya sebagai rekan kerja tidak lebih, tapi Arfan tidak dapat memungkiri jika dirinya mulai timbul rasa terhadap Rara.
kamu sangat bodoh Arfan kenapa kamu bisa bersikap kasar kepada Rara, kenapa kamu tidak bisa menahan amarahmu, ingat Arfan dia hanya karyawan dan dia bukan siapa siapa, kamu tidak berhak mengurus urusan pribadinya. Batin Arfan, tanpa sadar Arfan mencak ngacak kepalanya ia merasa sangat bodoh karna telah bersikap kasar kepada Rara.
Aku harus bisa menahan perasaanku, aku akan bersaing secara sehat dengan pria itu, aku harus cari tau siap pria yang mengantar Rara tadi. Bantin Arfan.
Oh ya ampun Arfan dia hanya tukang ojek bukan kekasih Rara othor jadi gereget deh Fan.
Di rudangan pribadi milik Radit, nampak sosok pria yang selalu bersama Radit, siapa lagi kalau bukan Kris, ia berniat memberitahukan sesuatu kepada Radit, namun ternyata Radit tidak ada di ruangannya, pintu otomatisnya pun tidak berfungsi mungkin Radit lula menghidupkan sensor otomatisnya sehingga seseorang bisa masuk tanpa harus meminta izin kepada penghuni ruangan tersebut.
"*Sedang apa kau disini, apa yang kau lakukan". Ucap nya mengagetkan pria yang sejak tadi berda di ruangan tersebu.
"mmm tidak tuan, tadi sensor otomatisnya mati saya kira tuan ada di dalam jadi saya masuk". Ucap Kris kaget. Namun lebih kaget lagi ketika kris melihat penampilan bosnya itu ia hanya menggunakan celana kerja biasa plus kemeja kerja tanpa menggunakan jas, bosnya kini nampak seperti karyawan biasa.
"Ada perlu apa kau kemari, apakah ada sesuatu yang penting ?" . Tanya Radit.
Alih - alih menjawab pertanyaan bosnya itu Kris malah fokus menatap penampilan bosnya itu dari ujung rambut hingga ujung kaki, membuat Radit kebingungan.
"Hei, kris aku bertanya padamau kenapa kamu diam dan menatapku seperti itu hah?" bentak Radit.
"aaa---anu tuan maaf, tuan Widjaya meminta anda untuk datang ke hotel Apple pukul 10.00, anda diminta datang tepat waktu" Ucap Kris terbata bata menjelaskan tujuannya.
"Ada apa dia meminta ku hadir kesana, apa untuk perjodohan kalau memang untuk membahas soal perjodohan katakan aku tidak bisa jadwalku sangat padat". ucap Radit emosi
"Tapi tuan jika tuan tidak datang, maka tuan akan di coret dari direksi pimpinan perusahaan, lagian saya terlanjur mengatakan bahwa jadwal tuan hari ini tidak padat" Papar krish.
"Sial, apalagi rencana pria itu, kau atur saja sekarang aku minta kau keluar dari sini" bentak Radit.
"Baik tuan, saya permisi" Jawab krish sambil melangkah meninggalkan ruangan tersebut*.
Tuan Widjaya aku akan mengikuti permaianmu, seberapa berkuasanya dirimu untuku, aku akan hadir menemuimu bukan karna aku menginginkan harta dna kedudukanku, tapi aku akan memberimu kejutan yang akan sangat membuatku terkejut. Batin Radit.
__ADS_1
Sementara di ruang kerja Arfan terlihat sedang sibuk dengan beberapa file penting di hadapannya, ia berusaha fokus kembali pada pekerjaannya, namun tangannya terhenti ketika file yang ia minta tidak ada di tumpukan berkas tersebut.
tuttttt.... ia memutuskan menelpon sekertarisnya.
"*Hallo, delamat pagi pak apa ada yang bisa saya bantu ?" Tanya Sasa sopan
"Pagi, Sa tolong panggilkan Rara suruh dia keruangan saya dan bawa laporan rekap absen karyawan bulan ini, ini sudah tanggal 20 jadi saya haru lihat rekapannya kalau tidak gajih kalian bisa telat". Pinta Arfan
"Baik pak, kalau begitu saya akan panggil Rara".
"Ya secepatnya" Ucap Arfan langsung memutus sambungan telepon*.
Setelah sambungab telepon terputus Sasa berjalan menuju ruang kerja Rara.
