Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Sistem Kekayaan Milik Antagonis
Bab 42 Raja Iblis


__ADS_3

Kayla menatap sesosok laki-laki yang menghancurkan atap bangunan aula membuatnya cukup terkejut, karena bangunan yang dia tempati dengan yang lain adalah bangunan lima lantai dan tempat yang mereka tempati sekarang adalah berada di lantai tiga yang berati dua lantai atas hancur.


"Siapa kamu menerobos masuk hingga menghancurkan atap istana?" teriak salah satu bangsawan di sana yang tiba-tiba saja tercekik mati


"Hormat kami kepada yang mulia raja iblis penjaga gerbang kematian," ucap kedua orang laki-laki yang Luna kenal dengan posisi berlutut menghormat kepada sosok laki-laki yang kini melayang dan turun ke arah Luna


Luna di sana mengambil pedangnya dan mengarahkan kepada sosok laki-laki yang di panggil sebagai iblis itu. Tetapi sosok laki-laki itu hanya terus berjalan tidak terpengaruh dengan tindakan yang di lakukan oleh Luna, sedangkan layar sistem menjadi eror ketika berusaha mengindentifikasi sosok sang raja iblis.


Luna gemetar dan perlahan-lahan berjalan mundur ke belakang karena tidak bisa mengindentifikasi sosok laki-laki di depannya yang terus berjalan, di sisi lain ada ayah dan anak yang menyeringai melihat Luna yang kemungkinan menghadapi kematiannya. Luna berjalan mundur ke belakang hingga akhirnya berada di pojok dinding tidak bergerak.


'Aku pernah melihat laki-laki ini di suatu tempat, aku takut aku akan mati seperti laki-laki itu,'


'Sistem saja tidak bisa melindungi aku yang artinya dia setingkat dengan para dewa, aku hanya bisa berpasrah saja kepada kematianku kalau begitu,' ucap Luna di dalam hatinya sambil menutup mata karena tangan raja iblis yang mengarah kepadanya


Luna yang menutup mata hanya merasakan kehangatan di atas kepalanya, seperti ada yang menyentuh kepalanya perlahan-lahan Luna membuka matanya dan melihat sosok raja iblis bukan membunuh dirinya, tetapi mengelus kepalanya membuatnya sedikit tercengang bukan hanya dirinya saja, tetapi semua yang di dalam ruangan itu juga ikut kebingungan dengan yang terjadi.

__ADS_1


"Putriku, maafkan papa terlambat,"


"Karena papa lama menjemput dirimu, kamu pasti kesulitan selama ini," ucap sang raja iblis dengan senyuman pahit sambil mengelus-elus kepala putrinya yang padahal bukan lagi seorang anak kecil


Ucapan yang tulus dan terdengar persis seperti nada yang bersalah membuat air mata membasahi pipinya tanpa Luna sadari tembok yang telah dia bangun sekian lama kini hancur hanya dengan sebuah kehangatan yang telah lama dia cari sejak kehidupan sebelumnya. Banyak pertanyaan di kepala Luna saat ini ketika itu juga, dari mulai kenapa dia di buang sampai kenapa dia tidak bisa membenci orang tua yang telah membuang dirinya. Sosok sang raja iblis itu langsung memeluk Luna tanpa aba-aba dan Luna menerima pelukan yang terbuka itu, suasana di dalam ruangan itu tampak berubah dari yang menegangkan ikut menjadi hangat.


"Mulai sekarang kamu bisa mengandalkan aku Luna, karena setelah urusanmu selesai maka kita akan kembali ke dunia bawah bersama," bisik sang raja iblis ke telinga miliki Luna


Raja iblis adalah seorang pemimpin dunia bawah yang di anggap sebagai hal buruk oleh banyak orang, kejam, dan berhati dingin. Semua itu telah tertulis begitu saja tentang sang pemimpin kegelapan, tanpa orang ketahui saat ini sang raja iblis memiliki sisi yang tidak terduga yaitu berhati lembut kepada putrinya.


Tiba-tiba saja sebuah serangan mengarah dengan cepat ke arah sang raja iblis dari belakang.


Serangan yang di lancarkan sang duke membuat debu yang cukup tebal hingga membuat semua orang yang berada di dalam ruangan penasaran, apakah sang raja iblis itu telah mati atau masih hidup di balik debu, tentu saja jelas sang raja iblis tidak memiliki sedikitpun luka walaupun serangan tersebut di lancarkan ke arahnya. Serangan yang diberikan oleh duke tidak mungkin di biarkan oleh sang raja iblis, hanya dengan sebuah jentikan jarinya tekanan sihir kegelapan yang berat luar biasa membuat semua manusia yang berada di dalam ruangan itu tercekik, muntah darah dan beberapa dari mereka mati karena tidak bisa menahannya tidak terkecuali Duke terkena tekanan langsung merasakan tercekik dan muntah darah.


"Yang mulia raja iblis, angkat aku jadi putrimu maka kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan denganku dibandingkan dengan gadis tidak berguna yang berada di dalam pelukanmu itu," ucap Amy dengan lantang dan terbata-bata di atas lantai karena tekanan yang diberikan oleh sang raja iblis

__ADS_1


"Kamu lebih menguntungkan? Aku sama sekali tidak tertarik dengan anak yang mendapatkan berkat para dewa dan juga anak yang mengatakan putri kandungku anak yang tidak berguna,"


"Manusia yang mendapatkan anugerah dewa seperti dirimu sangat angkuh bahkan melebihi para iblis, bukankah mata para dewa artinya tertutup jika hanya melihat jiwanya saja?" ucap sang raja iblis dengan tatapan merendahkan dan ke arah Amy yang terus berteriak dan meminta untuk di jadikan sebagai seorang putrinya


"Bukankah kamu sudah memiliki seorang ayah? Kenapa kamu menginginkan seorang ayah lagi? Apakah tidak cukup untukmu kekayaan dan kekuasaan itu?" tanya Luna yang masih berada di dalam pelukan sang papa raja iblis dengan tatapan tajam ke arah sang Amy


"Memangnya kamu mengetahui apa? Kekuatan itu adalah segalanya dan aku bisa mendapatkan yang aku inginkan bahkan lebih jika aku memilikinya," ucap Amy dengan mata yang melebar dan senyuman yang seperti orang gila


Ucapan dari Amy itu membuat sang duke yang mendengarkan dan melihat putrinya bertingkah seperti itu membuat hatinya terasa sakit seperti di tusuk oleh sebuah pedang, padahal sangat jelas kalau Amy adalah putri kandungnya, tetapi ucapan yang di ucapkan oleh anak darah dagingnya seperti bukan putri kandungnya sama sekali. Luna menatap dengan miris tingkah tokoh utama di dalam game yang seperti ini, dia tidak menyangka kalau sosok perempuan seperti itu sangat egois dan tidak puas.


Luna merasa dirinya sedikit mirip, tetapi berbeda karena dia tidak pernah bersikap membuang seseorang yang tidak berguna pada saat orang itu menyayanginya, Luna tentu sangat kesal dengan perbuatan yang dilakukan oleh Amy yang tidak bersyukur sama sekali memiliki seorang ayah, tetapi meminta lebih dari ayah yang dia miliki saat ini.


Perlahan-lahan Luna melepaskan pelukannya dari sang ayah dan di ambilnya sebuah pedang miliknya yang terpental berjalan ke arah Amy.


"Tarik ucapanmu yang merendah orang tuamu sendiri,"

__ADS_1


"Kenapa aku harus menariknya? Bukankah di dunia ini seperti itu?"


Sistem Kekayaan Milik Antagonis


__ADS_2