Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Sistem Kekayaan Milik Antagonis
Bab 21 Eh? Yang Benar Saja?


__ADS_3

Sebuah panggung besar tempat awal sebuah cerita di dalam game otome telah di buka, takdir sang antagonis dengan bantuan sebuah sistem yang diberikan oleh dewa sebagai kompensasi baru saja di mulai dari ujian masuk akademi ini.


Layar tipis sistem memberikan notifikasi kepada Luna untuk mendapatkan nilai tertinggi di setiap ujian yang di berikan oleh akademi, kalau berhasil menyelesaikan Luna akan mendapatkan hadiah berupa poin reputasi dan menjadi anggota dewan kesiswaan sedangkan jika Luna gagal maka akan mendapatkan reputasi yang buruk dan di anggap sebagai antagonis tujuh puluh persen yang membuat kemungkinan dia mati meningkat.


'Wahai sistem sialan sudah sekitar sepuluh tahun kita bersama tetapi kenapa kamu sangat breng**k sekali,'


'Orang gila mana yang ingin masuk menjadi anggota dewan kesiswaan dengan sukarela?' ucap Luna di dalam hatinya yang langsung menerima misi tanpa dia sadari dia adalah orang gila yang menerima misi yang diberikan oleh sistem itu


"Kenapa kamu berdiri di depan gerbang seperti orang bodoh? Seperti baru satu hari saja melihat bangunan yang sebesar mansion," ucap sosok laki-laki yang membuat Luna menoleh ke asal suara dan terlihat sosok laki-laki yang sudah lama tidak dia lihat


"Aku tidak bodoh dan juga aku hanya berdiam sebentar karena aku kelelahan berjalan ke sini," ucap Luna dengan nada yang sedikit berteriak kesal kepada sosok laki-laki di belakangnya


"Benarkah? Maksudku mana ada gadis yang berdiri selama satu per empat jam di depan gerbang hanya untuk beristirahat, karena lelah berjalan sebab kamu juga baru saja turun dari kereta kuda," ucap sosok laki-laki itu langsung mengacak-acak rambut milik Luna yang padahal sudah rapi di ikat


Wajah Luna langsung memerah malu ketika mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut Ian begitu terus terang, kepada sosok gadis itu tentang apa yang telah dia lihat dari kejauhan.


"Ian Howard, kamu bisakah tidak menggangu aku setiap kali kita bertemu," ucap Luna dengan nada kesal dan mengepalkan tangannya untuk memukul

__ADS_1


"Kalian tidak boleh bertengkar karena kita harus menjadi murid di akademi jadi kita harus saling mendukung," ucap sosok gadis itu dengan tatapan yang polos dan sedikit gemetar saat menghentikan Luna dan Ian bertengkar di depan gerbang


Luna dan Ian langsung menoleh ke asal suara yang berbicara kepada mereka berdua ke arah sosok gadis. Luna langsung terkejut ketika melihat wajah yang tidak asing dari gadis yang dia lihat, Luna langsung menundukkan kepalanya dan berlari masuk ke dalam akademi dengan cepat, Luna berlari ke arah tempat yang cukup sepi.


"Aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu dengan pemeran utama game otome ini lebih cepat, seharusnya aku bertemu pada saat Luna di dalam game selesai melakukan ujian praktek,"


"Dan karena iri dengan rumor yang dibicarakan tentang sang gadis maka Luna langsung menemui gadis itu dengan emosi dan menindas sosok pemeran utama itu," Gumam Luna yang menggigit kuku jempolnya dengan perasaan sedikit ketakutan


Layar sistem tiba-tiba muncul memberi tau Luna kalau semuanya akan baik-baik saja kalau Luna mengerjakan misinya dengan baik, dan sistem meminta Luna untuk bersikap seperti biasanya dalam menjalankan misi.


"Ada apa seorang gadis yang menggigit jarinya hingga terluka? Kalau di lihat-lihat kamu sepertinya sama sepertiku seorang siswa baru,"


Luna tercengang melihat sihir yang luar biasa, karena biasanya hanya sihir suci saja yang bisa mengobati luka atau penyihir tingkat tinggi, tetapi kadang itu mustahil sebab itu adalah hal yang dilarang oleh para pendeta di kuil suci yang menganggap sihir yang bukan dari pemberian dewa itu tidak murni jelas juga sangat berbeda dan lebih suci sihir suci menurut mereka.


Luna yang kagum tidak berhenti menatap sosok laki-laki di depannya, dengan ekspresi tercengang itu hingga akhirnya sosok itu mengelus kepala Luna dengan lembut.


"Nona, tolong rahasiakan yang barusan ya? Dan semoga lancar di ujiannya," ucap sosok laki-laki itu dengan jari telunjuk yang di letakkan di bibir Luna dan satu mata yang di kedipkan hanya di jawab dengan anggukan oleh Luna

__ADS_1


Sesaat Luna terlena dengan wajah tampan dari sosok laki-laki itu, hingga akhirnya laki-laki itu pergi dan Luna tersadar kembali dari lamunannya. Dia seketika ingat kalau sosok laki-laki itu adalah pemeran utama kedua di dalam game otome ini yang menggunakan sihirnya untuk mengobati sang pemeran utama perempuan yang terluka setelah penindasan yang dilakukan oleh Luna, tetapi malah dia saat ini yang di obati.


"Apakah itu baik-baik saja? Dunia tidak adil,"


"Hah... Sudahlah aku harus juga fokus kepada ujianku dulu, nanti baru membicarakan masalah itu lagi," gumam Luna yang kemudian menggelengkan kepalanya untuk fokus dan melupakan masalah alur cerita di dalam game


Luna kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan yang telah berisi seorang kepala pemimpin akademi, wakil pimpinan akademi dan guru kesiswaan akademi untuk di wawancarai oleh ketiga orang tersebut sebelum bisa di terima masuk oleh akademi. Berbagai pertanyaan dari mulai kehidupan pribadi hingga pengetahuan umum di tanyakan kepada Luna, untungnya dia yang menerima pendidikan sebagai calon pewaris mengetahui semua jawaban dari pertanyaan umum dan bahkan hampir tidak terdengar pertanyaan umum yang memang sengaja di ajukan oleh sang penguji. Setelah setengah jam Luna di ajukan pertanyaan wawancara, akhirnya dia langsung di minta untuk ke ruangan tes selanjutnya, tes keduanya adalah tes jumlah mana sihir dan langsung mempraktikkan apa yang kira-kira mereka pelajari tentang jumlah mana sihir mereka miliki.


'Aku ingat kalau aku tidak pernah mengetes jumlah mana sihir,'


'Apakah aku benar-benar bisa melewatinya?' ucap Luna di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan di depan pintu ruangan tes kedua


Luna menghela nafasnya dan kemudian masuk ke dalam ruangan itu, tidak di sangka di dalam ruangan tersebut terdapat beberapa orang calon siswa-siswi akademi yang akan di tes bersamaan. Luna langsung meletakkan tangannya ke atas sebuah bola sihir yang bisa menampung mana, ketika tangannya diletakkan bola sihir itu langsung pecah dan membuat para penguji yang melihat itu terkejut.


"Nona, sepertinya mana yang anda miliki melebihi batas tes yang seharusnya untuk penyihir tingkat empat,"


"Yang artinya anda berada di tingkat tiga ke atas ini mengejutkan karena jumlah mana yang anda miliki setara dengan para guru akademi dan mungkin saja lebih, oleh karena itu anda mana anda akan di tes secara terpisah nanti,"

__ADS_1


'Eh? Yang benar saja?'


Sistem Kekayaan Milik Antagonis


__ADS_2