
Dibawah Pohon yang rindang dua wanita itu masih menetap dengan obrolan ringan.
..."Nak, apakah kau betul-betul ingin bekerja?". Tanya bu Asih....
"iya bu saya betul betul ingin bekerja, tapi perusahaan yang saya datangi selalu menolaku dengan alasan tidak ada lowongan, bahkan di beberapa perusahaan meragukanku karna tubuhku yang kecil ini". Jawab Rara sambil menahan sedih.
"kalau kamu sungguh-sungguh ingin bekerja, maka datanglah lagi kemari, ibu akan mengenalkanmu dengan seseorang yang mungkin bisa membantumu mendapatkan pekerjaan". Ucap ibu Asih lembut.
"benarkah itu bu ?". Tanya Rara masih tidak percaya.
" iya nak, datanglah besok pagi pukul 7.00 sudah ada disini". Ucap ibu Asih
"baik bu besok aku akan kembali kesini, terimakasih banyak bu". Ucap Rara dengan mata yang berbinar.
Bagaimana tidak harapannya untuk bekerja kini menemukan titik terang, dengan bantuan Ibu Asih, wanita yang sama sekali tidak pernah ia kenal, dan baru pertama bertemu dan dengan senang hati mau membantu Rara.
Tidak lama suara ricuh mulai terdengar dan jalan didepannya di penuhi oleh kendaraan roda dua yang beralalu lalang, ya ini memang waktunya pulang bagi para pekerja di lingkungan industri tersebut, ada yang berjalan kaki, ada yang menggunakan kendaraan pribadi, ada yang langsung pulang ada juga yang memilih untuk membelu sesuatu di warung bu Asih, Rara kembali merasa gagal namun ia ingat dengan ucapan bu Asih tadi bahwa besok akan memperkenalkan dia kepada seseorang .
"sabar Ra, tak lama lagi kamu juga akan mendapatkan pekerjaan seperti mereka". Batin Rara.
Mata gadis tersebut tertuju ke arah warung bu Asih yang dipenuhi pembeli, ya bagaimana tidak warung tersebut adalah satu satunya warung yang ada di lingkungan industri tersebut, melihat bu Asih yang kewalahan melayani pembeli Rara berinisiatif untuk membatu bu asih.
"aku harus membatu bu Asih melayani pembeli". Ucap Rara dalam hati
Tak lama gadis tersebut sudah berada diwarung milik bu Asih.
"*bu, apakah saya bisa membantu ibu ?". Tanya Rara
"Boleh nak, ibu betul betul kewalahan". jawab bu asih.
__ADS_1
"baik bu saya akan membantu ibu" ucap rara*.
Tak seperti biasanya hari ini warung hu asih sangat di penuhi oleh pembeli, walaupun memang setiap hari warung ini ramai, tapi hari ini pengunjung lebih banyak dari biasanya.
Rara yang bersemengat membantu bu Asih melayani pembeli dengan ramah dan sopan hingga bu Asih sejenak memerhatikannya,
"kau benar benar anak yang rajin dan pekerja keras". Batin bu Asih
Dengan kekompakan Rara dan bu Asih akhirnya bisa melayani pembeli dengan cepat, hingga pembeli yang tadi memenuhi warung milik bu Asih sekarang satu persatu pergi meninggalkan warung tersebut.
Rara yang merasa lega karna berhasil melayani pembeli, sejenak membuang nafas panjang.
"huuuh, akhirnya beres juga bu". Ucap Rara
"iya nak, terimakasih telah membantu ibu, jika tidak ada kamu mungkin saat ini bu sudah kewalahan melayani pembeli yang begitu banyak". Ucap bu Asih.
"ibu tidak perlu berterimakasih kepadaku, aku yang seharusnya berterimakasih kepada ibu karna ibu sudah mau membantu saya untuk mendapatkan pekerjaan". ucap rara menarik nafas sebentar.
"Baiklah, hati-hati dijalan nak". Ucap bu Asih
"baik bu, saya pulang dulu, Assalamualaikum" ucap rara.
"wa'alaikumussalam". jawab bu Asih.
