
Flashback 18 tahun yang lalu part 2.
Beberapa tahun kemudian.
Di sebuah tempat ada 2 orang di ruangan yang kedap suara. Laki-laki besar, berotot, bertato, dan menyeramkan yang memimpin sebuah organisasi bawah tanah yaitu Red Fox bernama Jack.
Dan satu nya laki-laki yang sudah di usir dari bagian dari keluarga Dewantara ia adalah Radit Dewantara.
" Kak Jack, kamu bisa kan membantu ku untuk merebut harta Dewantara." Ucap Radit.
" Itu hal mudah, asal ada hal yang menguntungkan bagi ku." Ucap Jack.
" Kakak akan mendapatkan koneksi pejabat pemerintah untuk memperluas jaringan Kakak bagaimana." Ucap Radit.
" Em... Baiklah aku akan membantu mu, tapi apa rencana mu." Ucap Jack.
" Aku akan merusak rem mobil menantu dari Kakak ku Wisnu yang akan pergi ke perusahaan dengan begitu anak dari Kak Wisnu akan depresi dan akan mempengaruhi kandungan nya." Ucap Radit.
" Kamu gila Radit." Ucap Jack.
" Aku memang gila Kak, aku mau semua harta Dewantara menjadi milik ku seorang, satu persatu keluarga Dewantara di mansion itu akan aku habisi secara perlahan." Ucap Radit.
" Terus tugas ku apa." Ucap Jack.
" Itu belakangan, aku sudah membuat rencana yang bagus Kakak tunggu saja panggilan dari ku." Ucap Radit.
" Hahahaha... Baiklah aku tunggu." Ucap Jack
Mereka berdua di ruang itu tertawa dan merencanakan hal kejam.
Di sisi lain.
Di kediaman Keluarga Dewantara terlihat wanita yang sedang hamil 7 Bulan mengantarkan laki-laki atau suaminya pergi.
" Sayang, Mas pergi dulu ya, Ayah menyuruh Mas mengecek Perusahaan di Kota S." Ucap Dewa suami dari Hana yang akan menjadi Ayah dari Erlangga.
" Baiklah Mas, Hati-hati di jalan kabari kalau sudah sampai." Ucap Hana.
__ADS_1
" Ya sayang Mas pergi dulu." Ucap Dewa.
Setelah Dewa pergi Hana masuk dalam rumah terlihat Ayah Ibu dan Juga Kakek Nenek nya di sana.
" Jangan sedih sayang, Suami mu pergi menjalankan tugas nya sebagai suami." Ucap Novita Ibu dari Hana.
" Benar apa kata Ibu mu Sayang." Ucap Cantika Nenek dari Hana.
" Aku tidak tau Perasaan ku tidak enak Ibu Nenek." Ucap Hana.
" Udah itu hanya perasaan kamu saja, doakan saja untuk dia baik-baik saja." Ucap Cantika.
" Em.... Baiklah." Ucap Hana.
Di sisi Lain.
Di sebuah mobil hitam terdiri dari 2 orang bodyguard dan suami dari Hana yaitu Dewa yang pergi ke Kota S untuk mengecek bisnis di sana.
2 jam perjalanan ada beberapa mobil yang menghadang mobil dari Dewa.
" Apa ini." Ucap Dewa
" Tuan, tuan di mobil saja ini urusan kami." Ucap Bodyguard 1.
Ke dua Bodyguard keluar dari mobil dan mengarah orang-orang yang menghadang laju Dewa.
" Apa-apa ini, maksud kalian menghadang mobil tuan kami." Ucap Bodyguard 1.
" Kami di perintahkan oleh Bos kami untuk menghabisi tuan kalian." Ucap Salah satu penghadang.
Ke dua Bodyguard yang mendengar itu kaget, dan salah satu Bodyguard menuju ke mobil dan mengatakan.
" Tuan pergi dari sini, di sini berbahaya mereka mau menghabisi nyawa tuan." Ucap Bodyguard 2.
" Apa maksudmu kamu, kita pergi sama-sama." Ucap Dewa
" Tidak tuan, di sini berbahaya pergi sekarang kami berdua yang akan menghadang mereka, pergi Tuan kami mohon, kalau nyonya tau dia akan depresi itu akan mempengaruhi kandungan nya." Ucap Bodyguard 2.
" Baiklah kalian jaga diri baik-baik, saya akan menunggu kepulangan kalian." Ucap Dewa
" Ya tuan." Ucap Bodyguard 2.
__ADS_1
Dewa pergi menggunakan mobil nya maksud pulang kediaman Dewantara, tapi tak lama dari itu sudah ada beberapa orang yang menghadang seperti nya mereka sudah merencanakan ini kalau Dewa akan pulang.
" Kamu pikir kami tidak tau kalau kamu akan pulang." Ucap Salah satu penghadang.
" Sial bagaimana ini, saya harus pergi." Ucap Dewa menancapkan gas mobil nya.
Mereka kejar-kejaran sampai di suatu daerah perbatasan Kota S dan Kota K. Mereka penghadangan menabrak kan mobil nya ke mobil Dewa.
" Sial kalau begini tidak akan bisa bertahan lama." Ucap Dewa.
Tak lama dari itu, mobil salah satu penghadang menabrakkan ke mobil Dewa, dan mengarah ke jurang.
" Sial aku tidak bisa bertahan lagi, Istri ku aku mohon jagalah anak kita, balaskan dendam suami kamu ini salah satu hari ini anak ku." Ucap Dewa
Dan kemudian mobil Dewa di tabrak dan masuk dalam jurang.
" Tugas kita selesai." ucap Salah satu Penghadang
Mereka pergi dari tempat kejadian.
Di sisi lain.
Di kediaman keluarga Dewantara, di ruangan keluarga mereka mendapatkan kabar tak lama dari kejadian 4 jam yang lalu.
" Sial apa maksud nya ini." Ucap Adipati.
". Ayah sabar, liat keadaan cucu kita yang lagi mengandung itu akan mempengaruhi kandungan nya." Ucap Cantika.
" Wisnu bagaimana menurut kamu tentang kejadian ini." Ucap Adipati.
" Seperti nya ada seseorang yang bermain di belakang ini Ayah." Ucap Wisnu.
" Aku tidak tau, aku lagi memikirkan keadaan cucu ku yang lagi mengandung." Ucap Adipati.
" Hana syok mendengar tentang kematian Suami nya, aku tidak tau harus membujuk Hana untuk makan bagaimana lagi, Novita lagi membujuknya di dalam kamar." Ucap Wisnu
" Hah, aku sudah mengirimkan seseorang untuk menyelidiki kasus ini." Ucap Adipati.
" Kita tunggu saja, kita harus menghadapi penyerang ini dan juga menyemangati cucu kita bagaimana pun dia lagi mengandung." Ucap Cantik.
Setelah itu mereka pergi dari ruangan itu, dan pergi ke ruangan Hana untuk membujuk Hana untuk makan dan menyemangati nya.
__ADS_1
Bersambung....