Sistem Chek'In Anak Miskin

Sistem Chek'In Anak Miskin
Episode 43


__ADS_3


Perjalanan ke Kota S



Keesokan harinya Erlangga bangun dan bersiap pergi ke Kota S untuk olimpiade di sana. Erlangga masih belum bisa terima kalau 3 perempuan itu ikut.


" Rasanya pengen marah tapi tidak bisa." Ucap Erlangga yang masih marah atas kejadian kemarin.


" Sistem Chek'in." Ucap Erlangga.


( Selamat Tuan mendapatkan mata kebenaran )


Erlangga yang belum mengerti tentang mata kebenaran bertanya dengan sistem.


" Sistem apa maksud dari mata kebenaran ini." Tanya Erlangga.


( Menjawab tuan... Mata kebenaran adalah mata yang bisa melihat seseorang yang ingin tuan liat, apa dia punya niat jahat atau tidak dan juga bisa melihat status orang yang ingin di liat )


Erlangga tersenyum mendengar hadiah dari sistem yang sangat berguna ini. Erlangga melihat jam tangan nya menunjukan pukul 06.30, Erlangga turun ke ruangan makan untuk sarapan dan berpamitan dengan Ibu nya


" Selamat pagi sayang." Ucap Ibu Erlangga


" Pagi Ibu, Ibu Angga harus pergi ke kota S untuk ikut dalam olimpiade antar sekolah." Ucap Erlangga.


" Oh, Baiklah kamu hati-hati ya sayang, Ibu bangga kepada kamu." Ucap Ibu Erlangga yang senang karena anaknya adalah anak yang jenius.


Erlangga melangkah pergi dari Mansion setelah berpamitan dengan Ibu Erlangga.

__ADS_1


Skip di sekolah.


" Angga ikut ibu untuk mempersiapkan semua bekal kalian di kota S. " Ucap Ibu Eka


" Baik Ibu." Ucap Erlangga


Erlangga membantu mengangkat barang dan bekal Erlangga dengan lainnya.


" Pihak sekolah sudah mempersiapkan hotel tempat tinggal kalian di sana. Jadi setelah kalian sampai pihak hotel akan menjemput kalian di bendara." Jelas Ibu Eka.


" Angga mengerti Ibu Eka." Ucap Erlangga.


Erlangga dan Ibu Eka menunggu mobil jemputan yang mengantarkan Erlangga dan lainnya pergi ke bandara. Tak lama kemudian datang perempuan.


" Hay Angga." Ucap Jessica


" Nanti aku duduk samping kamu ya." Ucap Jessica.


" Tidak kamu cari saja tempat duduk lain." Ucap Erlangga yang cuek.


" Ih dasar nyebelin." Ucap Jessica yang kesel atas perkataan Erlangga.


" Hahahaha.... Kasian di tolak." Ucap Adinda yang datang.


" Kalian liat saja Erlangga akan menjadi milik ku dan aku tidak akan membiarkan kalian berdua mendekati Erlangga." Ucap Jessica


" Hahaha... Kamu yakin.? Liat Erlangga saja tidak merespon kamu dengan baik." Ejek Adinda.


" Liat saja nanti." Ucap Jessica yang kesal dan pergi dari sana.

__ADS_1


Adinda yang melihat Jessica pergi cukup senang karena dia selangkah lagi mendekati Erlangga.


Setelah menunggu lama mobil jemputan datang.


" Ayo semua nya kita naik." Ucap Ibu Eka.


" Baik Ibu." Ucap serempak.


Erlangga berjalan ke mobil dan duduk di pojok kaca sebelah kiri. Tak lama duduk perempuan di samping Erlangga, Erlangga menoleh siapa yang duduk di sebelah nya.


" Adinda." Ucap Erlangga.


" Hay Angga aku duduk sini ya." Ucap Adinda yang tersenyum ke arah Erlangga.


" Ya itu terserah kamu." Ucap Erlangga yang cuek.


Adinda yang mendengar perkataan Erlangga senang, dan menoleh ke arah Jessica dan Mawar dengan mengejek.


" Kasian tidak bisa duduk di dekat Angga." Ucap Adinda yang mengejek.


" Sial dasar nenek lampir." Ucap Jessica yang kesal di dalam hati melihat Adinda duduk di samping Erlangga


" Dasar Adinda 1 selangkah kedepan." Ucap Mawar yang kesal karena tadi dia berniat duduk di samping Erlangga.


Erlangga yang melihat mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, ntah kenapa Erlangga tidak suka dengan sifat mereka yang menggunakan kekuasaan dan kekayaan.


Erlangga berfikir apa Erlangga pilih salah satu dari mereka. Kita liat saja kedepannya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2