Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Sistem Kekayaan Milik Antagonis
Bab 31 Siswa-Siswi Bermasalah


__ADS_3

"Untung kamu adalah aset dewan kesiswaan, jika tidak aku akan menghukum dirimu," ucap Li Jun dengan tatapan tajam dan kening yang berkerut ke arah sosok laki-laki di depannya


"Hati kecilku sedikit terluka, dan aku tidak menyangka kalau nona kecil ini akan bergabung dengan dewan kesiswaan,"


"Tapi kalau aku ingat sepertinya aku belum memperkenalkan diri ke sini kepada murid baru lainnya ,"


"Perkenalkan namaku adalah Lilia Grey, aku adalah siswa yang baru masuk ke akademi dan seorang anggota dewan kesiswaan juga," ucap Lilia dengan senyuman yang ramah kepada semua orang yang berada di dalam ruangan


Beberapa jam kemudian, rapat pertama dewan kesiswaan telah selesai dan ketika Luna keluar dari ruangan dia tidak menyangka waktu berjalan begitu cepat hingga sore hari telah tiba, Luna memutuskan untuk secepatnya pulang dari akademi menuju ke asrama, tetapi pada saat dia ingin berjalan ke asrama seseorang menghentikan langkahnya yang baru beberapa langkah keluar dari ruangan dewan kesiswaan dengan menggenggam lengan sebelah kanannya.


"Nona kecil, bisakah aku mengantarmu pulang sampai ke gerbang asrama perempuan?" ucap Lilia dengan tatapan pengharapan


Baru selesai Lilia mengajukan pertanyaan itu kepada Luna, lengan Luna yang berada di sebelah masih kosong dengan cepat Ian pegang lengannya dan menatap tajam ke arah sosok laki-laki yang terlihat dimatanya, kalau laki-laki itu hanya sok kenal kepada Luna.


"Luna, biarkan aku saja yang mengantarmu pulang langsung ke asrama, karena aku tidak percaya dengan laki-laki ini benar-benar bisa di percaya untuk mengantarkan dirimu pulang ke asrama dengan selamat," ucap Ian yang menatap Lilia dengan tatapan dingin dan tajam


Luna yang berada di tengah-tengah keduanya dan di tarik ke kiri dan ke kanan selama beberapa menit, perlahan-lahan membuat emosinya naik dan mengerutkan keningnya.


"KALIAN BERDUA LEBIH BAIK PULANG KE ASRAMA KALIAN SANA," teriak Luna yang telah kehilangan kesabarannya menghadapi kedua orang yang merebutkan dirinya

__ADS_1


Ian dan Lilia langsung terkena serangan tangan kosong dari Luna, setelah Luna melepaskan kedua lengannya di genggam erat oleh keduanya. Pada akhirnya Luna pulang bersama beberapa wanita lain di dewan kesiswaan ke asrama perempuan, karena itu yang lebih baik dibandingkan dia di rebut seperti barang.


Sesampainya di asrama Luna langsung melompat ke atas kasur, setelah membersihkan dirinya dan mengganti pakaian.


'Kenapa ada manusia seperti mereka berdua begitu menyebalkan padahal sama-sama pemeran utama game ini,' ucap Luna di dalam hatinya yang langsung merebahkan dirinya kemudian tertidur dengan lelap


Keesokan harinya dia bangun lebih awal dan berangkat lebih awal, karena dia memiliki jadwal untuk mengerjakan berkas laporan di ruangan dewan kesiswaan. Dari hari ini Luna akan di tugaskan untuk menyelesaikan masalah itu, tetapi baru satu hari penuh itu. Luna mengerjakan tugasnya tidak membawakan hasil untuk dirinya dalam mencari tau dimana kelemahan para pembuat onar yang menambahkan berkas laporan mereka.


Satu hari telah berlalu hingga tiba hari kedua dia hari ini tidak ada jadwal dan belajar seperti biasanya di dalam kelas, sampai jam istirahat tiba dia mencoba mencari para siswa-siswi pembuat masalah di akademi untuk memberikan mereka efek jera dan meminimalisir para pembuat masalah. Luna berpikir lebih mudah memberikan pelajaran kepada mereka yang menggunakan kekuatan semena-mena di akademi, dibandingkan harus membantu para anak kelas lima pencerahan bunuh diri tidak baik. Dia sendiri belum pernah merasakan beratnya tekanan dari ujian proyek jadi tidak akan bisa banyak menyangga ucapan seniornya nanti.