Seketika Rara menghentikann langkahnya saat bu Asih memanggil namanya dan berjalan menghampiri Rara.
" Ada apa bu, apa saya melakukan kesalahan?". Tanya Rara bingung.
"*Tidak kau tidak melakukan kesalahan, ini untuk ongkos kamu nak". ucap bu asih sambil menyodorkan uang sebanyak 25.000 kepada Rara.
__ADS_1
" Tidak bu, aku masih memiliki uang ibu tidak usah repot repot". ucap rara menolak.
"darimana ibu Asih tau kalau uangku tinggal 2000 dan itu kurang untuk naik angkutan umum." batin rara bingung.
"jangan menolak rezeki, ambilah ibu ikhlas". ucap bu Asih sambil memasukan uang tersebut kedalam genggaman Rara.
" baik bu terimakasih banyak lagi lagi ibu membantuku, aku janji setelah aku mendapatkan pekerjaan aku akan mengembalikannya kepada ibu" ucap Rara dengan mata yang berkaca kaca*. Bagaimaba bisa wanita yang baru pertamakali bertemu dengannya begitu lembut dan perhatian kepada Rara, sedangkan keluarganya sendiri tidak pernah menghiraukan dirinya.
"*tidak perlu mengembalikannya, ibu ikhlas membantumu, pulanglah nak" ucap bu asih.
"baik bu, kalau begitu saya pamit, sekali lagi terimakasih ibu sudah membantu saya". ucap Rara.
"Sama-sama nak" ucap bu Asih sambil melambaikan tangannya kepada Rara yang melangkah jauh dari hadapannya*.
Rara yang tadinya berniat untuk pulang dengan berjalan kaki, kini memutuskan untuk naik abgkutan umum, uang yang dia terima dari bu asih cukup untuk ongkos pulang, dan untuk kembali lagi besok.
Sesampainya di rumah rara langsung bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri setelahnya ia bergegas memasak makanan untuk ia makan nanti malam bersama kedua adiknya. Ya sekarang Rara tinggal bertiga dengan adiknya dirumah yang dibelikan oleh ayahnya, rumah sederhana yang cukup untuk berlingdung bagi mereka, setidanya kini dia sudah tinggal di rumah neneknya, dan bisa benafas sedikit lega karna tidak akan sering mendengar hinaan dan perbuatan tidak menyenangkan dari keluarga ibunya tersebut.
suasana dingin yang menyelimuti pagi hari ditambah suara burung dan ayam seolah saling membalas satu sama lain, membuat Rara terbangun dari tidurnya, ketika melihat jam menunjukan pukul 4.20 pagi, Rara yang teringat pesan ibu Asih segera bangkit dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi, setelah itu iya bergegas kedapur membuat sarapan untuk ia dan kedua adiknya, setelah beberapa saat berperang dengan alat masaknya kini tiga piring nasi goreng sederhana telah siap untuk di santap.
Rara meletakan tiga piring nasi goreng tersebut di atas tikar plasik, kemudian dia membangunkan kedua adiknya untuk bersiap siap berangkat kesekolah, setelah itu Rara merapikan pakaiannya dan bersiap siap untuk menemui Bu Asih.
Tiga kaka beradik itu kini duduk bersama dan dengan lahap menyantap nasi goreng buatan Rara, suara hening haya bunyi sendok yang bebenturan dengan piring saja yang terdengar.
"*dek, kaka hari ini akan mencari lagi pekerjaan, doakan kakakmu agar dapat diterima bekerja, supaya kakak bisa memenuhi keinginan kalian berdu" ucap Rara lembut, yang dibalas dengan anggukan kedua adinya tersebut.
"ayo cepat habiskan makannannya kaka harus segera pergi dan kalian tidak boleh kesiangan kesekolah" ucap Rara kepada kedua adiknya.
"baik kaa" jawab kedua adiknya dengan kompak*.
__ADS_1
Setelah mereka menghabiskan sarapannya Rara bangkit dan mencuci piring bekas makan mereka, setelah selesai Rara dan kedua adiknya pergi bersama, dengan tuajuan yang berbeda namun dengan arah yang sama.