Sistem Chek'In Anak Miskin

Sistem Chek'In Anak Miskin
Episode 24


__ADS_3


Membangun Panti Asuhan.



Erlangga masih di kota B. Kesehatan Ibu Erlangga bisa di katakan belum sembuh total. Erlangga meminta bawahan'nya untuk menjaga Ibu Erlangga di rumah sakit walaupun ada petugas rumah sakit tapi belum membuat Erlangga merasa baik-baik saja.


Erlangga di saat ini, ada di taman Kota B. Erlangga lagi menjernihkan pikiran untuk menyusun rencana yang matang.


Tiba-tiba datang anak laki-laki ke arah Erlangga, kemudian.


" Kak, minta uang sudah 3 hari saya tidak makan."


Erlangga yang mendengar suara anak kecil, tiba-tiba menegakan kepala ke arah suara anak kecil tersebut.


" Tadi kamu bilang apa." Ucap Erlangga.


" Kak, boleh minta uang untuk makan."


" Menang'nya orang tua kamu di mana." Ucap Erlangga.


" Orang tua ku sudah lama tidak ada di saat aku lahir."


Erlangga yang mendengar itu ntah kenapa hati nya merasa sakit, karena bagaimanapun juga Erlangga juga pernah mengalami yang di rasakan oleh anak kecil di depannya.


" Ya sudah mari ikut Kakak, kita cari tempat makan dekat sini." Ucap Erlangga.


" Benarkah, terimakasih Kak, apa saya boleh ajak adik ku dan juga teman ku."


Erlangga yang mendengar anak kecil itu menghadap ke belakang dan berjongkok di depan anak kecil itu.


" Memang nya adik mu dan teman mu, di mana." Ucap Erlangga.


" Mereka aku tinggal di dekat sini Kak, mereka ada yang sakit jadi kami harus menjaga dan sisa nya mencari uang untuk makan dan obat."


Ntah kenapa hati Erlangga tersentuh dan ingin menolong anak laki-laki di depannya.


" Ya sudah mari kita beli makan untuk mereka, dan membeli obat juga." Ucap Erlangga

__ADS_1


Erlangga dan anak kecil itu membeli makan di dekat taman di sana. Mereka membeli setidaknya 35 Kotak makan untuk anak-anak yang lain dan membeli botak minum juga.


Mereka berdua pergi dari taman dan menuju tempat di mana anak laki-laki itu katakan.


Cukup lama setidaknya nya 30 menit jalan kaki menuju arah yang di tunjuk anak laki-laki itu. Erlangga yang melihat tempat di mana anak Laki-laki itu tinggal cukup kumuh dan tidak di urus.


Jalan ke arah tempat banyak lobang, tanah becek, banyak tumpukan sampah, rumah sudah banyak yang mau roboh terkena angin maupun air.


Erlangga yang melihat itu mau meneteskan air mata, Erlangga mempunyai uang tapi tidak tahu ingin di buat apa, Erlangga pernah seperti ini.


" Apa aku buat panti asuhan ya, di ibukota dan mengajak mereka." Pikir Erlangga.


" Ayo kak, ke sini."


" Ya, ayo kita liat." Ucap Erlangga.


Erlangga yang melihat anak-anak yang lain cukup menggunakan jiwa Erlangga, kenapa tidak baju banyak bolong, kotor dll.


" Teman-teman aku membawa makanan, untuk kita makan."


" Benarkah."


Itulah ucapan yang di dengar oleh Erlangga. Erlangga yang melihat itu tersenyum bisa melihat anak-anak tersenyum bahagia. Erlangga menelpon Citra.


" Citra kamu ke sini dan bawa Bus ke sini, jangan tanya kenapa, kamu akan tau alasan saya. Nanti saya Sherlock." Ucap Erlangga


Setelah menelpon Citra, Erlangga mengarah ke anak-anak itu dan berkata


" Kalian.! Apa mau sekolah." Ucap Erlangga


" Kami mau kak, tapi kami tidak mempunyai uang buat bersekolah."


" Bener kak, Bahkan kami makan saja susah."


" Kalian tenang saja, semua masalah biaya nanti Kakak tanggung." Ucap Erlangga.


" Benarkah."


" Ya, asal kalian harus menuruti kata-kata Kakak di sana." Ucap Erlangga.

__ADS_1


" Kami berjanji akan ikuti kata-kata kakak."


" Ya kak benar."


" Baiklah, Kakak akan mengajak kalian ke Ibukota dan menyediakan tempat tinggal untuk kalian." Ucap Erlangga.


" Ya, terimakasih Kakak."


Erlangga menyiapkan pasukan bayangan G-35 dan G-36 untuk mengawal anak-anak ke tempat tujuan.


Tak lama Citra datang membawa Bus seperti permintaan Erlangga.


" Tuan Muda." Ucap Citra.


" Akhirnya kamu datang, gimana sudah kamu siapkan." Ucap Erlangga.


" Sudah Tuan Muda, itu Bus nya sudah aku sewa." Ucap Citra.


" Bagus, kamu atur tempat tinggal buat mereka, dan jadikan tempat itu Panti Asuhan, aku berniat menyekolahkan mereka. Perjalanan mereka masih panjang, aku tidak mau mereka tidak mendapatkan pendidikan yang layak." Ucap Erlangga


Citra yang mendengar itu terharu, hati Tuan nya begitu besar. Dan Citra melihat anak-anak di depan kalau di itung adalah 35 anak 20 anak laki-laki dan 15 perempuan.


" Kamu persiapkan untuk mereka, suruh anak buah kita di Ibukota buat mencari tempat tinggal mereka." Ucap Erlangga.


" Baik tuan muda." Ucap Citra.


" Kalian semua Kakak sudah mempersiapkan di sana Ada Bus siap antar kalian ke tempat tinggal baru, di sana kalian akan ikut kakak." Ucap Erlangga.


" Terimakasih Kak."


" Terimakasih banyak."


" Hiks... Hiks... Akhirnya kita bisa bersekolah."


Mereka di tuntun masuk ke dalam bus dan pasukan bayangan yang di perintahkan oleh Erlangga menjaga mereka sampai tempat tujuan.


Citra sudah menyuruh anak buah di sana untuk mempersiapkan tempat tinggal untuk mereka dan Erlangga menyuruh Citra untuk mencari pengasuh buat mereka dan Erlangga akan membuat Panti Asuhan yang Erlangga dirikan untuk anak-anak yang sudah tidak ada orang tua, dan semua biaya sekolah dan makan anak Erlangga tanggung sampai mereka bisa mandiri.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2