Sistem Chek'In Anak Miskin

Sistem Chek'In Anak Miskin
Episode 23


__ADS_3


Rencana Mendekati Wulan Untuk masuk ke dalam Keluarga Dewantara.



Sudah 1 hari Erlangga menemani Ibu nya di rumah sakit untuk memulihkan kondisi mental yang rusak akibat kekerasan yang Ibu Erlangga hadapi.


Ibu Erlangga belum 100% Pulih masih ada beberapa kegangguan mental, Dokter berkata baru 10% Ibu Erlangga sembuh masih panjang perjalanan buat Ibu Erlangga sembuh.


Erlangga yang mendengar itu sedih, sudah 1 hari ini, Ibu Erlangga berteriak dan tenang kembali, kadang ingat kepada Erlangga dan kadang tidak, Itu yang membuat Erlangga sakit melihat keadaan Ibu nya.


" Citra kamu datang ke Perusahaan NV Gold dan bawa berkas hak terima Perusahaan Luar Negri itu, dan kamu cari tau ada tidak di sana tikus yang menggelapkan dana perusahaan." Ucap Erlangga.


" Baik tuan muda, saya akan ke sana." Ucap Citra.


" Ya, bawa saja supir untuk mendampingi kamu ke sana, dan bilang kepada Manager di sana saya tidak bisa ke sana, karena saya ada urusan penting." Ucap Erlangga.


" Baik, kalau tidak ada apa-apa lagi, saya pamit undur diri tuan muda." Ucap Citra.


Melihat Citra telah pergi, Erlangga melihat Ibu nya yang menutup mata, terlihat tenang,


" Apa aku mulai rencana ku, tapi dari mana." Pikir Erlangga.


Erlangga terus berfikir bagaimana cara masuk dalam keluarga Dewantara, Erlangga melihat nomor Wulan dan berfikir.


" Apa aku gunakan Wulan untuk memasuki keluarga Dewantara. Tapi bagaimana kalau dia suka kepada ku." Pikir Erlangga.


" Terserah lah, yang terjadi biar terjadi, saya harus bisa masuk terlebih dahulu." Pikir Erlangga.


Erlangga menekan nomor dan bertukar pesan kepada Wulan.


' Hay... Bagaimana keadaan kamu di sana.'


^^^' Baik Kak, Kakak bagaimana di sana'^^^


' Kakak juga baik di sini'


^^^' Kakak kapan pulang ke Ibukota'^^^

__ADS_1


' Seminggu lagi, ada apa Wulan'


^^^' Tidak apa-apa Wulan ingin Kakak Angga datang ke rumah Wulan'^^^


' Ya sudah setelah urusan Kakak di sini Kakak akan ke rumah Wulan untuk bermain bersama Garcia'


^^^' Kakak.? Tidak mau bertemu Wulan'^^^


' Hahahaha.... Ya Kakak juga akan bertemu dengan Wulan kok.'


^^^' Yes, baik kakak Wulan tunggu kakak di Ibukota.'^^^


Setelah bertukar pesan, Erlangga tersenyum dengan rencana nya, dengan Wulan sebagai perantara Erlangga dengan mudah mencari tau kebusukan Radit.


Erlangga lupa kalau dia tidak Chek'in hari ini.


" Sistem Chek'in." Ucap Erlangga


( Selamat Tuan mendapatkan, 100% Saham Perusahaan Raksasa Kecantikan The Queen Company. )


Erlangga yang mendengar suara sistem, mencari Informasi tentang perusahaan itu, Erlangga melihat detail perusahaan The Queen Company.


Erlangga mendapatkan itu, melihat Ibu nya seperti nya Erlangga berniat merubah penampilan Ibu nya biar Ibu Erlangga tidak di kenali lagi.


Erlangga yang melihat Ibunya bangun, bangun dari sofa dan melangkah maju ke tempat ibu nya.


" Ibu sudah bangun." Ucap Erlangga.


" Kamu siapa."


Deg.!


Lagi dan lagi Ibu Erlangga lupa tentang diri nya, tapi Erlangga tidak bisa menyalahkan karena gangguan mental Ibu nya dan ingatan nya belum pulih


Dan Erlangga juga sudah meminta rumah sakit untuk mengecek apa benar dia adalah Ibu dari Erlangga dan hasilnya Positif. Memang hubungan batin antara anak dan orang tua tidak bisa di pungkiri


" Aku anak Ibu." Ucap Erlangga.


" Anak ku."

__ADS_1


" Ya benar, aku anak Ibu, yang ibu titipkan di panti asuhan." Ucap Erlangga.


" Anak ku, kamu sudah besar ya."


Erlangga menangis dalam pelukan Ibu nya tapi itu tidak berjalan lama karena Ibu Erlangga kumat lagi.


" Kamu siapa, di mana Anak ku, bawa kemari Anak ku, Aku tidak akan membiarkan kalian menyakiti Anak ku."


Erlangga yang mendengar itu lagi dan lagi harus memanggil dokter untuk membuat ibu nya tenang lagi.


Para suster dan Dokter datang dan membius Ibu Erlangga lagi.


" Bisa kita bicara Tuan Muda."


" Bisa dokter." Ucap Erlangga.


" Mari keruangan saya."


" Mari." Ucap Erlangga.


Setelah sampai ke ruangan dokter.


" Tuan Muda ini tentang keadaan Ibu Tuan Muda."


" Ya aku tau, silakan bicara saja, aku akan mendengar nya." Ucap Erlangga


" Baik dalam 2 hari ini, keadaan Ibu Tuan mengalami kemajuan 10% tapi ini merupakan hal bagus karena kehadiran tuan muda di samping Ibu Tuan Muda, memicu ingatan dan mental berangsur baik, Jadi Saya meminta Tuan Muda selalu ada di samping Ibu Tuan Muda, untuk memilihkan keadaan nya."


" Ya Dokter, aku mengerti. Terimakasih atas kerja keras kalian selama 2 hari ini untuk membantu memulihkan kondisi Ibu ku." Ucap Erlangga.


" Sudah tugas kami, menjalankan pekerjaan kami untuk membantu, Tuan Muda juga adalah pemilik Rumah Sakit ini, jadi kami juga bekerja ekstra untuk menyenangkan hati Tuan Muda."


" Terimakasih, kalian bisa mengambil cuti bergilir untuk bersama keluarga kalian." Ucap Erlangga.


" Terimakasih tuan muda."


Dokter senang atas apa yang di ucapkan Erlangga, Bos baru nya memiliki hati yang baik, dan juga tegas dalam mengambil keputusan.


Erlangga keluar dari ruangan dokter itu, dan berjalan kembali ke ruangan Ibu nya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2