Sistem Chek'In Anak Miskin

Sistem Chek'In Anak Miskin
Episode 30


__ADS_3


Flashback 18 Tahun yang lalu part 3 And.



3 bulan kemudian pasca kematian suami Hana.


Keadaan Hana selama 3 bulan ini selalu pingsan gara-gara tidak kuat untuk menerima kenyataan kalau suami nya meninggal.


" Ayah... Ibu..." Ucap Hana yang keras.


Mereka yang mendengar suara Hana dalam kamar berlari ke arah kamar Hana.


" Ada apa sayang." Ucap Novita.


" Sakit Ibu... Perut ku sakit." Ucap Hana.


" Astaga.... Wisnu kamu cepat-cepat siapkan mobil kita harus ke rumah sakit." Ucap Adipati.


" Baik Ayah." Ucap Wisnu


" Cepat'lah Wisnu, aku tidak mau cicit ku kenapa-kenapa." Ucap Cantika.


Mereka memapah Hana, dan mempersiapkan semua barang untuk di rumah sakit.


" Ayah mobil sudah siap." Ucap Wisnu.


" Baiklah kalian semua, ayo kita ke rumah sakit secepatnya." Ucap Adipati.


Mereka semua mengarah ke mobil, mereka mempersiapkan setidaknya 5 Mobil pengawal, karena untuk jaga-jaga kalau mereka di serang.


Selama perjalanan Hana mengeluh sakit di perutnya.


" Sabar Nak, bentar lagi kita sampai di rumah sakit." Ucap Novita.


" Kalian semua cepat'lah." Ucap Cantika.


Mereka semua yang mendengar perintah itu, berjalan agak cepat menuju ke rumah sakit. Tapi dalam perjalanan mereka ada beberapa mobil yang mengikuti di arah belakang.


" Tuan besar, seperti nya ada beberapa mobil yang mengikuti kita." Ucap Bodyguard 1.


Adipati melihat kebelakang ada sekitar 10 mobil yang mengikuti mereka.


" Sial, kenapa harus sekarang di saat cicit ku mau melahirkan." Ucap Adipati.


Tak lama dari itu mobil yang mengikuti Keluarga Dewantara, menjegat laju mobil rombongan Dewantara.


" Keluar kalian." Ucap salah satu pencegat


" 2 di antara kalian bawa Hana sampai ke rumah sakit." Ucap Adipati.


" Baik Tuan Besar." Ucap Bodyguard 1.


Mobil yang membawa Hana, Novita dan Cantika pergi dari saja meninggalkan Adipati, Wisnu dan beberapa Bodyguard.


" Kalian mau apa sebenarnya." Ucap Adipati.


" Tugas kami adalah membunuh kalian." Ucap Salah satu pencegat


" Kalian pikir bisa membunuh kami dengan mudah." Ucap Adipati.


" Kita liat saja, semua nya serang." Ucap salah satu pencegat.


" Kalian juga jangan sampai kalah." Ucap Adipati.


" Baik tuan besar." Ucap Bodyguard


Mereka saling hajar dan membawa ke tempat sepi, mereka saling baku hantam.


Bug.!


Bug.!


Bug.!


Treng.!


Treng.!


Suara logam dan tinju tidak bisa di elakan lagi, mereka sebisa mungkin di rombongan Adipati mengulur waktu untuk menyelamatkan Hana, Novita dan Cantika sebisa mungkin.


" Hah... Hah... Kalian semua berengsek... Siapa yang menyuruh kalian buat seperti ini." Ucap Adipati.


" Hahahaha... Baiklah pak tua, Karena kalian sebentar lagi akan meninggal aku akan memberi tau siapa yang menyuruh kami, dia adalah anak mu Radit." Ucap Salah satu pencegat.


Adipati yang mendengar itu kaget dan marah, anak nya menginginkan keluarga nya mati seperti yang pernah ia perkirakan Radit pasti akan melakukan seribu cara untuk mengambil semua harta Dewantara.


" Anak tidak tau diri." Ucap Adipati yang marah.


Mereka yang mendengar itu kaget dan Syok apa lagi Wisnu adik nya ingin membunuhnya dan beserta keluarga kandungan nya.


" Dasar gila, dia sudah di butakan oleh kekayaan dan kekuasaan." Ucap pikir Wisnu.


" Sudah cukup, mari kita akhiri dan kami harus mengejar mobil satu nya." Ucap salah satu pencegat.


Mereka berlari ke arah rombongan Dewantara, dan terjadi perkelahian, para bodyguard Dewantara sudah ada beberapa yang tewas


" Tuan Besar kalian pergi dari sini biar kami yang menghadapi mereka." Ucap Bodyguard yang tersisa.


" Kami tidak bisa meninggalkan kalian,apa lagi di keadaan seperti ini, mereka tidak akan melepaskan kita begitu saja." Ucap Adipati.

