
Misi penghancuran Keluarga Dewantara.
" Seperti itu cerita nya, Ibu menaruh kamu di panti agar mereka tidak membunuh mu Javier." Ucap Ibu Erlangga.
Erlangga yang mendengar perkataan ibu nya marah, Karena kekuasaan, kekayaan, Paman dari Ibu Erlangga melakukan cara yang cukup keji yaitu membunuh semua keluarga Dewantara untuk merebut harta.
" Ibu Erlangga janji akan merebut hak Ibu di dalam keluarga Dewantara, tapi Ibu harus tau, Erlangga tidak akan memakai nama Javier untuk saat ini, karena misi Erlangga adalah masuk dalam keluarga Dewantara dan melemahkan mereka dari dalam." Ucap Erlangga.
" Ibu akan mendukung kamu Nak, apa pun Rencana kamu, balas kan demam mereka yang mati di tangan Radit yang gila itu." Ucap Ibu Erlangga.
" Pasti Ibu, Erlangga akan melakukan itu, tapi sebelum itu Erlangga meminta Ibu untuk merubah penampilan Ibu biar orang tidak mengenali Ibu." Ucap Erlangga
" Emang harus seperti itu." Ucap Ibu Erlangga.
" Ya Ibu siapa tau Ibu mau ikut dalam rencana Erlangga untuk melemahkan mereka, bisa seperti adu domba mereka atau dengan yang lain." Ucap Erlangga
__ADS_1
" Ibu akan mengikuti perkataan kamu, tapi kamu sudah mulai melakukan rencana kamu." Tanya Ibu Erlangga.
" Ya sudah beberapa hari yang lalu, aku bertemu anak dari Kakek Radit namanya Putri pasti Ibu ingat dia, Erlangga dulu pernah membawa anak dari Tante Putri bernama Garcia, jadi Erlangga akan masuk dengan cara memanfaatkan anak dari Tante Putri." Ucap Erlangga.
" Putri ya... Ibu ingat dulu, Ibu dulu sering bermain dengan nya, tapi setelah Paman Radit telah keluar dari keluarga Dewantara, Ibu dan putri tidak pernah bertemu lagi.... Ah, bagaimana menurut kamu sayang, kalau Ibu bertemu dengan nya tapi dengan usul kamu yang tadi berubah penampilan." Ucap Ibu Erlangga.
" Wah, Ibu pasti Erlangga dukung tapi ibu tidak bisa menggunakan nama Ibu yang dulu... Sekarang nama Ibu harus di ganti..." Ucap Erlangga.
" Kamu benar sayang... Hana Dwi Dewantara telah tiada sekarang... Ibu akan mengganti nama dengan Amanda Dwi Wijaya, seperti nama belakang kamu." Ucap Ibu Erlangga.
" Erlangga akan selalu mendukung mu Ibu, Ibu tenang saja kita akan menghancurkan mereka tapi tidak dengan orang yang terlihat... Tapi yang terlibat di masa lalu bagaimana pun Tante Putri bersama anak nya tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini." Ucap Erlangga.
" Pasti, nanti Erlangga atur kalau ibu tinggal di luar negeri untuk melakukan bisnis dan pulang ke Ibukota untuk beristirahat." Ucap Erlangga.
" Kamu pintar sayang... Ibu bangga kepadamu, walaupun ibu tidak ada di sisi kamu di saat kamu masih bayi." Ucap Ibu Erlangga yang Sedih.
" Ibu Jangan Sedih, sekarang Erlangga ada di sini kan, jadi jangan sedih lagi, kita akan bahagia dan melakukan rencana menggusur Radit seperti yang Kakek dan Ayah mau." Ucap Erlangga.
Hana yang mendengar perkataan anak nya tersenyum manis, Hana bersyukur anak nya telah tumbuh dewasa dan pikiran yang bisa di bilang pintar dan licik. Hana tidak tau apa yang di pikirkan anak nya tapi Hana akan mendukung anak nya.
__ADS_1
" Ya sayang, kita akan membalas kematian Ayah mu dan Kakek mu." Ucap Ibu Erlangga
" Ya sudah Ibu istirahat dulu, Erlangga akan keluar dulu." Ucap Erlangga.
" Baiklah." Ucap Ibu Erlangga.
Setelah melihat ibu nya tertidur Erlangga pergi dari ruangan tidur ibu nya dan menuju taman belakang.
" 01." Ucap Erlangga.
" Hamba menghadap tuan muda." Ucap 01.
" Kamu hancurkan Red Fox secara perlahan, buat mereka melemah." Ucap Erlangga.
" Baik tuan muda." Ucap 01.
Setelah Assassin yang di perintahkan Erlangga pergi
" Kakek Radit, aku akan membalas dendam Kakek, Nenek dan Ayah ku, kamu laki-laki yang harus di beri pelajaran yang berharga, cuma gara-gara harta kamu membunuh kedua orang tua kamu dan Kakak kamu yang menyayangi kamu." Pikir Erlangga yang duduk di taman belakang.
__ADS_1
Bersambung.....