
Bertemu Radit.
Keesokan harinya.
Di Ibukota terlihat Erlangga di mansion nya. Erlangga di beri ijin dari sekolah selama 3 hari karena telah ikut dalam olimpiade antar sekolah kemarin.
Erlangga melangkah ke balkon kamar untuk menghirup udara segar di pagi hari.
" Sistem Chek'in." Ucap Erlangga.
( Selamat Tuan mendapatkan..... Saham 80% Universitas Gunadarma )
Erlangga yang mendengar notif sistem agak terkejut memang Erlangga mau melanjutkan ke jenjang kuliah dan sekarang Sistem memberikan saham Universitas Gunadarma
" Terima kasih sistem atas pemberian nya." Ucap Erlangga.
( Sama-sama tuan senang bisa membuat tuan bahagia )
Erlangga juga kemarin mengantarkan Natasha ke komplek untuk dia tinggal, Erlangga tidak tau apa yang akan Natasha lakukan di ibukota.
Erlangga hari ini juga akan mengunjungi Radit di markas The Speceial Number, untuk menyiksa dia atas apa yang di buat selama ini.
Erlangga bersiap pergi dan bersiap-siap, Erlangga melangkah keluar dari kamar dan menuju keruang tamu.
" Pagi sayang." Ucap Ibu Erlangga.
" Pagi Ibu." Ucap Erlangga.
" Gimana hari kamu dan kamu mau ke mana bukankah kamu hari ini tidak sekolah." Ucap Ibu Erlangga.
" Ya hari ini memang libur, Erlangga ada urusan sebentar jadi Erlangga pergi dulu ya Ibu." Ucap Erlangga.
" Ya jangan lama-lama kamu keluar kalau memang tidak ada urusan penting." Ucap Ibu Erlangga.
" Baik Ibu." Ucap Erlangga.
__ADS_1
Setelah berbicara seperti itu Erlangga pergi dari Mansion ke markas The Speceial Number.
...•...
Skip.
Setelah Erlangga sampai ke markas The Speceial Number, Erlangga di sambut oleh Anggota nya.
" Selamat pagi Tuan."
" Pagi tunjukkan tempat dia di sekap." Ucap Erlangga.
" Baik tuan silakan, saya akan mengantar ke tempat dia di sekap."
Erlangga mengeluarkan topeng yang dia beli dan memasang ke wajahnya. Erlangga melangkah dan di ikuti anggota lainnya.
" Di sini tuan."
Erlangga yang melihat pintu besi di depan nya.
" Ini ruangan kedap suara." Ucap Erlangga.
" Bagus, ayo masuk." Ucap Erlangga
Setelah masuk Erlangga melihat sosok pria tua di depan nya. Pria tua itu melihat siapa yang masuk dan terlihat seseorang pria.
" Kamu siapa, apa kamu yang memberi perintah kepada mereka untuk menangkap ku." Ucap Radit.
" Hahahaha... Benar aku yang memberi perintah kepada anggota ku untuk menangkap kamu." Ucap Erlangga.
" Kita tidak pernah ketemu, dan aku tidak pernah menyinggung mu." Ucap Radit.
" Kamu memang tidak pernah menyinggung ku, tapi ada satu hal yang membuat diri mu berurusan dengan diri ku." Ucap Erlangga.
" Memang nya apa." Tanya Radit.
" Kamu telah membunuh keluarga ku." Ucap Erlangga.
" Aku tidak pernah membunuh keluarga kamu anak muda." Ucap Radit.
__ADS_1
" Hah, masih lupa ya. Baik aku ingatkan diri mu pria tua. Cakra dan Adipati." Ucap Erlangga.
Radit mendengar nama itu kaget siapa yang tidak tau dengan Nama yang di lontar kan pria muda di depannya.
" Ka-kamu adalah." Ucap Radit yang gugup.
" Benar aku adalah Cicit dari Adipati, Cucu dari Cakra dan Anak dari Dewa dan keponakan mu Hana Dwi Dewantara." Ucap Erlangga.
" Ti-tidak mungkin." Ucap Radit yang kaget.
" Hahahaha... Tidak mungkin kata mu, liat sekarang aku adalah anak yang ingin kamu bunuh di kandungan Ibu ku dulu."
" Gara-gara kamu Kakek, Nenek, Dan juga ayah ku mati cuman gara-gara dirimu menginginkan harta, ingat harta tidak di bawa mati pria tua, aku di sini ingin melakukan balas dendam."
" Jadi kamu bersiap saja apa yang akan diri ku berikan kepada mu, kamu harus nya bersyukur karena kakek ku memberikan jabatan wakil Derektur tapi gara-gara obsesi mu itu, kamu membunuh Ayah dan Juga Ibu mu yang telah memberikan kasih sayang dan juga seorang kakak yang menyayangi adik nya."
" Dan sekarang aku adalah doa-doa dari mereka untuk menghukum diri mu." Ucap Erlangga
Radit tidak percaya pemuda di depan nya adalah anak dari Dewa dan Hana dan Cucu dari Cakra.
" Tidak mungkin aku telah membunuh mereka." Ucap Radit.
" Liat pakek mata kamu sendiri pria tua, aku ada di sini berarti itu semua kenyataan." Ucap Erlangga
" Kalian bawakan aku alat itu." Ucap Erlangga
Mereka mendengar kata alat itu hanya bisa berkeringat dingin siapa yang tidak tau dengan Alat penyiksa kesukaan tuan nya itu.
Alat yang di rancang dengan teknologi tinggi bisa membuat orang yang di targetkan oleh alat itu tidak bisa berkutik, alat yang memanipulasi pikiran dan membocorkan informasi di otak nya.
Dan juga yang lebih kasar lagi dengan alat itu akan menyiksa jiwa target. Kenapa mereka punya alat itu karena itu adalah pembelian dari sistem.
" Baik tuan."
Erlangga mau melihat apa saja informasi di dalam otak pria tua ini.
" Aku harus melihat apa saja di dalam otak pria tua ini, mungkin aku mendapat kan informasi yang berguna." Ucap Erlangga yang tersenyum licik.
Bersambung.....
__ADS_1