
Ibu Erlangga menceritakan masa lalu.
Erlangga mengantarkan Wulan ke diaman nya.
" Selamat malam Tante." Ucap Erlangga.
" Selamat malam Nak Angga, gimana jalan-jalan berdua'annya." Goda Tante Putri.
" Hahaha... Tidak gimana-gimana Tante." Ucap Erlangga dan terlihat Wulan yang memerah atas perkataan Ibu nya.
" Apa sih mah." Ucap Wulan yang malu.
" Hahahaha.... Dasar anak muda. Nak Angga tidak buru-buru kan." Ucap Tante Putri.
" Tidak sama sekali Tante." Ucap Erlangga.
" Bagus kalau begitu, ayo makan malam bersama." Ucap Tante Putri.
Erlangga yang melihat jam masih pukul 8 malam mengiyakan ajakan Tante Putri.
" Wah liat Siapa yang datang." Ucap Kakek Radit.
" Hahaha... Halo Kakek, apa kabar nya." Ucap Erlangga.
" Baik, kamu gimana, wih enak ini di ajak jalan-jalan." Ucap Kakek Radit.
" Ih,Kakak curang di ajak jalan-jalan sama Kakak ganteng." Ucap Garcia yang ngambek.
Erlangga yang mendengar itu tersenyum atas perkataan Paman Radit dan juga kelakuan Garcia dan Wulan yang ribut.
" Sudah-sudah ayo makan malam bersama." Ucap Tante Putri yang berusaha untuk menghentikan tingkah Wulan dan Garcia.
Tante Putri mengajak ke ruangan makan, Semua makan dengan canda dan tawa, dan juga ada pertengkaran kecil antara Wulan dan Garcia.
__ADS_1
" Baiklah Tante sudah malam tidak enak di liat tetangga." Ucap Erlangga yang melihat jam tangannya menunjukkan pukul 21.30
" Baiklah terimakasih ya, sudah mengajak Wulan jalan-jalan seperti nya dia senang." Goda Tante Putri kepada Wulan.
" Apa sih Mah." Ucap Wulan yang malu atas perkataan Ibu nya.
" Hahaha... Sama-sama Tante, itu juga sudah janji Angga Kepada Wulan.." Ucap Erlangga.
" Kakak kapan ngajak Garcia jalan-jalan." Rengek Garcia.
" Nanti Kakak kabarin ya, kalau Kakak ada waktu." Ucap Erlangga yang berjongkok ke depan Garcia.
" Janji." Ucap Garcia.
" Ya, Kakak janji kepada Tuan Putri kecil." Ucap Erlangga yang tersenyum kepada Garcia. Erlangga berdiri setelah berjanji kepada Garcia
" Ya sudah Tante, Erlangga pulang dulu." Pamit Erlangga.
" Ya, sekali lagi terima kasih." Ucap Tante Putri yang tersenyum.
Erlangga menyalakan Motor nya dan pergi dari kediaman Dewantara dan menuju ke Mansion.
Erlangga masuk ke dalam dan menuju kamar Ibu nya yang terbaring tidur di sana. Dan Erlangga berkata.
" Ibu Erlangga janji kepada Ibu, untuk merebut hak Ibu atas kekayaan Dewantara." Ucap Erlangga yang mengucapkan di samping ranjang tidur Ibu nya.
Erlangga masih belum bisa terima keadaan Ibu nya seperti ini, 18 Tahun hidup dengan siksaan oleh Paman Ibu nya. Yaitu Adik dari Ayah Ibu Erlangga.
Erlangga melangkah pergi dari ruangan tidur Ibu nya dan menuju halaman Mansion belakang.
Erlangga termenung di tempat duduk taman belakang. Erlangga selalu memikirkan apa yang telah terjadi 18 Tahun yang lalu.
" Apa aku bertanya kepada Ibu, tapi keadaan Ibu ku masih seperti itu belum pulih 100%." Pikir Erlangga
" Ya sudahlah, besok saya tanyakan siapa tau, Ibu sudah bisa di ajak bicara." Pikir Erlangga
Setelah memikirkan itu, Erlangga pergi dari taman belakang menuju kamarnya untuk bertanya besok kepada Ibu nya.
__ADS_1
~ Keesokan harinya.
Erlangga bangun dari tidur nya. Melihat jam pukul 06.30. Erlangga melangkah ke kamar mandi.
Tak lama kemudian Erlangga keluar dan berpakaian, setelah itu ke ruangan Ibu nya. Terlihat Dokter yang masih memantau keadaan Ibu nya
" Pagi Dok." Ucap Erlangga.
" Pagi Tuan Muda." Ucap Dokter.
" Bagaimana keadaan Ibu ku Dokter." Ucap Erlangga.
" Dari liat data Ibu Tuan Muda pulih 50% ini sebuah kemajuan yang bagus." Ucap Dokter.
Erlangga yang mendengar itu tersenyum, Dan melihat Ibu nya yang masih terbaring di kasur.
" Baiklah tuan muda, saya undur diri, pasti tuan muda mau berbicara dengan Ibu Tuan Muda." Ucap Dokter.
" Terimakasih." Ucap Erlangga
Dokter pergi dari hadapan Erlangga, Erlangga duduk di tepi ranjang melihat Ibu nya. Dan Ibu Erlangga yang melihat Erlangga membuka mata.
" Anak ku." Ucap Ibu Hana/ Ibu Erlangga.
" Ya ini anak mu Ibu, bagaimana keadaan Ibu." Ucap Erlangga.
" Keadaan Ibu seperti nya berangsur-angsur membaik seperti nya ada kamu memicu nya. Ucap Ibu Hana/ Ibu Erlangga.
" Baguslah, Ayo Ibu Erlangga mau bertanya." Ucap Erlangga
" Apa itu Nak." Ucap Ibu Hana/ Ibu Erlangga.
" Erlangga ingin bertanya kenapa Ibu masuk kedalam Rumah Sakit Harapan Di Kota B." Ucap Erlangga.
" Baiklah Ibu akan menceritakan kepada mu." Ucap Ibu Hana/ Ibu Erlangga.
Erlangga yang mendengar itu menatap Ibu nya, Dan Ibu nya memulai menceritakan kenapa dirinya terlempar ke kota B.
__ADS_1
Bersambung