__ADS_1


Para pencegat mengeluarkan senjata api AK 47 dan mengarahkan senjatanya kepada rombongan Dewantara.


" Ada kata-kata terkahir sebelum kalian meninggalkan." Ejek salah satu pencegat


" Suatu hari nanti, Cicit ku akan membalas dendam dan membuat kalian yang ada di dalam penyerang ini, terserah dari Dunia Bawah Geng dan sebagainya, dia akan menghabisi kalian dan mengembalikan hak dan kekayaan Dewantara sebenarnya dan kalian akan mati." Ucap sumpah Adipati


Jedar... Jedar.. Jedar...


Suara petir menyambar di langit pertanda sumpah Adipati di terima


" Hahahaha... Kita tidak akan mati, tembak mereka." Ucap salah satu pencegat.


Dor.. Dor... Dor... Dor..


Suara hujan peluru mengarah ke Rombongan Dewantara, dan terlihat mereka mati tertembaknya.


" Tugas kita satu selesai kita ke target satu nya."


" Baik."


Mereka pergi meninggalkan rombongan Dewantara yang mati di sana, dan mengejar Hana, Novita dan Cantika.


Di satu sisi.


" Bagaimana keadaan mereka." Ucap Novita yang cemas.


" Sudah percayakan kepada mereka, mereka tidak akan mati." Ucap Cantika yang menenangkan mantu nya.


" Dari pada itu kita fokus kepada Anak mu yang mau melahirkan." Ucap Cantika yang melihat Hana yang menahan sakit.


Tak lama dari itu mobil para pencegat berhasil mengejar Hana dan lainnya.


" Sial mereka datang seperti nya mereka benar-benar ingin kita mati." Ucap Cantika yang melihat di belakang


" Bagaimana ini Ibu, aku tidak mau melihat Hana dan Anak nya kenapa-kenapa." Ucap Novita.


" Salah satu dari kalian jaga Hana." Ucap Cantika.


" Tapi Nyonya bagaimana dengan Nyonya." Ucap Bodyguard.


" Jangan menghiraukan diri ku dan lainnya, yang penting Cicit ku lahir cuma dia salah satu harapan untuk membalas dendam perbuatan ini." Ucap Cantika.


Mereka saling pandang dan mengangguk-anggukkan kepala pertanda mereka mengerti.


" Baik Nyonya." Ucap Bodyguard.


" Novita kamu lari biar yang ini, Ibu yang urus." Ucap Cantika.


" Tidak bisa Ibu bagaimana keadaan Ibu nanti." Ucap Novita yang khawatir.


" Sudah kamu jangan khawatir, Hana yang jadi prioritas utama kita." Ucap Cantika.


Cantika dan 2 bodyguard berhenti dan meninggalkan Novita dan Hana dan beberapa Bodyguard yang lainnnya pergi.


" Punya keberanian tinggi kamu Nenek."


" Aku tidak pernah Takut kepada kalian." Ucap Cantika.


" Benarkah." Ucap salah satu pencegat sambil mengeluarkan senjata Api nya.


" Aku lebih baik mati terhormat, dari pada mati jadi pengecut, tidak seperti kalian yang bisa hanya main belakang." Ucap Cantika.


" Kurang ajar."


" Bunuh mereka."


Dor. Dor. Dor.. Dor.


Suara hujan tembakan mengarah ke Cantika dan bodyguard nya. Mati seketika


Di sisi lain.


" Ibu sakit, Hana tidak tahan." Ucap Hana.


" Baiklah, di sana ada pondok kecil kita ke sana, kalian kita mengarah ke sana." Ucap Novita.


" Baik Nyonya." Ucap salah satu Bodyguard.


Mereka pergi ke pondok kecil. di tengah hutan mereka masuk ke sana gara-gara para pencegat itu.


" Kalian jaga di sini, kalau ada musuh beri tau, saya mau melakukan persalinan mendadak di pondok itu." Ucap Novita.


" Baik Nyonya." Ucap Bodyguard


Mereka menjaga di sekitar pondok kecil itu, Novita membawa Hana masuk.


" Ibu aku tidak tahan lagi." Ucap Hana.


" Sabar sayang, kita akan melakukan persalinan di sini." Ucap Novita.


Setelah itu, Hana melakukan persalinan dan melahirkan di pondok itu, suara kesakitan di pondok.


Tak lama dari itu, Suara tangisan bayi di pondok itu terdengar, bodyguard yang mendengar suara tangisan seorang bayi bersyukur karena pewaris dari Dewantara telah lahir.


" Sayang anak kamu laki-laki, kamu mau memberikan nama." Ucap Cantika.


" Ya, nama nya adalah Javier Dewantara." Ucap Hana


Tak lama kemudian para pengejar sudah berhasil menemukan keberadaan Hana dan lainnya.


" Kalian pikir bisa lari dari kami."

__ADS_1


" Sial, kamu beri tau nyonya tentang ini." Ucap Salah satu Bodyguard.


