
Memulai Rencana
Keesokan harinya Erlangga bangun dan berniat lari pagi.
" Sistem Chek'in." Ucap Erlangga.
( Selamat Tuan mendapatkan motor Ducati Panigale V4 Superleggera )
Erlangga mendengar notif sistem tidaklah kaget lagi, Sistem selalu memberikan Erlangga hadiah di angka 1 miliiar kalau Erlangga tidak salah.
Motor ini adalah Ducati Panigale V4 Superleggera Harga motor ini adalah Rp 1,5 Miliar, untuk Ducati Panigale V4 Superleggera adalah 230bhp dengan bobot 159kg. Motor ini juga dibuat terbatas, hanya ada 500 unit untuk seluruh dunia.
Erlangga bisa menggunakan motor ini untuk menjemput Wulan. Setelah Chek'in hari ini Erlangga pergi dari Mansion menunju taman untuk berolahraga. Tak lupa juga melihat keadaan Ibu nya dulu.
Erlangga sampai di taman, dan merengangkan ototnya dulu sebelum berlari kecil di taman Kota. Erlangga selalu di tatap dengan kagum, iri dll. Karena yang banyak menatap nya adalah kaum perempuan yang terpesona oleh ketampanan Erlangga.
Erlangga melakukan itu untuk mendapatkan poin sistem saja tidak lebih dari itu, setelah berlari kecil di taman kota, Erlangga mencari sarapan Bubur Ayam.
" Mang, Bubur Ayam 1." Ucap Erlangga
" Ok, di tunggu ya Mas."
Tak berselang lama datang pereman yang selalu memalak pedangan.
" Hey, uang keamanan."
" Saya belum ada uang."
" Halah, bohong cepat serahkan uang ke, kalau tidak saya obrak abrik ini dagangan."
Erlangga yang melihat itu tak tinggal diam, Erlangga geram atas apa yang mereka lakukan
" Hey kalian." Ucap Erlangga.
" Ada apa."
" Pergi kalian dari sini, apa-apa'an kalian malak, kalau mau itu kerja." Ucap Erlangga.
" Apa kamu bilang, kamu tidak tau kami ini siapa."
" Kami adalah preman penguasa daerah sini."
" Saya tidak peduli, kalian pergi dari sini, sebelum saya hajar." Ucap Erlangga.
" Wah-wah nantangin ini bocah."
" Hajar dia."
3 preman itu berlari ke arah Erlangga, sedang kan Erlangga yang melihat itu diam saja, karena Erlangga sudah mempunyai kemampuan tentara bayaran jadi mudah bagi nya mengalahkan mereka.
Bug.!
Bug.!
Bug.!
Arggg.!
Arggg.!
__ADS_1
Suara tinju Erlangga menghantam ke arah preman itu, suara retakan tulang juga.
" Pergi dari sini, sebelum saya patahkan tulang kalian." Ucap Erlangga
Mereka pergi setelah di hajar Erlangga mereka kesakitan karena beradu pukulan.
" Sudah selesai Mang." Ucap Erlangga.
" Terimakasih Mas."
" Ini Bubur Ayam nya."
" Ya sama-sama kang." Ucap Erlangga.
Setelah itu Erlangga memakan makanan nya, karena sempat di ganggu, setelah selesai Erlangga membayar makanan, kemudian pergi dari taman kota.
Sesampai di Mansion Erlangga mandi dan bersiap-siap pergi menemui Wulan.
" Halo Wulan." Ucap Erlangga
" Halo kak." Ucap Wulan.
" Kakak akan ke rumah kamu sekarang." Ucap Erlangga.
" Wih, baik kak Wulan siap-siap dulu." Ucap Wulan.
" Ya dandan yang cantik." Ucap Erlangga
Wulan yang mendengar itu malu-malu, Setelah menutup telpon Erlangga mengambil kunci motor dan melangkah ke parkiran mansion terlihat sepeda motor Erlangga
...'Seperti ini sepeda motor nya'...
Erlangga yang melihat itu cukup terkesan dengan motor nya. Erlangga naik dan menyalakan sepeda motor nya.
Brum...
Brum...
Suara motor Erlangga yang keras, tak lama dari itu Erlangga pergi dari Mansion menuju ke Diaman Dewantara.
Banyak mata yang melihat Erlangga menaiki motor Ducati Panigale V4 Superleggera.
