Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Sistem Kekayaan Milik Antagonis
Bab 32 Kebetulan Sekali Kita Bertemu Di Tempat Ini


__ADS_3

Setelah Li Jun mengatakan kalau dia akan mengambil ahli para siswa yang melakukan perundungan, Luna langsung pergi dari lokasi tersebut ke arah kelas mata pelajaran sihir yang dia ambil.


Sesampainya di sana terlihat ada sosok wajah laki-laki yang dia kenal dan sosok wajah gadis yang dia kenal, Luna tidak heran lagi jika bertemu dengan keduanya di ruangan kelas sihir. Luna pada awalnya berniat duduk paling belakang, tetapi pada saat dia datang kursi di belakang telah penuh dan hanya tersisa kursi kosong di depan dan kursi kosong itu tepat di tengah-tengah antara gadis itu dan laki-laki yang dia kenal.


Luna hanya bisa diam mendengarkan pembelajaran hingga akhir kelas selesai, walaupun staminanya harus habis karena berada di tengah-tengah kedua tokoh utama yang menatap dirinya sejak pembelajaran di mulai. Selesai kelas Luna pikir akhirnya dia bisa kabur, tetapi dia malah di sapa oleh sang gadis tokoh utama.


"Nona Luna Arley, tunggu saya karena saya ingin membicarakan sesuatu dengan anda," ucap sosok gadis itu dengan lantang dan langsung menggenggam tangan milik Luna dengan tatapan memelas


Semua siswa-siswi yang baru saja keluar dari ruangan setelah selesai kelas untuk menuju ke kelas selanjutnya berhenti melangkah, karena  mendengarkan suara lantang dari seorang gadis membuat mereka semua menghentikan langkahnya menoleh ke asal suara, Luna dan gadis itu langsung menjadi pusat perhatian yang membuat Luna tidak bisa menolak ataupun menghindar dari gadis yang menatapnya seperti itu. Jika Luna menolak maka dia akan di anggap orang yang tidak memiliki hati karena membuat gadis hati gadis itu terluka apalagi wajah Luna seperti seorang gadis yang jahat ingin menindas seorang gadis lemah.


"Baiklah aku akan mendengarkan dirimu, tetapi karena aku tidak memiliki banyak waktu katakan intinya," ucap Luna dengan senyuman yang berusaha sebaik mungkin ramah


"Nona Luna Arley, kita mungkin saudara bukan? Karena aku mendengarkan ucapan orang-orang setelah aku menunjukkan sapu tangan ini, mereka mengatakan kalau ini adalah sapu tangan ini di buat langsung oleh duchess keluarga Arley dan mereka mengatakan mungkin kita adalah saudara sebab putri kandung keluarga Arley hilang,"


"Dan juga karena sapu tangan ini sudah ada sejak aku masih kecil," ucap gadis itu dengan tatapan berbinar-binar


Semua orang yang memperhatikan pembicaraan antara Luna dan gadis berambut perak mirip dengan dirinya membuat semua orang mulai berbisik-bisik kemungkinan yang terjadi dengan situasi keluarga duke. Luna yang mendengarkan walaupun itu adalah bisikan memutuskan untuk diam sejenak dan menghela nafasnya, untuk menenangkan dirinya.

__ADS_1


"Aku paham situasinya, tetapi nona kita bahkan belum saling kenal, ayahku belum tau ini dan kita sedang berada di akademi, jadi tolong jangan menyebarkan informasi yang belum tentu kepastiannya," ucap Luna dengan tatapan yang terlihat dinginnya ke arah sosok gadis itu


Semua orang di tempat itu yang mendengarkan ucapan dari Luna menganggap kalau Luna takut kalau dia akan di tendang oleh keluarga duke dan menjadi rakyat jelata, karena anak kandung dari keluarga duke telah kembali. Tawa demi tawa kecil meremehkan terdengar di telinga Luna, namun Luna tidak merasa itu adalah masalah yang harus di khawatirkan oleh dirinya sebab dia telah tau kalau gadis itu adalah pemeran utama di dalam game otome.