Bodyguard datang ke pondok dan memberi tau.


" Maaf nyonya para pengejar berhasil datang."


" Sial, baiklah kamu keluar dan hadang mereka." Ucap Novita.


" Baik Nyonya."


" Sayang kamu pergi dan selamatkan cucu dan anak mu, dia adalah salah satu kunci untuk mengembalikan hak dirimu di keluarga Dewantara." Ucap Novita.


" Tapi mah, aku tidak bisa membiarkan Mamah pergi." Ucap Hana.


" Ini adalah jalan keluar nya anak ku, kamu harus pergi ke Kota B. sesegera mungkin." Ucap Novita.


" Tapi....." Ucap Hana.


" Tidak ada tapi-tapian sayang, harapan Mamah dan lainnya ada padamu dan anakmu." Ucap Novita.


" Baiklah mah, aku akan pergi Ke kota B. dan bersembunyi di sana." Ucap Hana.


" Bagus pergi sekarang." Ucap Novita.


Hana Pergi dari Pondok itu dan membawa Javier kecil atau yang sekarang di panggil Erlangga.


Novita yang melihat anaknya dan cucunya pergi bisa menangis.


" Kalian adalah salah satu harapan bagai kami, hidup lah dan balas dendam kematian kami, dan rebut hak yang kalian di keluarga Dewantara." Ucap Novita.


Novita keluar dan melihat bodyguard nya terbaring lemah. Novita yang melihat itu marah dan mengarahkan pistolnya kepada salah satu yang mencegat mereka.


Dor.


Suara Tembakan Novita mengenai mereka


" Kurang ajar, habisi dia."


Dor....Dor... Dor...


Novita mati tertembak di sana bersama para bodyguard lainnya.


" Ayo kita cari satu orang lagi."


" Jangan sampai dia hidup."


Mereka mencari Hana, mereka mengejar Hana tanpa membiarkan Hana dan anak nya hidup.


Hana pergi berlari dan melihat Anak nya, ia menangis kenapa hidupnya seperti ini sudah di tinggal suami da. sekarang keluarga nya.


Hana berniat menintip kan anaknya di panti asuhan di Ibukota dan ia akan pergi di Kota B untuk bersembunyi, setelah sampai di pantai asuhan.


" Sayang maafkan Ibu mu, Ibu tidak bisa membawa kamu, karena di luar sangat berbahaya, Ini janji kalau sudah tidak ada bahaya lagi, ibu akan datang dan mengambil kamu lagi." Ucap Hana yang menangis.


Hana menaruh Javier atau Erlangga di depan pintu Panti Asuhan, Hana Melihat anak nya dan menangis dan mengecup kening nya dan pergi.


Suara bayi di depan panti membangunkan pemilik panti.


" Astaga bayi siapa ini, siapa yang membuang bayi seperti ini. Jangan nangis ya kamu akan aman di sini." Ucap pemilik panti asuhan tak lupa melihat kalung liontin dan Mambawa bayi masuk


Di sisi lain..


Hana terus berlari ke kota B.


Tak lama dari itu pada pencegat menghadang Hana,


" Kamu tidak bisa pergi lagi."


" Hahaha.... Ayo kita bawa ke hadapan Bos."


Mereka menyeret Hana dan Hana memberontak


" Lepas kan." Ucap Hana.


" Diam dan ikuti saja kami."


Tak lama dari itu di suatu ruangan yang gelap.


" Sudah lama kita tak bertemu ya Hana." Suara laki-laki tua


Hana melihat arah suara itu dan melihat orang tua di depannya.


" Kamu siapa, mau apa kamu." Ucap Hana.


" Hahahaha... Kamu tidak mengenali paman mu ini." Dia adalah Radit.


" Jadi kamu di balik semua ini, dasar orang tua gila." Ucap Hana.


" Hahahaha... Aku memang gila, aku mau harta Dewantara menjadi milik ku seroang, jadi aku melakukan ini, Ayah mu selalu menjadi kebanggaan oleh orang tua itu, jadi aku menyusun kekuatan dan rencana untuk menghabisi kalian." Ucap Radit.


" Dasar pria gila tak waras kamu." Ucap Hana.


" Bilang di mana anak mu, aku akan menghabisi anak mu." Ucap Radit.


" Aku tidak akan memberi tau di mana anak ku berada." Ucap Hana


" Kurang ajar kamu, kalian hajar dia dan taruh dia di Kota B. Di rumah sakit harapan." Ucap Radit.


Mereka yang menghajar Hana adalah perempuan dan menyiksa Hana. Seperti yang di jelaskan di episode yang sudah di beri tau, semua luka di tubuh dan muka Hana gara-gara di siksa dan membuat jiwa dan mental nya terganggu.


Dan kemudian setelah selesai di siksa mereka membawa Hana ke rumah sakit harapan di Kota B.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2