" Wih liat motor itu."
" Gila itu motor Ducati Panigale V4 Superleggera."
" Apa motor yang di buat terbatas."
" Sultan dari mana itu, jadi iri aku melihat nya."
Itulah kata-kata yang terlontar dari mulut orang-orang yang melihat Erlangga menaiki motor nya.
Setelah itu Erlangga sampai kediaman keluarga Dewantara, mereka yang melihat Erlangga di persilakan masuk karena sudah di beri tau. Kemudian Erlangga masuk ke dalam oleh pembantu di sana.
" Heh, nak Erlangga." Ucap Tante Putri
" Selamat Pagi menjelang Siang Tante." Ucap Erlangga
" Ya Nak Angga, janjian sama Wulan ya." Ucap Tante Putri.
" Ya Tante sudah janjian sama Wulan." Ucap Erlangga.
__ADS_1
" Ya sudah kamu tunggu, Wulan lagi siap-siap." Ucap Tante Putri.
" Baik Tante." Ucap Erlangga.
Tak berselang lama datang Wulan yang mengenakan pakaian baju lengan pendek dan rok berwarna hitam, Erlangga yang melihat itu terpana oleh tampilan Wulan.
" Maaf lama Kak." Ucap Wulan.
" Ya tidak apa-apa." Ucap Erlangga.
" Ya udah mari kita jalan-jalan." Ucap Erlangga.
" Ayo Kak." Ucap Wulan yang senang.
" Tante saya bawa dulu anak cantik Tante." Ucap Erlangga.
" Baiklah, jaga baik-baik pulang nya jangan malam-malam." Ucap Tante Putri.
" Baik Tante." Ucap Erlangga
Setelah berpamitan kepada orang tua Wulan, Erlangga mengajak Wulan pergi ke pantai.
Wulan senang karena bisa berdua'an dengan Erlangga, mimpi nya menjadi kenyataan. Selama perjalanan Wulan memeluk Erlangga, Erlangga yang merasakan pelukan Wulan membiarkan saja.
Sesampai nya, di panti Erlangga mengajak Wulan ke tepi pantai.
" Terimakasih kak sudah mau mengajak Wulan jalan-jalan." Ucap Wulan.
" Hahaha.... Itu tidak masalah, Kakak senang bisa mengajak Wulan jalan-jalan." Ucap Erlangga
Wulan yang mendengar itu malu-malu kucing 😆, Erlangga berhasil membuat Wulan senang dengan begini rencananya cepat atau lambat berhasil.
Mereka dia pantai berfoto, bergandengan tangan, bermesraan dan yang jomblo melihat ini jiwa jomblo nya berkobar membara wkwkwk.
Erlangga memberikan sesuatu kepada Wulan.
" Wulan Kakak ada sesuatu buat Wulan." Ucap Erlangga.
" Apa itu Kak." Ucap Wulan.
" Ini." Ucap Erlangga yang memberikan kotak berbentuk hati, Wulan yang melihat itu mengambil kotak berbentuk hati dengan perasaan berbunga-bunga.
" Coba kamu buka." Ucap Erlangga
Setelah membuka kotak itu, Wulan melihat kalung berbentuk hati. Wulan yang melihat itu senang.
" Kamu senang atas pemberian dari Kakak." Ucap Erlangga, Wulan mengangguk-anggukkan kepala.
" Sini Kakak pakaikan kepada Wulan." Ucap Erlangga
Wulan senang apa yang Erlangga berbuat untuk nya, rasa suka dan sayang Wulan bertambah besar terhadap Erlangga.
" Sudah." Ucap Erlangga
Wulan memegang kalung itu, dengan rasa yang begitu indah.
" Wulan ayo pulang udah mulai sore." Ucap Erlangga.
" Baik Kakak." Ucap Wulan setelah itu mereka bergandengan tangan.
Tapi Wulan tidak tau, kalau Kalung itu ada pelacak dan menyadap semua pembicaraan dan juga kamera, Erlangga membeli itu dari sistem.
Erlangga tersenyum licik, rencana nya tersusun dengan rapih.
__ADS_1
" Maafkan Aku Wulan, aku tau kamu tidak ada sangkut pautnya dari masalah ini, tapi kamu adalah pion ku yang berharga." Pikir Erlangga yang tersenyum licik.
Bersambung.....