Sistem Chek'In Anak Miskin

Sistem Chek'In Anak Miskin
Episode 9


__ADS_3


90% Saham The Royal Garden.



Keesokan harinya Erlangga bangun dan berjalan ke arah ruang tamu untuk membicarakan tentang Pembangunan Perusahaan bersama Citra.


" Sistem Chek'in." Ucap Erlangga.


( Selamat Tuan mendapatkan 90% Saham The Royal Garden )


Erlangga pernah mendengar The Royal Garden semasa sekolah SMP karena pernah di ajak bekerja di sana. The Royal Garden adalah tempat Judi, Bar, Diskotik terbesar di Ibukota. Total pendapatan Pertahun mencapai 100 Miliar bahkan lebih.


" Halo." Ucap Erlangga.


" Halo apakah benar dengan Tuan Erlangga."


" Benar saya sendiri, dengan siapa saya bicara." Ucap Erlangga.


" Perkenalkan saya adalah David Manager The Royal Garden, Saya mengucapkan selamat kepada tuan telah membeli saham kami. Apakah Tuan ada arahan." Ucap David.


" Tidak ada, jalankan seperti biasa dan juga kamu harus berjaga-jaga kalau saya butuh karena beberapa hari ini nanti saya telpon buat arahan selanjutnya." Ucap Erlangga.


" Baik tuan muda saya akan menjalankan perintah." Ucap David


Setelah menutup telpon, Citra datang dan menuju ke arah Erlangga.


" Duduk." Ucap Erlangga.


" Baik tuan muda." Ucap Citra.


" Aku berencana membuat perusahaan untuk menaungkan semua bisnis saya dan tugas kamu adalah mencari tempat yang strategis untuk membangun sebuah perusahaan." Ucap Erlangga.

__ADS_1


" Baik Tuan Muda saya akan menjalankan perintah anda." Ucap Citra.


" Di sini ada uang 50M kamu gunakan untuk membeli yang saya tugas kan. Dan kamu cari Mobil bisnis Alphard seperti cocok untuk pergi bisnis." Ucap Erlangga.


" Biak Tuan." Ucap Citra.


" Seperti nya ada yang kurang." Ucap Erlangga yang berfikir.


" Apa yang kurang tuan muda." Ucap Citra.


" Oiya.. Kamu cari pembantu 20, Supir 2, Penjara keamanan 16 nanti masing-masing akan atur penjaga'an di pagi hari dan malam hari." Ucap Erlangga


" Baik saya akan lakukan tuan muda." Ucap Citra.


" Ya lakukan sekarang, kamu tenang saja tidak ada yang tau atau menyadari kamu adalah Dewi karena aku sudah merubah penampilan kamu." Ucap Erlangga yang melihat Citra yang takut.


" Terimakasih Tuan Muda, aku tak akan mengecewakan Tuan Muda." Ucap Citra yang mendengar ucapan Erlangga.


" Sama-sama, kamu sudah ku anggap Kakak ku sendiri, jadi keselamatan kamu adalah yang terpenting." Ucap Erlangga.


Setelah Citra pergi dari hadapan Erlangga untuk menjalankan perintah nya. Erlangga berencana pergi ke Supermarket.


Erlangga berjalan pergi dari Mansion menuju Supermarket terdekat untuk membeli kebutuhan dapur. Butuh sekitar 10 menit Erlangga sampai.


Erlangga berjalan masuk ke Supermarket dan membeli kebutuhan. Setelah menurut Erlangga cukup dia berjalan ke arah Kasir.


Erlangga melihat seorang Ibu-ibu yang kebingungan dan berjalan ke arah mereka.


" Mohon maaf ini ada apa ya, soalnya antrian sudah panjang." Ucap Erlangga.


" Ini kak, Ibu ini tidak membawa uang dan kartu ATM jadi kami pihak Supermarket tidak bisa melayani Ibu ini."


" Em... Baiklah biar saya yang membayarnya dan juga sekalian barang belanjaan saya di hitung." Ucap Erlangga.

__ADS_1


" Tidak usah Nak, Ibu akan menelpon anak Ibu ke sini." Ucap Ibu-ibu itu.


" Tidak apa-apa biar saya aja yang membayarnya Ibu tenang saja,karena kasihan antrian juga sudah panjang mereka terlihat marah-marah." Ucap Erlangga.


Erlangga menunjuk arah belakang dan Ibu itu melihat arah yang di tunjuk Erlangga, dia terkejut dan meminta maaf dan Erlangga membayar biaya Belanja'annya.


Setelah di Luar Supermarket.


" Terima kasih Nak, udah membantu ibu." Ucap Ibu itu.


" Ya sama-sama Tante, saya senang bisa membantu Tante." Ucap Erlangga.


" Perkenalkan nama Tante, Tante Sandra." Ucap Tante Sandra.


" Oh, ya perikanan juga Nama saya Erlangga Wijaya panggil saya Angga aja Tante Sandra." Ucap Erlangga.


" Rumah Nak Erlangga di mana." Ucap Tante Sandra.


" Saya tinggal Di Mansion The King Dragon No.1." Ucap Erlangga


Tante Sandra yang mendengar itu terkejut karena pria muda di depannya adalah pemilik Mansion The King Dragon. Memang dia sudah tahu gosip di sana karena ada pemuda yang membeli nya dan pemuda itu berdiri di depan nya.


" Tante juga tinggal di sana." Ucap Tante Sandra.


" Benarkah Tante kalau begitu kebutulan, mari saya antarkan karena searah." Ucap Erlangga.


" Tidak usah Nak Angga." Ucap Tante Sandra yang tidak enak.


" Tidak apa-apa, kita serah jadi tidak usah sungkan. Kita juga tetangga." Ucap Erlangga.


" Baiklah kalau Nak Angga memaksa." Ucap Tante Sandra.


Erlangga dan Tante Sandra menuju mobil Erlangga, Tante Sandra yang melihat mobil Erlangga terkejut mobil Supercar mahal di depan mata nya. Tante Sandra yang melihat Erlangga tidak bisa berkata-kata siapakah Erlangga sebenarnya. Mereka pergi dari Supermarket itu.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2