Klek..... Suara pintu terbuka namun karna semua yang ada di ruangan tersebut sedang fokus dengan tugasnya masing masing, mereka sampai tidak sadar ada seseorang yang masuk keruangan itu.
"*Ra, kamu di panggil keruangan Pak Arfan". Ucap sasa sambil menepuk bahu Rara, sontak saja Rara terlonjak karna kaget.
"Maaf, kalian sedang fokus jadi kalian tidak sada aku masuk kesini, ayo cepat kamu sudah di tunggu oleh Pak Arfan di ruanganna sekalian kamu bawa rekap Absen minggu ini". Perintah Sasa.
"Baik bu". Ucap Rara sambil mengambil Map berwarna biru muda mereka bedua pun melangkah keluar dari ruangan itu di dahului oleh Sasa kemudian Rara berjalan dibelakangnya, sesampainya di depan ruangan milik Arfan, Sasa mempersilahkan Rara masuk sedangkan ia memilih ke rungannya kembali*.
Namun saat Rara ingin mengetuk daun pintu di hadapannya, Rara seketika teringat kejadian tadi pagi dimana Arfan sangat marah padanya, setelah mengumpulkan keberanian dirinya ia memajukan tangannya lalu mengetuk daun pintu itu .
"Permisi pak, saya Rara". Ucap Rara di balik pintu
"Ya, masuklah". Perintah Arfan
Klek ..
Daun pintu terbuka, ada Rasa takut dalam diri Rara namun sebisa mungkin ia menepisnya, Sedangkan Arfan ia berusaha menetralkan perasaannya, ia harus bersikap profesional saat jam kerja.
__ADS_1
"*Duduk lah". Perintah Arfan sambil matanya menunjuk kearah kursi di hadapannya. Rara pun melangkah lebih dekat kemudian menjatuhkan tubuhnya ke atas kursi dihadapannya itu.
"Ini pak berkas yang bapak minta". Ucap Rara dmabil menyodorkan map yang ada di tangannya.
"oke, sebentar saya cek dulu kamu jangan kemana mana jika nanti ada yang haru d revisi saya tidak perlu repot memanggilmu kembali". Ucap Arfan matanya fokus kepada map yang ia pegang, dengan teliti ia melihat lembar demi lembar isi kertas tersebut, sebenarnya bukan hanya itu alasan Arfan meminta Rara tetap tinggal, ia hanya ingi memiliki waktu yang cukup lama dengan gadis pujaannya sesekali ia mencuri pandang terhadap bmgadis didepannya itu.
"Maaf, pak apakah ada yang harus d revisi". Tanya Rara, sejak tadi ia merasa ada yang aneh dengan Arfan karna ia tak sengaja menangkap pandangan Arfan yang sedang mencuri curi pandang terhadapnya.
"..emmm... tidak ini sudah bagus, saya minta kamu bisa berkeja konsisten seperti ini, saya suka cara kerja kamu yang cekatan". Tanpa sada Arfan memuji Rara.
"Terimakasih pak atas pujiannya". ucap Rara wajahnya kini berubah sedikit memerah
"Siapa yang memuji mu dasa GR, saya hanya rmngatakan apa yang seharusnya saya katakan". Ucap Arfan tak terima padahal ia sadar jika apa yang ia katakan tadi adlaah sebuah pujian namu dia gengsi untuk mengakuinya
"oh ya ampun Raaa kenapa kamu sangat kePDan Ra" Batin Rara mukanya menjadibtambah merah dan menjadi kikuk di hadapan Arfan
"oh maaaf pak, apakah saya sudah joleh kembali bekerja ?". Tanya Rara berusaha menghindar dari Arfan, Arfan yang melihat wajah Rara sudah seperti kepiting rebus merasa lucu dan berusaha menahan tawa.
"Ya, kembali lah bekerja dengan hati dan juga fokus". Ucap Arfan
"Baik pak, kalau begitu saya permisi" Pamit Rara
"Yaaa" Jawab* Arfan
Rarapun bergegas kembali keruangannya dan meninggalakan rungan kerja milik Arfan.
Aneh kenapa ia cepat sekali berubah kadang mara kadang dingin kadang tersenyum. Batin Rara.
Haaiiii guyyyyyssss selamat membaca yaaaa,,,, dan sebagai pembaca yang baik ia selalu mendukung karya dari sang penulis, jadi tinggalakan like juga komen yaaa, tak lupa secangkir kopi dan seikat bunga agar Othor lebih semangat lagi menulisnya
Terimakasih guyssss 😊😊
__ADS_1