Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Sistem Kekayaan Milik Antagonis
Bab 28 Gadis Yang Menangis


__ADS_3

Laki-laki yang berada di depan Luna terdiam dan berkedip beberapa kali, kemudian tertawa pelan yang membuat Luna kebingungan tentang kewarasan orang yang berada di depannya padahal jelas-jelas Luna dengan serius menanyakan itu kepada sosok laki-laki itu mengenai panggilan yang aneh itu.


"Kenapa kamu tertawa? Padahal itu sama sekali tidak lucu, kamu mengejek aku?" ucap Luna dengan tatapan kesal ke arah sosok laki-laki itu dengan kening yang berkerut


"Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu hanya saja sangat tidak biasa aku bertemu dengan seorang gadis yang tidak mengejar-ngejar laki-laki tampan seperti aku,"


"Dan panggilan yang imut itu memang cocok untuk dirimu bukan?" ucap laki-laki itu sambil mengelap air matanya karena tertawa berlebihan


Luna yang melihat sosok laki-laki di depannya tidak terlihat memiliki kewarasan dan menyebalkan memutuskan untuk langsung berjalan dan melewatinya, karena kalau tidak dia akan terlambat ke ruangan aula penerimaan murid baru. Tetapi sebelum dia sampai ke sana dia malah menabrak seorang gadis yang berambut perak persis dengan dirinya, Luna langsung sadar kalau orang yang dia tabrak adalah pemeran utama game otome ini.


"Maafkan aku menabrak anda, saya terburu-buru," ucap sosok gadis itu dengan air mata yang telah membasahi pipinya


Semua orang yang akan berjalan menuju ke ruangan aula penyambutan siswa-siswi baru, langsung melihat kejadian itu yang membuat Luna merasa seperti merundung seseorang. Luna tentu langsung berusaha menenangkan gadis yang menabrak dirinya, walaupun dirinya adalah orang yang terluka.


"Tidak perlu meminta maaf, aku juga salah karena aku berjalan pelan-pelan, karena gugup," ucap Luna dengan mengelus-elus punggung gadis yang menangis itu sambil memberikan sapu tangan


Ketika Luna ingin memberikan sapu tangan ke tangan gadis yang menangis itu, tiba-tiba saja sapu tangan yang hampir di terima oleh gadis itu terjatuh ke tanah dan gadis itu kembali menangis.


"Maafkan aku menjatuhkan sapu tangan itu, aku tidak bermaksud untuk menjatuhkan sapu tangan yang di berikan itu hanya saja... hanya saja..." ucap gadis itu dengan terbata-bata dan air mata yang semakin kencang


"Tidak apa-apa, aku tidak marah sama sekali kamu menjatuhkan sapu tangan itu,"

__ADS_1


"Itu hanya sapu tangan aku memiliki banyak jadi tidak masalah bahkan jika jatuh sudah ya jangan menangis lagi," ucap Luna yang sambil mengelus-elus punggung gadis itu untuk menenangkan dirinya dia di tatap oleh semua orang yang berada di tengah jalan


"Nona-nona maafkan aku jika mengganggu pembicaraan kalian,"


"Tetapi, bisakah kalian menghentikan pembicaraan kalian sekarang dan pergi ke aula untuk acara penyambutan siswa-siswi baru, karena sebentar lagi acara akan di mulai," ucap sosok laki-laki berkacamata dengan lengan yang memiliki lambang akademi Atreya dan lambang dewan kesiswaan


"Ah maafkan kami, kamu akan segera masuk ke dalam ruangan sekarang," ucap Luna dan gadis itu yang berjalan masuk ke dalam aula penyambutan siswa-siswi baru


Luna dan gadis pemeran utama itu masuk ke ruangan dan berpisah, karena setiap kursi telah di tentukan melalui peringkat masuk dan di bedakan juga kelas mata pelajaran yang akan mereka pelajari nanti.


Ketika ucapan penyambutan sudah di mulai Luna sudah mulai merasa tidak bisa diam di tempat, karena bosan hingga seseorang laki-laki yang tadi di temui olehnya datang menghampiri dirinya untuk berbicara di belakang podium untuk mempersiapkan diri dalam memberikan ucapan perwakilan penyambutan siswa-siswi baru karena mendapatkan peringkat tertinggi saat ujian penerimaan masuk.


"Nona, kamu pasti bingung karena kami berdua kembar tenang saja nanti kita berbicara tentang itu karena kamu ingin anda masuk ke dewan kesiswaan,"


"Tetapi untuk sekarang tolong bantuan pidatonya sebagai perwakilan para calon siswa baru," ucap laki-laki berkacamata itu dengan senyuman dan menyerahkan sebuah kertas


Tidak lama kemudian nama Luna di panggil untuk naik ke atas podium yang membuat dirinya harus maju ke sana dan menyampaikan beberapa kata ucapan. Sesampainya di sana dia membuka kertas yang diberikan yang ternyata hanya kertas yang bertuliskan ucapan semangat.


'Apa yang aku harapkan dari seorang dewan kesiswaan yang hanya tersenyum itu?' ucap Luna di dalam hatinya dengan tatapan kesal tetapi dengan cepat dia merubah ekspresi wajahnya dan berbicara beberapa kata yang akan mewakili para siswa-siswi baru


Beberapa jam kemudian akhirnya acara penyambutan siswa-siswi baru selesai dan para siswa-siswi di izinkan beristirahat di kamar mereka masing-masing yang berada di asrama. Luna sebelum ingin pergi ke asrama dia di panggil oleh laki-laki kembar yang dia temui dan mengingat dia memiliki misi yang berhadiah itu Luna tentu saja menerima tawaran itu, setelah menerima dengan cepat dia kembali ke asrama.

__ADS_1


"Akhirnya selesai semua," gumam Luna yang langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur


Tiba-tiba layar tipis sistem muncul dan memberikan notifikasi kalau Luna berhasil menyelesaikan misinya, hadiah tentu langsung diberikan kepada Luna namun tidak berapa lama setelah dia menyelesaikan misi itu, layar tipis sistem memberikan Luna misi baru lagi yaitu untuk menjadi ketua perwakilan siswa-siswi kelas satu, jika Luna berhasil maka Luna akan mendapatkan perluasan bisnis dan jika Luna gagal maka Luna akan di anggap remeh oleh para siswa-siswi lain dan akan ada beberapa alur di dalam game di percepat.


"Mau bagaimana lagi, aku harus mencalonkan diri kalau begitu,"


"Berarti pada saat aku pidato tadi artinya adalah baru bukti kalau aku adalah seorang siswa-siswi akan dapat di andalkan, seharusnya dengan tambahan aku seorang dewan kesiswaan,"


"Aku bisa mendapatkan posisi perwakilan siswa-siswi kelas satu, tapi kalau tidak salah di dalam game yang mendapatkan posisi itu adalah pemeran utama,"


"Humm... aku tetap harus merencanakan dengan baik untuk berada di posisi itu," gumam Luna yang kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan menuju ke arah meja yang ada di depan tempat tidurnya


Sesampainya Luna di depan meja, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan, yang membuat Luna melangkah ke depan pintu dan membukanya. Terlihat ada sesosok gadis yang berambut merah dengan senyuman dan tatapan mata berbinar-binar di depan Luna saat ini.


"Kamu adalah nona Luna Arley bukan?"


"Aku telah mendengarkan nama anda dari orang tua saya sejak kecil, jadi aku mengagumi dirimu,"


"Bisakah kita berdua menjadi teman?"


Sistem Kekayaan Milik Antagonis

__ADS_1


__ADS_2