
Masa Lalu Keluarga Dewantara.
Flashback 18 Tahun yang lalu
Di sebuah Mansion dengan plang nama Dewantara yang menguasai depan gerbang. Hidup keluarga yang paling di segani karena banyak bisnis yang di jalani nya menjadikan keluarga ini sebagai Keluarga Nomor 1 di Ibukota dan nomor 10 di Asia.
Di sebuah ruangan keluarga ada 3 orang laki-laki dan 1 perempuan yaitu Ayah dari Wisnu Dewantara nanti dia adalah Ayah Dari Hana Dwi Dewantara Ibu dari Erlangga Wijaya. Di samping nya adalah adik dari Wisnu Yaitu Radit Dewantara yang nanti nya memiliki seorang anak gadis yaitu Putri Dewantara yang sudah Author tampilkan di episode sebelumnya nya memiliki anak Wulan Sri Dewantara dan Garcia Dewantara. Di samping mereka satu perempuan yaitu Ibu dari Wisnu dan Radit bernama Cantika Karmila Saputra telah Menganti nama menjadi Cantika Karmila Dewantara. Dan Salah satu laki-laki dewasa yaitu Ayah dari Wisnu dan Radit bernama Adipati Dewantara.
" Ayah akan berhenti menggerus perusahaan jadi Hak yang mengelola perusahaan adalah anak tertua di keluarga Dewantara." Ucap Adipati.
" Ayah, kenapa bukan aku saja yang mengelola Kenapa harus Kakak." Ucap Radit.
" Apa kamu bilang kamu yang akan mengurus perusahaan dan bisnis keluarga, itu tidak akan pernah terjadi karena sifat buruk mu itu makanya Ayah tidak mengizinkan." Ucap Adipati tegas.
" Ayah tidak apa-apa kalau Adik yang mengurus perusahaan dan bisnis." Ucap Wisnu yang lembut.
" Cih, dasar penjilat." Ucap Radit dalam hati melihat Kakaknya.
" Tidak akan pernah Wisnu, Ayah akan memberikan bisnis keluarga Kepada mu." Ucap Adipati.
" Benar Kata Ayah kamu Wisnu, kalau Ayah memberikan bisnis kepada adik mu yang suka keluyuran, main di Bar, suka balapan, yang ada Bisnis keluarga kita yang turun temurun akan bangkrut." Ucap Cantika.
__ADS_1
" Ayah Ibu kenapa, Kalian tidak pernah percaya kepada ku." Ucap Radit.
" Kami bilang kenapa, Sifat kamu yang meragukan kamu tau, dari kamu kecil hingga sekarang sifat mu itu tidak berubah, Ayah mikir setelah kamu menikah kamu akan berubah tapi kenyataannya tidak sama sekali." Ucap Adipati.
" Benar kata Ayah mu Radit, Sifat kamu yang suka main-main itu yang membuat kita tidak percaya pada mu, Ibu bersyukur Istri mu sabar menghadapi mu, kamu juga sudah punya anak perempuan sampai kapan kamu seperti ini terus." Ucap Cantika.
" Ibu aku akan berubah aku janji." Ucap Radit.
" Tidak saya bilang tidak ya tidak mengerti kamu Radit, Mau tidak mau suka tidak suka Kakak kamu yang akan memegang bisnis keluarga." Ucap Adipati.
" Cih, sial pasti Kakak sudah mencuci otak Ayah dan Ibu." Ucap Radit yang tidak suka kepada Kakaknya.
" Ibu Ayah, Aku akan mengambilnya menandai Direktur tapi Wisnu akan menjadikan Radit Wakil Ku di Perusahaan." Ucap Wisnu.
" Aku tidak butuh." Ucap Radit.
" Aku tidak butuh yang aku butuhkan adalah menjadi Direktur bukan Wakil Direktur." Ucap Radit.
" Anak kurang ajar kamu, keluar dari sini, dan jangan harap kamu di terima di keluarga ini, dan semua yang kamu miliki akan Ayah ambil dan ATM milik mu akan Ayah bekukan." Ucap Adipati.
" Sabar Sayang jangan Marah-marah, Radit Ibu benar-benar kecewa kepada mu, jangan harap kamu memakai nama Dewantara lagi, dan semua fasilitas yang di berikan akan Ibu cabut." Ucap Cantika.
" Cih, baiklah awas saja kalian semua, aku akan membalas semua ini." Ucap Radit.
Setelah Radit pergi, Adipati dan Cantika merasa kesal kepada Anak nya itu.
__ADS_1
" Dasar anak tidak tau di untung." Ucap kesal Adipati.
" Sabar suami ku." Ucap Cantika yang berusaha menenangkan suasana hati Adipati.
" Ayah." Ucap Wisnu.
" Kamu Wisnu, Ayah ingatkan jangan pernah kamu berhubungan dengan Adik mu itu, kita tidak tau apa yang akan di pikirkan adik mu yang gila itu." Ucap Adipati.
" Aku akan usahakan Ayah." Ucap Wisnu.
" Bukan di usahakan tapi harus." Ucap tegas Adipati.
" Turuti saja apa kata Ayah mu Wisnu." Ucap Cantika.
" Baik Ibu." Ucap Wisnu.
Setelah melihat Ke dua orang tua nya pergi Wisnu melangkah ke kamarnya dan melihat Istri dan Anak nya yang di perkirakan umur 12 Tahun yaitu Hana Dwi Dewantara Ibu dari Erlangga Wijaya beberapa tahun Kedepannya.
" Sayang, aku mendengar pembicaraan Ayah dan Ibu." Ucap Novita Istri dari Wisnu.
" Tidak ada masalah kok sayang, mulai lusa Saya akan ke perusahaan menggantikan Ayah." Ucap Wisnu.
" Kamu dengar kan saja apa perkataan Ayah, itu buat kebaikan bersama." Ucap Novita.
" Ya sayang." Ucap Wisnu yang mengecup kening istrinya.
__ADS_1
Wisnu yang melihat anak nya tertidur juga mengucapkan kening dan membelai rambutnya membuat kedua nya bahagia.
Bersambung.....