"Dimana aku harus mencari para beban akademi Atreya ini? Sungguh otak mereka sempit dan tidak digunakan dengan baik," gumam Luna yang berjalan ke arah tempat-tempat yang sepi dan jarang di kunjungi di akademi, karena dia yakin di sana ada para siswa-siswi yang bolos dari jam pembelajaran atau para siswa-siswi yang melakukan perundungan kepada siswa-siswi yang lemah


"Cukup hentikan, dan lepaskan laki-laki yang kalian pukul, jika tidak aku akan memberikan kalian hukuman yang berat," ucap Luna yang menatap tajam dan dingin ke arah kumpulan laki-laki asyik memukul dan menendang laki-laki lemah yang ada di depannya


Sejumlah laki-laki yang tadinya memukul berhenti, dan salah satu dari mereka berjalan ke arah depan Luna dan salah satu tangan laki-laki itu mencekam dagu Luna dengan tatapan yang cukup membuat Luna mengepalkan tangannya menahan diri untuk tidak langsung memukul orang lain.


"Kalau di lihat-lihat kamu cukup cantik juga,"


"Bagaimana kalau kamu menjadi wanitaku? Aku akan memberikan apa pun karena aku adalah bangsawan yang cukup memiliki kekuasaan dan juga aku adalah sepupu putri keluarga duke Arley," ucap Laki-laki itu dengan tawanya yang langsung menghilang setelah Luna melayangkan pukulan keras hingga terlempar menabrak dinding

__ADS_1


"Omong kosong itu simpan saja untuk dirimu sendiri,'


"Aku sejak tadi sebaik mungkin menahan emosiku mendengarkan itu, tetapi sepertinya kalian semua sudah tidak pantas untuk di hadapi dengan kesabaran," ucap Luna yang langsung menggunakan sarung tangannya dan menggunakan sihirnya dan menyerang ke sisa laki-laki yang masih ada di tempat itu


Serangan bertubi-tubi di lancarkan oleh Luna tanpa merapalkah mantra sihir ke arah musuhnya hingga tidak memiliki kesempatan untuk merapalkah mantra untuk menyerang dirinya. Tidak sampai sepuluh menit musuhnya telah jatuh tidak sadarkan diri hingga menyisakan dirinya dan korban pemukulan, Luna yang tidak sadar masih ada para siswa-siswi bermasalah itu yang masih bisa membuka mata dan mengerahkan serangan ke arah Luna, dan di saat itu juga Luna tidak memiliki kesempatan untuk menghindar hanya bisa menutup matanya. Tetapi ketika dia menutup mata dia mendengarkan serangan yang menghancurkan sesuatu membuatnya membuka matanya dan melihat, kalau serangan itu bisa-bisanya meleset ke arah lain.


"Nona Luna Arley, tidak bi seharusnya orang seperti anda bertarung sendirian,"


"Apalagi datang memberikan peringatan kepada siswa-siswi bermasalah yang susah di urus ini,"


"Tapi kerja bagus untukmu yang melaksanakan tugas walaupun kamu tidak bertugas hari ini," ucap sosok laki-laki berambut panjang dengan seragam bergaya timur sambil melebarkan kipas tangannya dan mengipasi dirinya yang sama sekali terlihat tidak kepanasan kemudian mengelus kepala Luna yang membuat Luna langsung menjauh


Layar sistem muncul dan memberikan notifikasi selamat, karena telah menyelesaikan satu dari tiga tugas yang diberikan. Walaupun tulisan itu bertuliskan selamat tetapi misi Luna belum selesai karena di perlukan tiga untuk menyelesaikan misi itu dan waktu yang tersisa hanya satu hari beberapa jam.


'Apakah aku bisa menyelesaikan misi ini? Entah kenapa aku memiliki firasat buruk tentang ini,'


'Sistem sialan ini kenapa memberikan misi yang sulit,'


Sistem Kekayaan Milik Antagonis

__ADS_1


__ADS_2