Sistem Chek'In Anak Miskin

Sistem Chek'In Anak Miskin
Episode 22


__ADS_3


Kemarahan Erlangga.



Erlangga membawa Ibu nya ke rumah sakit Madical Center. Erlangga tidak bisa menahan tangisnya melihat keadaan Ibu nya.


Dalam perjalanannya Ibu Erlangga terus melawan sampai-sampai Erlangga harus menyuntik obat tidur untuk Ibu nya.


Sesampainya Erlangga di rumah sakit Madical Center. Erlangga meminta suster ke ruangan Spesialis Psikiater.


Sampai di ruangan.


" Jadi gimana keadaan Ibu saya Dokter." Ucap Erlangga.


" Ibu Tuan Muda, mengalami goncangan mental yang cukup parah, buat sembuh dari goncangan itu harus rutin di periksa 3X dalam seminggu dalam periode itu." Ucap Dokter.


" Lakukan apa saja dokter asal Ibu ku bisa sembuh." Ucap Erlangga.


" Baik tuan muda, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan Ibu Tuan Muda, Tuan Muda harus rutin memeriksakan keadaan Ibu Tuan selama 3X seminggu. Dan saya akan menjadi Dokter yang akan menangani Ibu Tuan." Ucap Dokter.


" Ya dokter, saya akan melakukan saran dokter. Baiklah Dokter bisa menghubungi Sekretaris Pribadi saya yang di samping saya ini untuk membicarakan jadwal pemeriksaan." Ucap Erlangga.


" Baiklah Tuan Muda." Ucap Dokter

__ADS_1


" Citra silakan kalian bicarakan tentang jadwal pemeriksaan." Ucap Erlangga.


" Baik Tuan Muda, Mari Ibu Dokter ikut saya." Ucap Citra.


Setelah Citra membawa Dokter keluar dari ruangan. Erlangga melihat Ibu nya terbaring di tempat tidur rumah sakit.


Hati nya sakit melihat keadaan Ibu nya. Melihat luka-luka di sekujur tubuh untung Erlangga ada sistem yang membantu untuk menyembuhkannya.


" Ibu, Erlangga janji akan mengungkapkan apa yang terjadi di masa lalu. Tapi Ibu harus janji cepat sembuh. Ibu sudah mengobarkan nyawa ibu, buat melahirkan ku di dunia ini. Jadi Erlangga akan menuntut siapa saja yang membuat Ibu seperti ini." Ucap Erlangga.


Erlangga berbicara dengan Ibu nya yang tertidur pulas karena di bius obat tidur. Karena kalau tidak memakai obat bius, Ibu Erlangga akan memberontak dan memaki-maki orang yang di sekitar nya.


Erlangga keluar dari ruangan Ibu nya. Dan menuju taman Rumah Sakit. Erlangga melihat sekitar dan memanggil bawahannya.


" G-01." Ucap Erlangga.


" Menghadap Tuan Muda." Ucap G-01.


" Laporkan tentang yang kamu dapat setelah memata-matai nya." Ucap Erlangga.


" Baik Tuan Muda. Setelah saya mengikuti beberapa hari, dia menemui seseorang geng bawah tanah, mereka menamai mereka dengan Red Fox atau Rubah Merah, mereka seperti memiliki hubungan yang erat, dari yang saya liat mereka Radit memiliki hubungan dengan Bos dari Red Fox, dan saya akan memantau target sampai memiliki bukti yang akurat dan akan melaporkan kepada Tuan Muda." Ucap G-01.


" Seperti nya, Radit memiliki hubungan spesial dengan Geng ini, kalau tidak tidak mungkin dia akan datang ke sana dengan santai." Ucap Erlangga.


" Baik kamu boleh pergi dan terus pantau Target." Ucap Erlangga.

__ADS_1


" Baik Tuan Muda." Ucap G-01 yang menghilang dari hadapan Erlangga.


" 01." Ucap Erlangga datang Assassin di hadapan Erlangga.


" Kamu tau Geng Red Fox." Ucap Erlangga.


" Saya tau tuan muda." Ucap 01.


" Jelaskan." Ucap Erlangga.


" Baik, Geng Fox adalah Geng dunia bawah yang paling di segani, anak buah nya mencapai 5 ribu pasukan. memiliki bisnis Bar, Diskotik, tempat pristitusi. Mereka akan menculik atau orang tua mereka yang tidak sanggup membayar utang untuk memuaskan nafsu di tempat mereka bekerja. Kami para The Speceial Number lagi mau menjatuhkan mereka untuk membuat Tuan Muda di segani di dunia bawah." Ucap 01.


Erlangga yang mendengar itu marah apa yang geng Red Fox lakukan, seperti nya Geng Red Fox ikut di dalam 18 Tahun yang lalu dan mereka pasti yang mau membunuh Ayah dan Ibu nya.


" Kamu dan lainnya, selidiki mereka dan cari tau apa mereka juga ikut andil membunuh Ibu dan Ayah ku." Ucap Erlangga.


" Baik tuan muda, saya akan melakukan perintah Tuan Muda." Ucap 01.


" Lakukan sekarang." Ucap Erlangga.


" Baik tuan muda." Ucap 01 setelah itu menghilang dari hadapan Erlangga.


Erlangga menahan amarah nya. Radit sudah keterlaluan dia mau membunuh ponakan nya untuk menguasai harta dari keluarga Dewantara.


Erlangga berjanji dengan diri nya sendiri dan orang tua nya akan menghabisi semua yang terlibat dalam rencana pembunuhan di masa lalu.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2