"Siswi Luna Arley, kebetulan sekali kita bertemu di tempat ini,"


"Aku adalah guru yang akan mengajarkan dirimu di kelas alkimia dan kebetulan hanya kamu siswa yang mengikuti kelas alchemist jadi bisa kita ke kelas bersama daripada kamu di sini?" ucap seorang guru laki-laki bermata merah gelap, rambut hitam pekat dan warna kulit putih pucat


Tiba-tiba saja para siswa-siswi yang tadinya tertawa merendahkan diam-diam kepada Luna, menjadi terdiam dan menatap dengan gemetaran ketakutan terutama gadis berambut perak itu, ketika guru itu datang dan juga tanpa sebab ada beberapa siswa-siswi yang jatuh pingsan. Luna menatap ke belakang dengan keheranan setelah melihat kejadian itu, karena dia sendiri tidak mengalami hal yang sama dengan murid lain atau merasa hal yang janggal terjadi.


"Ah... iya baik guru," ucap Luna yang langsung menatap ke arah depan dan menyusul langkah gurunya yang telah berjalan jauh


Luna merasa sedikit aneh kepada aura guru alchemist, karena penasaran Luna mengeceknya menggunakan skill melihat karakter informasi melalui sistem miliknya yang berada di atas kepala sang guru, tetapi pada saat Luna mengecek karakter itu tidak diketahui informasi tentang laki-laki di depannya hanya nama dan pekerjaan saja yang tertulis sisanya hanya di isi tanda tanya.


'Kenapa tidak ada keterangannya? Tidak mungkin sistemnya rusak bahkan sekalipun hanya pemeran figuran atau karakter penghias saja masih ada keterangan tentang mereka,'


'Ini juga sangat aneh karena aku merasa pernah melihat wajah yang tidak asing itu, tetapi mungkin saja hanya perasaanku,' ucap Luna di dalam hatinya yang menyingkirkan pemikiran buruk tentang gurunya

__ADS_1


Satu hari telah berlalu dan hari ini adalah satu hari terakhir Luna harus menyelesaikan misinya, dan dia masih kurang dua misi lagi. Luna menatap dengan suram pemberitahuan dari layar sistem tentang misi hari terakhirnya dan dia belum menyelesaikan dua misinya, bertepatan dengan jam istirahat Luna memutuskan untuk berkeliling akademi untuk melihat apakah ada siswa-siswi  yang bermasalah, tetapi tidak dia temukan siswa-siswi yang bermasalah hanya saja dia tidak sengaja bertemu dengan Ian yang bersama dengan dua anggota dewan kesiswaan dan pemeran utama. Luna yang melihatnya langsung berbalik arah, tetapi dengan cepat sosok laki-laki itu berjalan hingga berada di belakangnya Luna dan  menepuk pundak Luna dengan pelan hingga berteriak.


"Luna, kenapa kamu membalikkan badan setelah melihatku bukannya menyapaku, tetapi kamu malah berjalan berbalik?" ucap sosok laki-laki itu dengan senyuman yang terlihat sedikit menyeramkan untuk Luna


"Aku hanya tidak ingin mengganggu dirimu yang sedang sibuk jadinya aku berbalik arah supaya kamu tidak terganggu," ucap Luna dengan senyuman kaku dan masih mencoba kabur dari laki-laki itu sebab dia tidak ingin mengganggu alur yang sedang berjalan


"Alasan bodoh apa yang kamu katakan? Padahal guru-guru mengatakan kamu siswi yang cerdas, tetapi bisa-bisanya kamu membuat alasan yang bodoh seperti itu,"


"Bisakah kamu tidak mengulang kata bodoh itu dua kali? Aku mendapatkan nilai lebih tinggi darimu saat ujian masuk."


"Nona Luna Arley, kita bertemu lagi di sini,"


"Suatu kebetulan sekali,"


'Kebetulan matamu, akhir-akhir ini aku merasa aneh denganmu?'


Sistem Kekayaan Milik Antagonis

__ADS_1


__ADS_2