
Mencari Tahu Latar Belakang Dewantara.
" Sialan.... Tenang Angga... Kamu harus tenang... G-01 sampai G-05 kalian keluar lah." Ucap Erlangga.
" Kami menghadap Tuan Muda." Ucap G-01
" Kalian cari tahu kejadian 18 tahun yang lalu, kenapa keluarga ku membuang ku." Ucap Erlangga.
" Baik Tuan kami akan menjalankan perintah." Ucap mereka Kompak
" Bubar jalan kan perintah Sekarang." Ucap Erlangga.
" Baik." Ucap mereka dan mereka menghilang dari hadapan Erlangga.
" Aku belum cukup kuat untuk menekan keluarga Dewantara. Aku harus tunggu beberapa bulan lagi." Ucap Erlangga yang melihat isi dari surat itu dan menggenggam liontin.
- Keesokan harinya.
" Sistem Chek'in." Ucap Erlangga
( Selamat Tuan mendapatkan Saham 100% Saham Bagaskara Group )
Erlangga tersenyum mendengar ini, Bagaskara Group adalah perusahaan minyak terbesar di Ibukota ini total pendapatan adalah sekitar 75 sampai 100 Miliar tiap tahunnya.
Perlahan-lahan tapi pasti Erlangga akan mencapai kesuksesan dan mencari tau kejadian 18 Tahun lalu.
" Citra kamu ke perusahaan Baskara group dan tanda tangan pengalihan hak perusahaan." Ucap Erlangga yang menelpon Citra.
" Baik tuan, Citra akan menuju ke sana." Ucap Citra.
Setelah menutup telpon itu, Erlangga pergi dari Mansion dan mencari info Keluarga Dewantara.
Erlangga pergi ke taman ntah kenapa Erlangga melangkah ke sana. Erlangga yang melihat anak kecil menangis di bangku taman menuju ke arah anak kecil itu.
" Kamu kenapa anak cantik." Ucap Erlangga.
" Hiks... Hiks... Aku tersesat Kak, Tadi ada orang yang mengejar ku tapi aku barhasil lari tapi malah tersesat di sini." Ucap anak kecil itu.
" Tenang ya Kakak ada di sini, Kakak akan membantu kamu pulang." Ucap Erlangga.
__ADS_1
" Benarkah." Ucap Anak itu dengan mata yang sembab.
" Ya kakak beneran." Ucap Erlangga.
" Terimakasih." Ucap Anak itu.
" Nama kamu siapa." Ucap Erlangga.
" Nama ku Garcia Dewantara." Ucap Garcia nama anak itu.
Geg..!
Jantung Erlangga bergetar hebat atas perkataan anak kecil di depannya. Jadi dia adalah salah satu anak dari Dewantara.
Setelah menenangkan hati dan Jantung Erlangga mencoba mendekati anak ini,siapa tau dia mendapat Info tentang keluarga nya.
" Sini biar Kakak antar, kamu ingat alamat rumah kamu." Ucap Erlangga.
" Masih alamatnya di Jalan Mutiara No 05." Ucap Garcia yang tersenyum.
" Baiklah ayo kakak antar." Ucap Erlangga yang menggandeng Garcia Ntah kenapa Erlangga merasa nyaman di depan Garcia.
Melihat mobil Erlangga, Garcia menatap kagum.
" Ya, mari masuk kakak antar." Ucap Erlangga.
" Ayo." Ucap Garcia yang senang.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil Erlangga dan menuju kediaman keluarga Dewantara.
Garcia senang dan tersenyum bahagia ntah kenapa di samping Erlangga merasa nyaman dan tidak takut terhadap Erlangga.
Dalam perjalanan mereka ke tempat Dewantara mereka mengobrol dan bercanda bersama.
Tak terasa waktu 45 menit telah berlalu dan mereka telah sampai kediaman keluarga Dewantara.
" Berhenti." Ucap Penjaga itu
" Ya pak." Ucap Erlangga yang membuka kaca mobil nya.
" Ada keperluan apa anda kediaman keluarga Dewantara." Ucap Penjaga itu
Sebelum menjawab pertanyaan penjaga itu Garcia muncul dan menjawab.
__ADS_1
" Hay, Bapak Tomo." Ucap Garcia.
" Nona Muda, Tuan dan Nyonya mencari anda. Silakan masuk." Ucap Penjaga itu
Setelah itu Erlangga dan Garcia masuk dalam kediaman keluarga Dewantara dan terlihat dua penjaga yang memberi tau Nona mereka kepada majikan mereka. Dan keluar Ibu dari Garcia.
" Sayang." Ucap Ibu Garcia
" Ibu." Ucap Garcia yang berlari ke arah ibu nya
Ibu dan Anak itu berpelukan tanpa menyadari keberadaan Erlangga di sana.
" Kamu kemana saja sayang." Ucap Ibu Garcia.
" Aku tadi di kejar orang jahat Ibu, terus lari ke taman dan ketemu dengan Kakak tampan ini." Ucap Garcia.
Ibu Garcia yang melihat Erlangga dan mengecupkan
" Terimakasih telah menolong anak saya." Ucap Ibu Garcia.
" Sama-sama Tante." Ucap Erlangga
Dia berniat mencari Informasi mengenai Keluarga nya dengan salah satu mendekati Garcia.
" Mari masuk dulu." Ucap Ibu Garcia
" Tidak usah Tante saya mau lanjut ada keperluan." Ucap Erlangga
" Kakak tidak mau main dengan Garcia." Ucap Garcia yang sedih dan memeluk Erlangga, Ibu Garcia melihat anak nya dia tidak pernah melihat anak nya akrab dengan orang baru yang temui tapi tidak dengan pemuda ini.
" Kakak janji akan main-main ke sini ketemu Garcia." Ucap Erlangga.
" Kakak janji." Ucap Garcia degan mengarah kan jari kelingking nya.
" Ya Kakak janji, Ini nomor hp kakak kalau Garcia butuh Kakak." Ucap Erlangga yang memberikan kartu pengenal nya.
" Ya terima kasih kakak." Ucap Garcia yang senang.
" Mari Tante saya duluan." Ucap Erlangga, Ini Garcia hanya menganggukkan kepala pertanda mempersilakan.
Setelah melihat Erlangga pergi, Ibu Garcia merasa nyaman dan hangat di hati nya ntah kenapa dia merindukan sosok anak laki-laki nya. Dan melihat kartu Nama yang di berikan Erlangga dan tertulis ' Erlangga Wijaya' Wijaya Company.
Ibu Garcia kaget kalau pemuda itu adalah Bos dari Wijaya Company yang baru saja muncul dan menggegerkan Ibukota dan Asia.
__ADS_1
Bersambung....