
Natasha de William.
Bruk
Suara tabrakan yang di hasilkan oleh Erlangga berhasil menabrak perempuan itu.
" AW." Ucap perempuan yang di tabrak Erlangga.
" Maaf-maaf aku tidak sengaja, mari saya bantu." Ucap Erlangga yang berpura-pura menolong.
" Lain kali hati-hati dong Mas sakit tau." Ucap Perempuan itu.
Perempuan melihat siapa yang menabraknya terkejut melihat Erlangga, Perempuan itu terpesona melihat wajah Erlangga dan wajah nya memerah.
Erlangga yang melihat itu tersenyum rencana nya berjalan lancar dengan wajah nya bisa membuat perempuan terpesona.
" Kak hey." Ucap Erlangga yang membuat perempuan itu melepas lamunannya.
" Iya-iya." Ucap Perempuan itu gugup.
" Maaf sekali lagi ya Kak, Oiya Perkenalkan Nama saya Erlangga Wijaya." Ucap Erlangga yang menyodorkan tangan nya kepada perempuan itu.
" Natasha, Natasha de William." Ucap Natasha yang menerima sodoran tangan Erlangga.
" Wah nama yang cantik seperti orang nya." Ucap Erlangga yang memulai dengan kata-kata yang indah.
Natasha yang mendengar perkataan itu tiba-tiba muka nya bersemu merah dan Jantung nya berdebar kencang.
__ADS_1
Erlangga yang melihat perempuan di depannya salah tingkah tersenyum puas, Erlangga membeli Skill Kata-kata manis membuat Erlangga mengeluarkan kata-kata yang terlontar dari mulut nya membius.
Erlangga harus berterima kasih kepada Sistem yang memberikan saran membeli Skill ini, Sistem selalu memberikan solusi untuk masalahnya.
" Jadi aku harus memanggil apa ini Kakak, Mba, Atau nama nya saja atau panggilan lainnya misalnya Sayang." Ucap Erlangga yang memulai pergerakan untuk mendapatkan perempuan di depan nya.
Perempuan mendengar perkataan Erlangga tidak bisa menahan malu ntah kenapa membuat hati nya berbunga-bunga.
" Pa-panggil saja Natasha." Ucap Natasha yang gugup dan tidak berani melihat wajah Erlangga.
Erlangga menahan ketawa atas perkataan yang di lontarkan oleh nya.
" Baiklah Natasha, kamu lagi olahraga pagi, boleh aku temankan." Ucap Erlangga.
" Bo-boleh kalau tidak keberatan." Ucap Natasha.
Hati Natasha senang bisa berdua dengan Erlangga, Ntah kenapa baru kali ini Natasa seperti ini terhadap seorang laki-laki karena biasanya Natasha tak kenal ampun tidak peduli laki-laki atau perempuan pasti dia akan menghabisi.
Erlangga tersenyum kemenangan seperti nya mudah membuat perempuan di depannya takluk terhadap dirinya.
" Baiklah ayo mumpung masih pagi." Ajak Erlangga.
" Ayo." Ucap Natasha yang senang.
Erlangga dan Natasa berjalan pagi, Mereka berbicara sepanjang jalan.
" Kamu tinggal di di kota ini." Ucap Erlangga.
" Ya aku tinggal di kota ini, kalau kamu." Ucap Natasha
" Aku dari Ibukota, saya di sini ikut olimpiade antar sekolah." Ucap Erlangga.
__ADS_1
Natasha yang mendengar perkataan Erlangga terkejut.
" Jadi Erlangga masih sekolah, aku tidak peduli apa dia masih sekolah atau tidak, aku akan mengejarnya apapun terjadi umur hanya angka Natasha, kamu harus bisa mengejar cinta kamu di depan mata mu." Ucap Natasha di dalam hati.
" Kenapa kamu melamun." Ucap Erlangga.
" Tidak apa-apa cuma memikirkan sesuatu." Ucap Natasha.
" Ya sesuatu dan membuat rencana agar kamu menjadi milik ku." Pikir Natasha
" Oh begitu, gimana kita bertukar nomor siapa tau kita bisa menjadi teman." Tawar Erlangga.
" Boleh tentu saja boleh." Ucap Natasha yang senang.
" Tentu saja Angga, dengan begitu kita bisa telpon'an tiap hari." Pikir Natasha
" Ini nomor telpon saya." Ucap Erlangga yang menyodorkan Kartu nama nya.
Natasha yang melihat itu terkejut di depan nya adalah seorang presiden dari perusahaan Wijaya Company.
" Aku tidak boleh menyerah, aku harus memperjuangkan cinta ku apapun terjadi tidak peduli kalau pria di depan mu adalah mafia terbesar kamu harus berjuang." Pikir Natasha yang menyemangati diri nya.
" Sudah jam segini mari kita selesai kan, udah siang." Ucap Erlangga yang melihat jam tangannya menunjukkan pukul 09.00.
" Baiklah." Ucap Natasha
" Jangan lupa hubungan aku." Ucap Erlangga.
" Tentu aku akan menghubungi kamu secepatnya." Ucap Natasha
Erlangga melihat Natasha berjalan menjauh tersenyum rencana yang di buat nya berjalan lancar jaya.
__ADS_1
" Dengan begini rencana fase pertama berjalan sangat baik, ke fase selanjutnya." Ucap Erlangga di dalam hati dan pergi dari sana.
Bersambung.....