
Ibu Erlangga.
Suara Pintu terbuka, Erlangga melihat seorang wanita di ruangan itu. Erlangga yang melihat itu kaget karena tubuh dari wanita itu luka-luka di badan, wajah.
" Mau apa kalian.? Kalian tidak akan bisa melukai anak ku."
Ucapan Wanita itu menusuk hati Erlangga, Erlangga melihat wanita itu memegang Boneka bayi. Erlangga menahan air mata nya yang akan keluar.
" Siapa Wanita ini." Ucap Erlangga.
" Di liat dari data dan tanda pengenal yang kami dapat dia bernama Hana, kami tau nama beliau di kalung liontin di saku celananya." Ucap Kepala Rumah Sakit.
" Tuan Muda, siapa wanita itu sehingga Tuan Muda mencari keberadaannya." Ucap Citra.
" Di-dia Ibu ku." Ucap Erlangga yang lirih.
" Apa.? Ibu Tuan Muda." Ucap Citra yang kaget
" Ya, panjang ceritanya kenapa kami terpisah, dan aku tidak bisa melihat Ibu ku seperti ini." Ucap Erlangga yang menangis.
" I-ibu ini aku anak ibu." Ucap Erlangga.
" Kamu bukan anak ku, ini adalah anak ku."
Sambil menunjukan boneka bayi di tangannya.
" Sial, Sistem kamu bisa membantu ku." Ucap Erlangga di dalam pikirannya.
( Bisa Tuan, Tapi Obat yang Tuan dapatkan hanya bisa mengobati luka tapi tidak dengan Jiwa nya, Jadi Tuan harus mengobati Jiwa nya untuk sediakala )
Deg.!
__ADS_1
Jantung Erlangga bergetar hebat karena ucapan sistem,
" Hah, ya sudah berikan obat itu." Ucap Erlangga.
( Baik membeli obat sediakala... Memotong poin 500... Berhasil, Obat ada di dalam Invantory )
Erlangga memasukan tangan'nya di saku celana, untuk mengambil obat yang di beli dari sistem.
" Pak, berikan obat ini untuk nya, ini obat untuk menghilangkan luka-luka di sekujur tubuh nya." Ucap Erlangga.
" Apa Tuan Muda yakin." Ucap Ragu kepala rumah sakit.
" Ya, ini adalah Obat yang aku ciptakan, silakan bapak coba berikan kepada Wanita di depan ini." Ucap Erlangga.
" Baiklah." Ucap Kepala Rumh Sakit.
Kepada Rumah Sakit mendekati Wanita di depan dengan bantuan Staf yang lain untuk memegang wanita itu sebelum memberontak.
Wanita di depan Erlangga, memberontak kuat tapi dengan sedikit paksaan obat yang di berikan Erlangga sudah masuk ke dalam mulut Wanita itu.
" Sudah tuan muda." Ucap Kepala Rumah Sakit
3 menit kemudian efek obat itu muncul, wanita itu kesakitan karena pengaruh obat yang di berikan Erlangga.
" Sistem kenapa dengan Ibu ku." Ucap Erlangga yang panik
( Tuan tenang saja itu adalah Efek samping dari pemakaian obat itu )
Setelah beberapa menit kemudian efek obat itu menghilang, terlihat keadaan wanita di depan Erlangga sedia kala, tanpa luka.
Mereka yang melihat itu kaget dengan efek obat yang di berikan Erlangga. Mereka melihat Erlangga dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Siapakah pemuda di depannya mereka." Itulah pikiran mereka tentang siapa Erlangga.
Erlangga yang melihat ibunya tidak ada luka, menangis dan berlari ke arah Ibu nya.
__ADS_1
Greb. ( Anggap saja suara pelukan )
Erlangga memeluk ibu nya dengan air mata yang mengalir
" Ibu." Ucap lirih Erlangga.
Wanita sadar dan mengalihkan mata nya ke arah Erlangga dan berkata
" Kamu siapa." Ucap Wanita itu
" Kamu adalah Ibu ku, ini anak mu Ibu." Ucap Erlangga.
" Anak ku." Ucap Wanita itu.
" Ya ini anak mu." Ucap Erlangga yang menangis.
" Kamu benar Anak ku." Ucap Wanita itu yang menangis dan memeluk Erlangga.
" Ya ini Anak mu, dan Aku akan mengeluarkan Ibu dari sini." Ucap Erlangga.
" Kepala Rumah Sakit, kamu urus surat untuk mengeluarkan Ibu ku dari sini." Ucap Erlangga.
" Baik Tuan Muda." Ucap Kepala Rumah Sakit itu, dan berlari keluar untuk mempersiapkan Surat-surat yang di minta Erlangga.
" Citra kamu hubungi pihak Rumah sakit Madical Center di kota B ini, dan minta mereka untuk mempersiapkan spesialis psikiater terbaik untuk menyembuhkan gangguan jiwa ibu ku." Ucap Erlangga
" Biak Tuan, tapi apa mereka akan mendengar permintaan Tuan." Ucap Citra yang ragu.
" Bilang saja, Erlangga pemilik Rumah Sakit Madical Center yang menyuruhnya." Ucap Erlangga
Citra lagi-lagi terkejut Tuan Muda nya membeli Rumah Sakit tanpa Citra sadari.
" Baik Tuan muda, saya akan laksanakan sekarang." Ucap Citra.
Setelah Citra meninggalkan Erlangga. Erlangga melihat sosok ibu nya dan memeluk ibu nya dengan kuat dan berkata
__ADS_1
" Aku akan mengobati Ibu sampai ibu sembuh dan membalaskan dendam kepada keluarga Dewantara." Ucap Erlangga yang memeluk ibu nya.
Bersambung.....